JAKARTA, PUSATBERITA – Gelombang protes mendatangi kantor DPP PDI Perjuangan di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Kamis (09/04/2026). Puluhan massa yang tergabung dalam Koalisi Mahasiswa Anti Korupsi menggelar aksi unjuk rasa untuk mendesak pimpinan pusat partai segera mengambil tindakan tegas terhadap dua kadernya, Olly Dondokambey dan Rio Dondokambey.
Massa menilai keberadaan keduanya telah menjadi beban integritas bagi partai akibat dugaan keterlibatan dalam serangkaian kasus besar yang mencuri perhatian publik.
Dalam orasinya, Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Tiknam, menegaskan bahwa tuntutan pemecatan ini didasari oleh indikasi kuat keterlibatan ayah dan anak tersebut dalam skandal korupsi yang merugikan masyarakat.
Tiknam menyoroti dugaan penyimpangan dana hibah pemuda Sinode GMIM yang menyeret nama Rio Dondokambey, serta dugaan permainan izin dan pengelolaan tambang nikel di Pulau Gag, Papua Barat, yang disinyalir melibatkan jaringan kekuasaan Olly Dondokambey.
Mahasiswa menganggap kasus ini bukan sekadar isu hukum, melainkan bentuk pengkhianatan terhadap kepercayaan rakyat.
“Kami mendesak Ibu Ketua Umum Megawati Soekarnoputri untuk segera memecat Olly dan Rio Dondokambey. Kasus dana hibah pemuda GMIM dan gurita bisnis tambang nikel di Pulau Gag adalah bukti nyata bagaimana kekuasaan diduga disalahgunakan untuk kepentingan kelompok dan dinasti. PDI Perjuangan harus berani berbenah dan membuang benalu yang merusak citra partai sebagai partai wong kito,” tegas Tiknam di hadapan massa aksi.
Aksi yang berlangsung di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian ini diwarnai dengan pembacaan petisi yang menuntut transparansi internal partai.
“Jika DPP PDIP tidak segera memberikan sanksi pemecatan, mereka akan melakukan konsolidasi yang lebih besar untuk menyuarakan mosi tidak percaya,” ucap Tiknam.
Menurut Tiknam, gerakan ini adalah bentuk penyelamatan terhadap demokrasi agar tidak dikuasai oleh praktik oligarki yang berlindung di balik bendera partai politik.











