JAKARTA, PUSATBERITA — Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (Hima Persis) DKI Jakarta meluncurkan buku berjudul “Membaca Jakarta, Membangun Peradaban” dalam rangkaian kegiatan Musyawarah Wilayah (Muswil) IX Hima Persis DKI Jakarta, Jumat (18/9/2026).
Buku tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi intelektual Hima Persis Jakarta dalam membaca berbagai dinamika pembangunan ibu kota sekaligus menghadirkan gagasan mengenai masa depan Jakarta sebagai kota global yang berkeadaban.
Ketua PW Hima Persis DKI Jakarta, Ihsan Abdul Haq, menyampaikan bahwa peluncuran buku tersebut merupakan momentum penting bagi Hima Persis untuk mempertegas peran mahasiswa Islam tidak hanya sebagai kelompok yang melakukan kritik dan aksi sosial, tetapi juga sebagai bagian dari kelompok intelektual yang mampu menawarkan gagasan.
“Pada kesempatan ini kita juga meluncurkan buku ‘Membaca Jakarta, Membangun Peradaban’. Buku ini lahir dari kegelisahan sekaligus optimisme kader Hima Persis Jakarta dalam membaca masa depan kotanya,” ujar Ihsan dalam sambutannya pada Muswil IX Hima Persis DKI Jakarta.
Menurut Ihsan, buku tersebut mencoba melihat Jakarta secara lebih utuh. Jakarta tidak hanya dipandang sebagai pusat pemerintahan dan perekonomian, tetapi juga sebagai ruang hidup jutaan masyarakat dengan berbagai persoalan dan tantangan.
“Buku ini mencoba melihat Jakarta bukan hanya sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi, tetapi sebagai ruang hidup jutaan manusia yang di dalamnya terdapat persoalan pendidikan, ketimpangan, transportasi, lingkungan, kebudayaan, ekonomi, hingga masa depan generasi muda,” jelasnya.
Ia menegaskan, buku tersebut merupakan ikhtiar sederhana Hima Persis Jakarta untuk meninggalkan warisan gagasan dalam perjalanan organisasinya.
“Buku ini adalah ikhtiar sederhana Hima Persis untuk menghadirkan gagasan. Karena kami percaya, organisasi mahasiswa tidak cukup hanya melakukan aksi. Organisasi mahasiswa juga harus mampu meninggalkan gagasan,” tegasnya.
Ia melanjutkan, gerakan mahasiswa harus memiliki kemampuan untuk mengubah kegelisahan menjadi gagasan dan gagasan menjadi solusi.
“Tidak cukup hanya bersuara. Kita harus mampu menawarkan solusi. Tidak cukup hanya mengkritik keadaan. Kita harus belajar merumuskan masa depan,” tutupnya.
Peluncuran buku “Membaca Jakarta, Membangun Peradaban” juga menjadi penegasan bahwa Hima Persis Jakarta ingin mengambil posisi sebagai bagian dari masyarakat sipil yang ikut membaca, mengawal, sekaligus memberikan gagasan terhadap arah pembangunan kota.
Karya intelektual Hima Persis Jakarta tersebut juga mendapat sambutan positif dari sejumlah tokoh, termasuk Gubernur Jakarta dan tokoh nasional Hidayat Nur Wahid
Dukungan tersebut menjadi bagian penting bagi Hima Persis Jakarta dalam memperluas ruang dialog antara gerakan mahasiswa, pemerintah, akademisi, dan tokoh masyarakat dalam membicarakan masa depan Jakarta.












