Diduga Mark Up, BGN Ungkap Harga Printer Rp 11 Juta Per Unit Telah Divalidasi LKPP

- Penulis

Rabu, 29 April 2026 - 08:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BGN, Dohardo Pakpahan (foto: istimewa).

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BGN, Dohardo Pakpahan (foto: istimewa).

JAKARTA, TANGERANG – Badan Gizi Nasional (BGN) tengah menjadi sorotan publik terkait pengadaan perangkat elektronik berupa printer yang diduga mengalami penggelembungan harga (mark-up). Meski pihak BGN telah memberikan klarifikasi, rincian biaya yang mencapai belasan juta rupiah per unit untuk spesifikasi tertentu memicu pertanyaan mengenai efisiensi anggaran negara.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BGN, Dohardo Pakpahan, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah melakukan pengadaan lebih dari 5.000 unit printer untuk tahun anggaran 2025. Adapun unit yang dipilih adalah merek HP OfficeJet Pro 9730 dengan harga mencapai Rp11 juta per unit.

Alih-alih membantah adanya harga di atas rata-rata pasar, Dohardo justru membenarkan angka tersebut dengan dalih biaya tambahan.

“Harga tersebut sudah termasuk harga satuan printer, pajak, tinta, dan alat kebutuhan lainnya serta biaya pengiriman, itu sudah ter-include,” ujar Dohardo dalam keterangannya di Jakarta.

Namun, jika merujuk pada harga pasar retail saat ini, printer tipe HP OfficeJet Pro 9730 umumnya dibanderol di kisaran Rp6 juta hingga Rp8 juta. Selisih harga yang mencapai Rp3 juta hingga Rp5 juta per unit ini menjadi titik krusial yang dipertanyakan, mengingat total pengadaan mencapai 5.000 unit, yang berarti ada potensi penggunaan anggaran hingga Rp55 miliar hanya untuk printer.

Dohardo berdalih bahwa proses pengadaan telah melalui aplikasi Inaproc dan divalidasi oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Ia mengklaim PPK hanya menggunakan alat yang sudah tersedia di sistem tersebut.

Baca Juga :  Hercules vs Negara: Siapa yang Sebenarnya Berkuasa?

“PPK itu gunakan alat yang sudah ada di Inaproc dengan validasi yang ada. Silakan dilihat seperti apa prosesnya,” tegasnya.

Meski mengklaim telah melakukan optimasi anggaran, pernyataan Dohardo justru mengesankan adanya sikap defensif. Ia menyebut bahwa harga di media yang berkisar Rp6-8 juta belum tentu benar karena pihaknya harus melihat spesifikasi dan kebutuhan dapur instansi.

Kritik tajam muncul mengenai urgensi pengadaan hingga 5.000 unit printer di tengah transformasi digital pemerintah yang seharusnya mulai mengurangi penggunaan kertas (paperless). Selain itu, alasan memasukkan biaya tinta dan pengiriman ke dalam komponen harga satuan Rp11 juta dinilai tidak lazim dalam transparansi pengadaan barang dalam jumlah besar (grosir), yang seharusnya bisa mendapatkan harga jauh di bawah pasar.

Dohardo sendiri menyatakan siap jika temuan ini dibawa ke ranah hukum apabila tidak dapat dipertanggungjawabkan.

“Jika memang tidak dapat dipertanggungjawabkan, bila perlu masuk ke ranah hukum,” pungkasnya.

Kini publik menunggu transparansi lebih lanjut dari BGN dan audit dari lembaga terkait untuk memastikan bahwa anggaran jumbo untuk urusan cetak-mencetak ini tidak menguap begitu saja di tengah klaim efisiensi anggaran pemerintah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pusat Penguatan Karakter Kemendikdasmen Gelar Uji Keterbacaan Modul
Penerapan Sistem One Way Arus Balik Nasional Mulai Hari ini
10 Jenderal Naik Pangkat, Ada Kepala Setpres hingga Dir BAIS TNI
Momentum Idul Fitri 1447 H, Ketum PB PII Ajak Kader Perkuat Persatuan
PB SEMMI Bagikan Takjil dan Hampers, Serta Apresiasi Polisi Amankan Arus Mudik
SEMMI: Remiliterisasi, Dua Aktivis HAM Dibungkam Negara
SEMMI Jakarta Raya Dukung Operasi Ketupat 2026: Apresiasi Ketegasan BNN dan Polri dalam Memberantas Narkotika Demi Mudik Aman
SEMMI Jakarta Raya Dukung Operasi Ketupat 2026: Mudik Aman, Prioritaskan Keselamatan
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 08:19 WIB

Diduga Mark Up, BGN Ungkap Harga Printer Rp 11 Juta Per Unit Telah Divalidasi LKPP

Kamis, 16 April 2026 - 13:44 WIB

Pusat Penguatan Karakter Kemendikdasmen Gelar Uji Keterbacaan Modul

Selasa, 24 Maret 2026 - 11:55 WIB

Penerapan Sistem One Way Arus Balik Nasional Mulai Hari ini

Senin, 23 Maret 2026 - 09:22 WIB

10 Jenderal Naik Pangkat, Ada Kepala Setpres hingga Dir BAIS TNI

Minggu, 22 Maret 2026 - 00:04 WIB

Momentum Idul Fitri 1447 H, Ketum PB PII Ajak Kader Perkuat Persatuan

Berita Terbaru