66 Tahun PMII: Refleksi Kritis dan Kegagalan IKA PMII Kota Tangerang

- Penulis

Jumat, 17 April 2026 - 13:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Holid Safei [Kader PMII Kota Tangerang]

Di momentum hari lahir Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia yang ke-66, seharusnya menjadi ruang refleksi yang jujur dan berani, bukan sekadar seremoni tanpa makna.

Justru di titik inilah, saya, Holid Safei, sebagai kader PMII Kota Tangerang yang tumbuh, dan ditempa di rahim PMII Kota Tangerang. Juga kota tangerang tempat saya di lahirkan. Maka perlu menyampaikan kritik keras dan terbuka kepada Ikatan Keluarga Alumni PMII (IKA PMII) Kota Tangerang.

‎IKA PMII sejatinya bukan hanya wadah nostalgia bagi para alumni, melainkan memiliki tanggung jawab moral dan historis sebagai penguat gerakan, penjaga nilai, serta jembatan strategis bagi kader-kader aktif. Namun realitas hari ini menunjukkan hal yang sebaliknya. IKA PMII Kota Tangerang justru terlihat kehilangan arah, minim kontribusi nyata, dan gagal menjawab tantangan zaman.

‎Di tengah kompleksitas persoalan kader, mulai dari kebutuhan pengembangan kapasitas, akses jejaring, hingga ruang-ruang strategis : IKA PMII seharusnya hadir sebagai solusi. Tetapi yang terjadi, peran itu nyaris tidak terasa. Tidak ada sistem yang kuat, tidak ada keberpihakan yang jelas, dan tidak ada keseriusan dalam membangun kesinambungan antara kader dan alumni.

‎Sebagai Ketua Pertama PMII Kota Tangerang. Saya sangat menyayangkan di usia PMII yang ke-66 tahun, yang seharusnya menjadi momentum kematangan organisasi, justru memperlihatkan kegagalan IKA PMII dalam menjalankan fungsinya. Alih-alih menjadi lokomotif penggerak, IKA PMII Kota Tangerang justru tampak stagnan, bahkan cenderung abai terhadap tanggung jawabnya.

Baca Juga :  Diduga Mark-Up Anggaran Sewa Kantor KCD Tangerang Hampir Rp 300 Juta

‎Saya tegaskan, kritik ini bukan lahir dari kebencian, melainkan dari kecintaan terhadap PMII Kota Tangerang. Karena saya percaya, organisasi ini besar bukan hanya karena kadernya, tetapi juga karena peran alumni yang mampu menjaga, merawat, dan mengembangkan nilai-nilai perjuangan.

‎Sudah saatnya IKA PMII Kota Tangerang berbenah secara serius. Tidak cukup hanya dengan klaim sebagai alumni, tetapi harus dibuktikan dengan kerja nyata, keberpihakan yang jelas, serta komitmen untuk menjadi penghubung dan penguat gerakan kader.

‎Jika tidak, maka sejarah akan mencatat bahwa di usia ke-66 ini, bukan hanya sekadar momentum lahirnya PMII, tetapi juga menjadi penanda kegagalan IKA PMII Kota Tangerang dalam menjalankan amanahnya.

‎Sebagai penutup, harapan saya di momentum hari lahir PMII, IKA PMII Kota Tangerang mampu menjadikannya sebagai ajang memperkuat persatuan.

‎Kita semua memahami bahwa PMII Kota Tangerang tidak hanya diisi oleh kader yang berasal dari Kota Tangerang semata, tetapi juga dari berbagai daerah yang berproses dan berjuang di tempat yang berbeda. Namun ketika kita sudah membawa nama besar PMII Kota Tangerang, maka tidak boleh lagi ada sekat-sekat asal daerah.

‎IKA PMII harus menjadi rumah bersama, ruang yang merangkul, menyatukan, dan menguatkan seluruh kader tanpa terkecuali. Persatuan ini bukan hanya penting, tetapi menjadi syarat utama agar PMII Kota Tangerang tetap hidup, berkembang, dan memiliki kekuatan dalam menjawab tantangan zaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prestise atau Strategi? Dilema Indonesia dalam Kemitraan Militer dengan AS
Jembatan Kalibaru Rusak Lagi, Mahasiswa Tangerang Utara Desak Tanggung Jawab Pemerintah
Kekuasaan Tanpa Koreksi: Jalan Sunyi Menuju Krisis Demokrasi 
Trump, Iran, dan Mitos Kemenangan Instan
Negara, Propaganda, dan Publik yang Semakin Kritis
Prabowo Dalam Arus: Paranoid dan Totalitarian
‎Kaum Bohemian Menjelma Hewan Ternak Kekuasaan
7 Dekade SEMMI: Mengukuhkan Khitah Ideologi dan Kedaulatan Ekonomi Organisasi
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 13:26 WIB

66 Tahun PMII: Refleksi Kritis dan Kegagalan IKA PMII Kota Tangerang

Kamis, 16 April 2026 - 14:37 WIB

Prestise atau Strategi? Dilema Indonesia dalam Kemitraan Militer dengan AS

Senin, 13 April 2026 - 23:44 WIB

Jembatan Kalibaru Rusak Lagi, Mahasiswa Tangerang Utara Desak Tanggung Jawab Pemerintah

Kamis, 9 April 2026 - 13:29 WIB

Kekuasaan Tanpa Koreksi: Jalan Sunyi Menuju Krisis Demokrasi 

Sabtu, 28 Maret 2026 - 19:09 WIB

Trump, Iran, dan Mitos Kemenangan Instan

Berita Terbaru