JAKARTA, PUSATBERITA — Presiden Prabowo Subianto mengganti Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom). Syahganda Nainggolan kini dipercaya memimpin lembaga yang mengurusi komunikasi kebijakan pemerintah itu, menggantikan Muhammad Qodari.
Prabowo melantik Syahganda bersama Fadli Tri Hartono yang ditunjuk sebagai Wakil Kepala Bakom di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 2 Oktober 2026. Pengangkatan keduanya ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 106/P Tahun 2026.
Pergantian itu berlangsung ketika usia Bakom masih relatif muda. Qodari sebelumnya baru dilantik sebagai Kepala Bakom pada April 2026. Kini ia berpindah ke Dewan Pertimbangan Presiden sebagai sekretaris sekaligus anggota.
Perubahan pucuk pimpinan Bakom juga terjadi hanya dua hari setelah Qodari menyebut lembaganya tengah menghadapi serangan melalui berbagai narasi anonim di media sosial. Saat itu Qodari menyebut Bakom berada dalam posisi under attack dan membantah sejumlah tuduhan yang beredar mengenai lembaga tersebut.
Masuknya Syahganda membawa latar belakang yang berbeda ke dalam lembaga komunikasi pemerintah. Ia dikenal sebagai aktivis dan figur yang aktif dalam perdebatan politik serta kebijakan publik. Syahganda juga tercatat memimpin Great Institute, lembaga riset yang bergerak di bidang ekonomi, teknologi, dan politik.
Sebelum pelantikan, kedatangan Syahganda ke Istana sempat menjadi perhatian. Ia mengaku mendapat telepon dari Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya untuk datang ke Istana. Saat itu Syahganda belum mengetahui secara pasti jabatan yang akan diberikan kepadanya.
“Belum tahu,” kata Syahganda ketika ditanya mengenai kabar penunjukannya, Jumat siang. Ia kemudian mengatakan dirinya diminta datang karena akan dilantik.
Beberapa jam kemudian, kabar itu menjadi keputusan resmi. Syahganda dilantik sebagai Kepala Bakom dan Fadli Tri Hartono sebagai wakilnya.
Pergantian tersebut menempatkan Syahganda pada salah satu posisi strategis dalam komunikasi pemerintahan Prabowo. Bakom memiliki mandat mengoordinasikan komunikasi mengenai kebijakan dan program strategis pemerintah.
Di sisi lain, perpindahan Qodari ke Wantimpres membuat pergantian ini bukan sekadar perubahan jabatan di lingkungan komunikasi pemerintah. Dua figur yang sebelumnya berada dalam lingkar komunikasi pemerintahan kini menempati ruang berbeda: Syahganda mengambil kendali Bakom, sementara Qodari masuk ke lembaga penasihat Presiden.












