Harlah ke-66 PMII: Momentum Kembali ke Khittah dan Penegasan Sikap Kritis

- Penulis

Jumat, 17 April 2026 - 14:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lili Kurniawan, Demisioner Ketua Komisariat PMII STISNU Nusantara Tangerang 2022-203

Lili Kurniawan, Demisioner Ketua Komisariat PMII STISNU Nusantara Tangerang 2022-203

KOTA TANGERANG, PUSATBERITA- Memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-66, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menjadikan momentum ini sebagai ruang refleksi mendalam, bukan sekadar seremoni tahunan. Di tengah krisis multidimensi yang dihadapi bangsa, PMII dituntut untuk mengevaluasi arah dan posisi gerakannya sebagai organisasi mahasiswa.

‎Lili Kurniawan demisioner Ketua Komisariat PMII STISNU Nusantara Tangerang periode 2022-2023, menegaskan bahwa di usia yang tidak lagi muda, PMII harus berani melakukan introspeksi secara jujur.


‎“PMII perlu melihat kembali sejauh mana tetap setia pada khittah perjuangan sebagai organisasi yang independen, kritis, dan berpihak pada rakyat,” ujarnya.

‎Menurutnya, tantangan besar yang dihadapi PMII saat ini tidak terlepas dari arus pragmatisme politik, kooptasi kekuasaan, serta melemahnya tradisi intelektual di kalangan kader. Hal tersebut berpotensi menggerus daya kritis organisasi jika tidak segera disikapi secara serius.

‎Tema Harlah ke-66, Aksi Nyata PMII untuk Indonesia, lanjut Lili, harus dimaknai sebagai panggilan konkret untuk menghidupkan kembali budaya diskusi, riset, serta keberanian menyuarakan kebenaran.

‎“PMII tidak boleh berhenti pada slogan. Harus ada langkah nyata dalam merespons ketimpangan sosial, ketidakadilan hukum, dan kebijakan publik yang tidak berpihak kepada masyarakat kecil,” tambahnya.

‎Ia juga menyoroti kondisi bangsa yang saat ini dihadapkan pada persoalan kompleks, seperti kesenjangan ekonomi yang semakin melebar, menurunnya kepercayaan publik terhadap institusi demokrasi, serta maraknya praktik korupsi dan oligarki.

‎Dalam situasi tersebut, PMII dinilai tidak cukup hanya menjadi penonton. Organisasi ini harus kembali mengambil peran strategis sebagai kekuatan moral dan intelektual yang berada di garis depan perjuangan rakyat.

‎“Independensi organisasi harus dijaga. Kader PMII tidak boleh larut dalam kompromi yang mengorbankan idealisme. Kritik terhadap kekuasaan adalah bentuk tanggung jawab moral sebagai bagian dari masyarakat sipil,” tegas Lili.

‎Harlah ke-66 ini, menurutnya, juga menjadi momentum penting untuk melakukan otokritik internal. Perbaikan kultur organisasi serta penguatan sistem kaderisasi harus menjadi prioritas agar PMII tidak hanya melahirkan elit, tetapi juga kader yang memiliki sensitivitas sosial tinggi dan keberpihakan terhadap rakyat.

‎Dengan demikian, Harlah ke-66 PMII diharapkan mampu menjadi titik balik untuk menegaskan kembali peran organisasi sebagai gerakan perubahan yang progresif, kritis, dan tetap setia pada nilai-nilai pergerakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hafidz Firdaus Serap Aspirasi, Macet dan Banjir Poris Jadi Prioritas
Poros Baru Tangerang: Hentikan MBG, Tolak Geothermal, Kritik Aktivis Karbitan
PIM Desak Buka Data, Anggaran Mamin Kecamatan Pasar Kemis Capai Rp1,7 Miliar
Badrul Munir: Hormati Hasil Demokrasi dan Jaga Optimisme Kebangsaan
PIM Sorot Monopoli Rental Mobil Pejabat Pemkot Tangerang
Penemuan Mayat Pria di Sebuah Kontrakan Area Benda
Ketua DPC PKB Termuda di Banten, Hafidz Firdaus Siap Besarkan PKB Kota Tangerang
Ogy Sugiyono Apresiasi Ketua DPC PKB Terpilih: Saatnya PKB Banten Lebih Solid dan Progresif
Berita ini 100 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 01:05 WIB

Hafidz Firdaus Serap Aspirasi, Macet dan Banjir Poris Jadi Prioritas

Kamis, 18 Juni 2026 - 21:45 WIB

Poros Baru Tangerang: Hentikan MBG, Tolak Geothermal, Kritik Aktivis Karbitan

Rabu, 17 Juni 2026 - 19:44 WIB

PIM Desak Buka Data, Anggaran Mamin Kecamatan Pasar Kemis Capai Rp1,7 Miliar

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:13 WIB

Badrul Munir: Hormati Hasil Demokrasi dan Jaga Optimisme Kebangsaan

Senin, 15 Juni 2026 - 16:15 WIB

PIM Sorot Monopoli Rental Mobil Pejabat Pemkot Tangerang

Berita Terbaru

Abdul Hakim, Direktur Center for Resistance and Liberation Studies STISNU Nusantara Kota Tangerang (foto/istimewa)

Opini

Budaya, Identitas, dan Aktivasi Ruang di Indarung

Senin, 22 Jun 2026 - 13:51 WIB