‎Massa Aksi Tuntut Kapolres Tangsel Dicopot, Soroti Kasus Narkoba dan Kematian Prada Arif

- Penulis

Jumat, 31 Juli 2026 - 18:30 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

GERMA-PELPUN Tuntut Kapolres Tangsel Dicopot, Soroti Kasus Narkoba dan Kematian Prada Arif (Foto/Pusat-berita.com)

GERMA-PELPUN Tuntut Kapolres Tangsel Dicopot, Soroti Kasus Narkoba dan Kematian Prada Arif (Foto/Pusat-berita.com)

‎TANGERANG SELATAN, PUSATBERITA – Gerakan Mahasiswa Peduli Pelayanan Publik Nasional (GERMA-PELPUN) menggelar aksi unjuk rasa di depan Pos Polisi pintu masuk Kompleks Polres Tangerang Selatan, Jumat (31/7) 2026.

‎Aksi tersebut digelar sebagai bentuk protes atas rentetan persoalan yang dinilai mencederai kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

‎Koordinator Aksi GERMA-PELPUN, Agung Gumelar, menyatakan bahwa dugaan Kasat Narkoba Polres Tangerang Selatan yang terjerat kasus narkoba serta penanganan lokasi tewasnya Prada Arif Budi yang dinilai belum memenuhi prosedur menjadi indikator perlunya evaluasi menyeluruh di tubuh kepolisian.

‎”Dua peristiwa tersebut telah memunculkan pertanyaan publik mengenai profesionalitas, integritas, dan transparansi aparat penegak hukum,” ucap Agung.

‎Agung menilai rentetan kasus yang melibatkan aparat kepolisian semakin memperburuk citra Polri di mata publik. Menurut dia, kondisi tersebut berpotensi menggerus kepercayaan masyarakat apabila tidak direspons dengan langkah pembenahan yang nyata.

‎Jika kondisi ini terus berulang, kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian akan semakin menurun. Padahal, kepercayaan masyarakat merupakan modal utama bagi penegakan hukum.

‎”Ini pukulan telak bagi citra kepolisian. Institusi ini telah kehilangan integritas pada akhirnya juga akan kehilangan kepercayaan publik,” kata Agung.

‎Agung menegaskan, aksi ini bukan sekadar bentuk kritik, melainkan dorongan agar reformasi kultural dan prosedural di lingkungan aparat penegak hukum segera diwujudkan.

‎”Jika Kapolres Tangerang Selatan tidak mampu menyelesaikan kasus-kasus, maka lebih baik dicopot atau mundur dari jabatannya,” ujar Agung Gumelar dalam pernyataannya.

‎Berdasarkan hal tersebut, massa aksi berharap penanganan setiap perkara nantinya dapat dilakukan secara transparan, sehingga mampu memulihkan legitimasi hukum dan kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian.

‎Dalam aksinya, GERMA-PELPUN menyampaikan lima tuntutan, yakni:

‎1. Mendesak pencopotan Kapolres Tangerang Selatan;
‎2. Pembentukan tim investigasi independen Polres Tangerang Selatan;
‎3. Pemeriksaan menyeluruh terhadap personel Satuan Narkoba Polres Tangerang Selatan;
‎4. Pemasangan garis polisi di lokasi tewasnya Prada Arif Budi;
‎5. Penutupan tempat hiburan malam Pendekar yang diduga berkaitan dengan rangkaian peristiwa tersebut.

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tim Kuasa Hukum Dorong Perlindungan Korban dan Ajukan Amicus Curiae dalam Kasus Kekerasan Seksual Santriwati
Ibadah GKPI Mauk-Sepatan Dibubarkan, Jemaat Diancam Sajam
Cegah DBD, Rapid Indonesia Gelar Fogging di Graha Yadika
Kantor Notaris dan PPAT Anita Rohmah Gandeng Damkar dan Rapid Indonesia Edukasi Keselamatan Kebakaran
DPC ASLINMAS Kota Tangerang Gelar Rakor, Perkuat Konsolidasi Pengurus
HIMA Persis Jakarta Launching Buku Berjudul Membaca Jakarta, Membangun Peradaban
FPRB Desak BPN Tangerang Buka Warkah Tanah Benteng Bin Mana
Basudara AMAN Apresiasi Kinerja dan Respons Cepat Gubernur YSK
Berita ini 48 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 20:14 WIB

Tim Kuasa Hukum Dorong Perlindungan Korban dan Ajukan Amicus Curiae dalam Kasus Kekerasan Seksual Santriwati

Minggu, 20 September 2026 - 15:01 WIB

Ibadah GKPI Mauk-Sepatan Dibubarkan, Jemaat Diancam Sajam

Sabtu, 19 September 2026 - 18:30 WIB

Cegah DBD, Rapid Indonesia Gelar Fogging di Graha Yadika

Sabtu, 19 September 2026 - 15:05 WIB

Kantor Notaris dan PPAT Anita Rohmah Gandeng Damkar dan Rapid Indonesia Edukasi Keselamatan Kebakaran

Sabtu, 19 September 2026 - 14:30 WIB

DPC ASLINMAS Kota Tangerang Gelar Rakor, Perkuat Konsolidasi Pengurus

Berita Terbaru

Foto ilustrasi umat Kristiani beribadah (Foto/istimewa)

Banten

Ibadah GKPI Mauk-Sepatan Dibubarkan, Jemaat Diancam Sajam

Minggu, 20 Sep 2026 - 15:01 WIB

Fogging Graha Yadika, Rapid Indonesia dan Damkar Sisir Sarang Nyamuk (foto/istimewa)

Banten

Cegah DBD, Rapid Indonesia Gelar Fogging di Graha Yadika

Sabtu, 19 Sep 2026 - 18:30 WIB