Ikatan Mahasiswa Cilegon Kritik Praktik Titipan Proses PPDB Banten

- Penulis

Senin, 7 Juli 2025 - 22:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CILEGON – PUSATBERITA, Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Cilegon (IMC), Ahmad Maki, menyampaikan kritik tajam terhadap praktik titip-menitip siswa dalam proses PPDB di wilayah Provinsi Banten. Ia menilai praktik ini bukan sekadar pelanggaran teknis, melainkan bentuk kejahatan moral yang bisa menghancurkan sistem pendidikan dari dalam.

“Para pejabat mungkin mengira mereka sedang membantu, padahal mereka sedang merobek keadilan,” kata Maki dalam siaran pers, Senin sore (7/7).

IMC secara terbuka menyindir Wakil Gubernur Banten, Dimyati Natakusuma yang dianggap meremehkan persoalan tersebut. Menurut Maki, pejabat publik seharusnya menjaga integritas, bukan mewariskan mentalitas titipan.

“Jika seorang wakil gubernur bisa berkata bahwa titipan itu hal biasa, maka kami khawatir, yang luar biasa itu justru ketidakmaluan,” ujarnya dengan nada getir.

Maki menyindir oknum anggota DPRD Banten yang kedapatan mengirimkan memo rekomendasi. Makin menyebutkan peran DPRD memiliki tiga fungsi utama, yaitu legislasi, pengawasan, dan penganggaran. Ia menolak tegas jika fungsi itu dilencengkan untuk kepentingan pribadi.

“Pejabat publik bukan makelar pendidikan. Jika mereka malah sibuk menitip anak, maka mereka telah menyalahgunakan kekuasaan. Itu bukan tugas, itu cacat etika,” tegasnya.

Baca Juga :  PIM Kota Tangerang Soroti Maraknya Parkir Liar Depan Kantor Satlantas Polres Metro Tangerang Kota

IMC menilai praktik titip siswa sebagai bentuk korupsi yang halus tapi mematikan. Mereka menyebut tindakan tersebut sebagai penyebab utama ketimpangan dan matinya meritokrasi.

“Anak-anak pintar dari keluarga biasa kalah oleh surat sakti dan lobi kolusi. Di sini, nilai rapor bukan yang menentukan nasib, tapi siapa kenal siapa,” kata Maki sambil menyindir sistem pendidikan yang mulai kehilangan akal sehat.

IMC meminta Dimyati untuk memberikan klarifikasi atas pernyataannya. Mereka menegaskan bahwa narasi normalisasi praktik titipan hanya akan melegitimasi ketidakadilan. “Kalau dibiarkan, lama-lama masyarakat mengira sekolah negeri itu cabang dinas keluarga pejabat,” ucap Maki.

Di akhir pernyataannya, Maki menegaskan bahwa IMC tidak akan diam menghadapi praktik ini. “Jika sistem terus dikorbankan demi kepentingan segelintir orang, maka mahasiswa akan terus bersuara. Jangan salahkan kami bila besok, sejarah pendidikan justru ditulis dari jalanan, bukan dari ruang sidang,” tutupnya dengan tegas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

EN LMND Soroti Seruan “Baku Bunuh” Dari Salah Satu Anggota DPRD Malut
Pastikan Kelancaran Arus Balik Lebaran 2026, BPH Migas Lakukan Kunjungan ke Bakauheni
ASDP Prediksi: Puncak Arus Balik di Bakauheni, 25 Ribu Kendaraan Menuju Jawa
Kawal Potensi Arus Mudik 2026, Menhub dan Wamenhub Intens Tinjau Pelabuhan Ciwandan
Kapolri Tinjau Langsung, Kondisi Arus Balik Lebaran 2026 di Pelabuhan Bakauheni
Andri Permana Gelar Reses Kedua, Masyarakat Keluhkan Akses BPJS dan Infrastruktur Lingkungan
Pantauan Arus Balik Lebaran 2026 Bakauheni-Merak Lancar
SMIT: Perda No 2 Tahun 2025 Tentang Hilirisasi, Hanya Untungkan Orang Kuat Lokal
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 30 Maret 2026 - 13:11 WIB

EN LMND Soroti Seruan “Baku Bunuh” Dari Salah Satu Anggota DPRD Malut

Minggu, 29 Maret 2026 - 16:05 WIB

Pastikan Kelancaran Arus Balik Lebaran 2026, BPH Migas Lakukan Kunjungan ke Bakauheni

Minggu, 29 Maret 2026 - 12:43 WIB

ASDP Prediksi: Puncak Arus Balik di Bakauheni, 25 Ribu Kendaraan Menuju Jawa

Sabtu, 28 Maret 2026 - 23:51 WIB

Kawal Potensi Arus Mudik 2026, Menhub dan Wamenhub Intens Tinjau Pelabuhan Ciwandan

Sabtu, 28 Maret 2026 - 13:09 WIB

Andri Permana Gelar Reses Kedua, Masyarakat Keluhkan Akses BPJS dan Infrastruktur Lingkungan

Berita Terbaru

Opini

Trump, Iran, dan Mitos Kemenangan Instan

Sabtu, 28 Mar 2026 - 19:09 WIB