TANGERANG, PUSATBERITA – Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional yang diperingati setiap 2 Mei, Pondok Pesantren Salafiyah Harokatul Yamanie meluncurkan program pendidikan gratis bagi peserta didik jenjang SMP dan SMA.
Inisiatif ini merupakan hasil kolaborasi strategis dengan Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Pendidikan sebagai bagian dari upaya memperluas akses serta meningkatkan pemerataan layanan pendidikan di daerah.
Seremoni peluncuran dilaksanakan secara khidmat di Lapangan Upacara Maulana Yudha Negara, Tigaraksa, dengan dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya Bupati Tangerang Moch. Maesal Rasyid, Wakil Bupati Intan Nurul Hikmah, Kepala Dinas Pendidikan Dadan Gandana, Ketua BMPS Kabupaten Tangerang Hendri Kusuma Wahyudi, Sekretaris BMPS Mukhasin, serta unsur pengawas dan tenaga pendidik. Hadir pula jajaran pimpinan sekolah, tokoh pendidikan, ratusan siswa, dan orang tua peserta didik.
Pimpinan Ponpes Salafiyah Harokatul Yamanie, Kyai Tendi Hidayat, dalam keterangannya menegaskan bahwa program ini merupakan manifestasi konkret komitmen lembaga dalam mengaktualisasikan amanat konstitusi terkait hak atas pendidikan bagi seluruh warga negara tanpa diskriminasi latar belakang sosial-ekonomi.
“Momentum Hari Pendidikan Nasional kami maknai sebagai ruang refleksi sekaligus aksi nyata untuk memperluas akses pendidikan yang inklusif dan berkeadilan. Melalui sinergi dengan pemerintah daerah, kami berupaya memastikan bahwa hambatan ekonomi tidak lagi menjadi faktor determinan yang menghalangi keberlanjutan pendidikan anak,” ujarnya pada Senin (4/5).
Ia menambahkan bahwa pendekatan kolaboratif antara lembaga pendidikan berbasis pesantren dan pemerintah daerah merupakan model strategis dalam membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan nilai-nilai moral.
Sementara itu, Bupati Tangerang Moch. Maesal Rasyid menegaskan bahwa dukungan pemerintah daerah terhadap program ini merupakan bagian dari kebijakan prioritas dalam meningkatkan angka partisipasi sekolah serta menekan angka putus sekolah di wilayah Kabupaten Tangerang.
“Program pendidikan gratis ini tidak hanya mencakup pembebasan biaya operasional pendidikan, tetapi juga meliputi penyediaan bahan ajar serta fasilitas penunjang yang memadai. Hal ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan berkelanjutan,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya peran lembaga pendidikan berbasis pesantren sebagai mitra strategis pemerintah dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, sekaligus berakhlak mulia.
Respons positif juga datang dari para orang tua peserta didik yang menilai program ini memberikan dampak signifikan terhadap keringanan beban ekonomi keluarga serta membuka peluang yang lebih luas bagi anak-anak mereka untuk mengenyam pendidikan secara layak.
Berdasarkan data sementara, ratusan siswa telah terdaftar sebagai penerima manfaat program tersebut. Ke depan, pihak pesantren bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang berkomitmen untuk melakukan pengembangan dan replikasi program serupa guna menjangkau lebih banyak peserta didik, sejalan dengan agenda besar pembangunan pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.
“Spirit Ki Hajar dewantara menegaskan teladan, penggerak, dan penguat harus harus terasa sejak awal,” Pungkasnya











