JAKARTA, PUSATBERITA — Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) mengapresiasi penyelenggaraan Majelis Tahkim atau Kongres Nasional ke-42 Syarikat Islam yang berlangsung pada 17–20 Oktober 2026 di Gedung Jatim Expo, Surabaya.
Dalam kongres tersebut, Hamdan Zoelva dipercaya menjadi Dewan Syuro DPP Syarikat Islam setelah menyelesaikan dua periode kepemimpinan sebagai Presiden Lajnah Tanfidziyah. Sementara itu, Ferry Juliantono terpilih sebagai Presiden Lajnah Tanfidziyah DPP Syarikat Islam untuk periode 2026–2031.
Dalam refleksi satu dekade kepemimpinannya, Hamdan Zoelva menyerukan perubahan pola pengelolaan organisasi agar Syarikat Islam mampu merespons tantangan zaman. Ia menekankan pentingnya meninggalkan model organisasi yang menyerupai partai politik dan kembali pada etika pergerakan yang berorientasi pada pengabdian serta pelayanan umat.
Ketua Bidang Olahraga PB SEMMI, Budiman, menilai penyelenggaraan Majelis Tahkim ke-42 di Surabaya memiliki makna historis bagi gerakan nasionalisme dan perjuangan ekonomi rakyat. Kota itu menjadi salah satu panggung penting perkembangan pergerakan Syarikat Islam, termasuk melalui Kongres SI Pertama pada 26 Januari 1913.
Menurut Budiman, kepemimpinan Hamdan Zoelva selama satu dekade telah memberikan fondasi etika organisasi bagi generasi muda. Ia menilai disiplin, sportivitas, dan keikhlasan perlu menjadi bagian dari budaya gerakan mahasiswa.
“Terpilihnya Hamdan Zoelva sebagai Dewan Syuro merupakan modal penting bagi keberlanjutan perjuangan Syarikat Islam. Kami meyakini pengalaman dan pandangan strategisnya dapat menjadi rujukan moral bagi kepemimpinan organisasi ke depan,” kata Budiman.
Ia mengatakan PB SEMMI siap mengawal kepemimpinan baru DPP Syarikat Islam, terutama dalam memperkuat kemandirian umat melalui sektor olahraga.
Budiman menilai tema Majelis Tahkim ke-42, “Dakwah Ekonomi Menuju Kemerdekaan Sejati”, relevan dengan potensi industri olahraga nasional. Menurut dia, olahraga tidak hanya berkaitan dengan kesehatan dan prestasi, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang dapat dikembangkan oleh generasi muda.
“Pembangunan ekonomi dan kemandirian umat membutuhkan fisik yang sehat, mental yang tangguh, serta jiwa yang pantang menyerah. Melalui sektor olahraga dan seni pergerakan mahasiswa, PB SEMMI siap mengonsolidasikan potensi pemuda Muslim di kampus-kampus seluruh Indonesia untuk membentuk generasi yang sehat, suportif, berdaya saing, dan mandiri secara ekonomi,” ujarnya.
Budiman berharap semangat perjuangan yang tumbuh dari sejarah pergerakan Syarikat Islam dapat diteruskan melalui kegiatan olahraga, peningkatan kesehatan masyarakat, dan penguatan ekonomi umat.
Kongres tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penguatan agenda kemandirian ekonomi melalui pengembangan jaringan koperasi dan ekonomi syariah.












