Diduga Mark-Up Anggaran Sewa Kantor KCD Tangerang Hampir Rp 300 Juta

- Penulis

Sabtu, 22 November 2025 - 18:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi AI (Foto/istimewa).

‎TANGERANG, PUSATBERITA — Poros Intelektual Muda (PIM) meminta klarifikasi resmi kepada Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten Wilayah Kota Tangerang terkait dugaan ketidakwajaran anggaran sewa gedung kantor yang berlokasi di Ruko Ayodhya Square Blok G No. 32, Alam Sutera, Kota Tangerang.

‎Permintaan tersebut disampaikan melalui surat resmi bernomor 093/PIM-KSBI/XI/25, yang dikirimkan ke KCD pada 19 November 2025. Dalam surat itu, PIM mengungkap adanya selisih harga signifikan antara nilai anggaran sewa yang ditetapkan pemerintah dan harga pasaran gedung di lokasi tersebut.

‎Anggaran Rp 300 Juta Dinilai Tidak Wajar

Berdasarkan hasil penelusuran, Pemerintah Provinsi Banten menganggarkan Rp 300 juta untuk sewa gedung kantor KCD Pendidikan wilayah Kota Tangerang. Sementara itu, Penjabat Pembuat Komitmen (PPK) dilaporkan mengajukan penawaran kepada penyedia, senilai Rp 290 juta.

‎Selain itu, hasil investigasi dilapangan, harga sewa rumah toko (Ruko) disebelah KCD Pendidikan Tangerang hanya berkisar Rp100 hingga Rp120juta pertahun.

‎Perbedaan tiga kali lipat tersebut dinilai janggal dan berpotensi mengarah pada dugaan praktik pembengkakan anggaran (mark-up) dalam proses pengadaan.

PIM Pertanyakan Dasar Penetapan Harga

Sekretaris PIM, Ervin Suryono, mengatakan bahwa lembaganya menemukan adanya indikasi ketidakwajaran serius dalam penetapan nilai sewa gedung tersebut.

‎”Data lapangan yang kami dapat menunjukkan harga sewa gedung di blok yang sama tidak mendekati angka Rp 290 juta. Perbedaan ini terlalu besar untuk diabaikan. Karena itu kami meminta KCD Pendidikan memberikan penjelasan resmi agar publik mengetahui dasar penetapan harga tersebut,” ujar Ervin.

Baca Juga :  PW PII Jawa Barat Soroti Insiden di Bandung: Peringatan atas Ancaman Devaluasi Profesi Gizi dan Keselamatan Pelajar

Ini jelas, Ervin berkata, ada indikasi mark-up anggaran sewa kantor.

Lebih lagi, menurut ia bahwa proses penganggaran harus mengedepankan akuntabilitas dan transparansi.

 

“KCD seharusnya melakukan survei harga yang memadai. Jika harga pasaran hanya sekitar Rp100 jutaan, lalu apa justifikasi sewa hingga hampir Rp300 juta dan Ini harus dijelaskan secara terbuka,” tegasnya.

PIM Desak Penegakan Prinsip Good Governance

Dalam suratnya, PIM menyampaikan dua pertanyaan kunci kepada KCD:

1. Apa dasar pertimbangan PPK sehingga melakukan penganggaran dan penawaran sewa gedung kantor sebesar Rp 290 juta?

2. Apakah survei harga telah dilakukan sebelum menentukan penyedia dan nilai sewa?

Menurut PIM, klarifikasi diperlukan untuk memastikan bahwa penggunaan anggaran publik telah mengikuti prinsip good governance serta tidak merugikan keuangan daerah.

Siap Teruskan ke Aparat Pengawas Jika Tidak Ada Jawaban

Ervin menegaskan bahwa PIM akan terus mengawal persoalan ini dan tidak menutup kemungkinan membawa temuan tersebut kepada aparat pengawas internal maupun eksternal jika klarifikasi tidak diberikan.‎

“Kami menjalankan fungsi kontrol publik. Jika ada indikasi penyimpangan dalam penggunaan anggaran, maka menjadi kewajiban kami untuk mengawalnya hingga tuntas,” kata Ervin.

PIM menyatakan bahwa langkah mereka murni untuk memastikan pemerintahan yang bersih, transparan, dan bertanggung jawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Muktamar XIV KAMMI Tetapkan Amri Akbar sebagai Ketua Umum, Serukan KAMMI Menjadi Rumah Nyaman bagi Seluruh Kader
Sinergi Tanpa Batas: Organisasi Kemanusiaan, RAPID Hadirkan Model Respons Darurat Terintegrasi di Tangsel
Rembug Muda Nahdliyin Soroti Arah Gagasan NU Menjelang Muktamar PBNU 2026
Digitalisasi Parkir Stadion Benteng, SEMMI: Ancam Ekonomi Rakyat
Hafidz Firdaus Serap Aspirasi, Macet dan Banjir Poris Jadi Prioritas
Kebakaran Besar Pabrik Karet di Tanah Tinggi Kota Tangerang
‎Konfercab II GAMKI Kota Tangerang Pilih Gesuri Mesias sebagai Ketua Umum
Lintas Relawan Pondok Aren Gelar Kolaborasi Kesiagaan Bencana
Berita ini 40 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 21:20 WIB

Muktamar XIV KAMMI Tetapkan Amri Akbar sebagai Ketua Umum, Serukan KAMMI Menjadi Rumah Nyaman bagi Seluruh Kader

Rabu, 24 Juni 2026 - 00:10 WIB

Sinergi Tanpa Batas: Organisasi Kemanusiaan, RAPID Hadirkan Model Respons Darurat Terintegrasi di Tangsel

Senin, 22 Juni 2026 - 17:30 WIB

Rembug Muda Nahdliyin Soroti Arah Gagasan NU Menjelang Muktamar PBNU 2026

Senin, 22 Juni 2026 - 13:37 WIB

Digitalisasi Parkir Stadion Benteng, SEMMI: Ancam Ekonomi Rakyat

Senin, 22 Juni 2026 - 00:45 WIB

Kebakaran Besar Pabrik Karet di Tanah Tinggi Kota Tangerang

Berita Terbaru

Abdul Hakim, Direktur Center for Resistance and Liberation Studies STISNU Nusantara Kota Tangerang (foto/istimewa)

Opini

Budaya, Identitas, dan Aktivasi Ruang di Indarung

Senin, 22 Jun 2026 - 13:51 WIB