BANTEN, PUSATBERITA — Ketua Umum Pemuda Muslimin Banten, Ervin Suryono, mempertanyakan kredibilitas Panitia Seleksi (Pansel) calon Direksi dan Komisaris PT Agrobisnis Banten Mandiri (ABM). Ia menyoroti adanya dugaan peserta seleksi yang tetap lolos meski disebut memiliki persoalan etik.
Menurut Ervin, proses seleksi direksi dan komisaris BUMD seharusnya mengedepankan integritas, profesionalisme, serta rekam jejak setiap peserta.
”Kami menduga ada peserta yang sebelumnya memiliki persoalan etik, tetapi justru dinyatakan lolos sebagai calon direksi. Hal ini patut dipertanyakan,” kata Ervin, Rabu.
Ia menilai sorotan terhadap PT Agrobisnis Banten Mandiri tidak dapat dipisahkan dari persoalan tata kelola perusahaan yang sebelumnya telah menjadi perhatian publik. Salah satunya adalah mencuatnya dugaan raibnya dana sekitar Rp60 miliar yang sempat menjadi perhatian Wakil Gubernur Banten.
Menurut Ervin, pernyataan Wakil Gubernur semestinya menjadi momentum untuk memperketat proses seleksi jajaran direksi dan komisaris agar perusahaan dipimpin oleh figur yang memiliki rekam jejak baik.
”Sama-sama kita ketahui, panitia seleksi harus memiliki integritas dan kredibilitas yang tinggi. Penilaian tidak boleh dilakukan secara sepihak tanpa mempertimbangkan rekam jejak setiap peserta, terutama jika terdapat dugaan persoalan etik,” ujarnya.
Pemuda Muslimin Banten meminta proses seleksi dilakukan secara transparan dan akuntabel. Organisasi itu juga berharap Pansel mempertimbangkan secara menyeluruh rekam jejak seluruh peserta, baik yang mendaftar sebagai calon direksi maupun komisaris PT ABM.
”Kami berharap Pansel bersikap transparan dan menjadikan rekam jejak setiap peserta sebagai salah satu pertimbangan utama dalam menentukan calon direksi maupun komisaris,” tutup Ervin.











