Ratusan Warga Tolak Truk ODOL Sebabkan Jalan Serang-cilegon Lumpuh

- Penulis

Kamis, 16 Oktober 2025 - 18:07 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Warga dan Mahasiswa Geruduk Tolak Truk ODOL

Warga dan Mahasiswa Geruduk Tolak Truk ODOL

SERANG, PUSATBERITA — Aksi protes besar-besaran meletus di Jalan Raya Serang–Cilegon, tepatnya di kawasan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Kamis (16/10/2025) siang. Ratusan warga dan mahasiswa turun ke jalan menolak keras keberadaan truk ODOL (Over Dimension Over Load) yang dianggap menjadi penyebab utama kecelakaan dan kerusakan jalan di kawasan padat penduduk tersebut.

Aksi dimulai dari Simpang Serdang Lingkar Selatan dan berakhir di Alun-Alun Kramatwatu. Massa menutup total akses menuju Cilegon, menyebabkan antrean kendaraan mengular hingga beberapa kilometer. Sejumlah truk yang nekat melintas bahkan sempat dihadang dan dilempari oleh peserta aksi.

Situasi sempat memanas ketika aparat TNI-Polri mencoba menghalau massa yang menutup jalan. Adu dorong antara aparat dan peserta aksi tak terhindarkan, namun warga dan mahasiswa tetap bertahan di jalur utama hingga siang hari, membuat kemacetan semakin parah.

Warga menegaskan bahwa keberadaan truk ODOL sudah sangat meresahkan dan membahayakan pengguna jalan, terutama para pelajar di sekitar lokasi seperti SMPN 1 dan SMAN 1 Kramatwatu. Mereka menuntut agar kendaraan berat bermuatan lebih dialihkan ke jalur tol dan tidak lagi melintasi jalan permukiman warga.

“Kami bukan anti truk, tapi menolak truk ODOL yang bikin jalan rusak dan membahayakan pengguna lain,” tegas Sahroni, salah satu orator aksi di tengah orasi.

Menurutnya, masyarakat hanya meminta pemerintah untuk tegas menertibkan truk ODOL agar tidak lagi melintas di jalur kecil yang diapit pemukiman padat.

“Tolong kendaraan ODOL itu ditertibkan. Jangan lewat jalan kecil yang kanan kirinya rumah warga, apalagi banyak anak sekolah. Kalau masuk tol memang kena cas, tapi jangan warga yang jadi korban,” ujarnya lantang.

Sementara itu, Camat Kramatwatu Sri Rahayu Basukiwati menyatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Banten untuk mencari solusi atas keluhan warga tersebut.

Baca Juga :  Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah Kota Tangerang Gelar Aksi Soal Evaluasi Tunjangan DPRD

“Perlu koordinasi dengan pihak-pihak terkait. Besok kami akan rapat dengan provinsi untuk membahas persoalan truk ODOL ini,” tegasnya.

Hal senada disampaikan oleh Agus, perwakilan Dinas Perhubungan Kabupaten Serang, yang menyoroti soal pembagian kewenangan antarwilayah.

“Karena jalan lingkar itu masuk wilayah Kota Cilegon, maka kami akan berkoordinasi juga dengan pihak Cilegon dan provinsi. Untuk wilayah Kabupaten Serang, fokus kami saat ini di Bojonegara,” jelasnya saat menemui massa aksi.

Massa menuntut agar pemerintah segera mengambil langkah konkret dan menerapkan kebijakan yang berpihak kepada keselamatan warga. Mereka juga menyerahkan daftar enam tuntutan utama kepada pemerintah daerah dan aparat penegak hukum.

TUNTUTAN AKSI WARGA DAN MAHASISWA KRAMATWATU:

1. Keluarkan kebijakan strategis terkait truk ODOL yang terbukti merugikan masyarakat.

2. Aktifkan rambu-rambu lalu lintas di kawasan Kramatwatu.

3. Aktifkan penerangan jalan umum (PJU) di wilayah Kramatwatu, khususnya area Kabupaten Serang.

4. Lakukan rekayasa lalu lintas untuk keselamatan warga, termasuk pemasangan zebra cross di area sekolah dan instansi pendidikan di sepanjang jalur Serang–Cilegon.

5. Tertibkan parkir liar yang mengganggu arus lalu lintas.

6. Laksanakan pengawasan dan penegakan hukum secara konsisten dan berkelanjutan oleh aparat kepolisian dan Dinas Perhubungan sesuai Perda Kabupaten Serang No.6 Tahun 2015 Pasal 19.

Menjelang sore, massa akhirnya membubarkan diri dengan tertib setelah menyampaikan orasi dan membentangkan spanduk tuntutan. Namun, mereka menegaskan akan kembali turun ke jalan jika pemerintah tidak segera menindaklanjuti aspirasi masyarakat.

“Kalau besok masih ada truk ODOL lewat sini, kami akan blokir lagi!” teriak salah satu peserta aksi sebelum massa meninggalkan lokasi.

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tim Kuasa Hukum Dorong Perlindungan Korban dan Ajukan Amicus Curiae dalam Kasus Kekerasan Seksual Santriwati
Ibadah GKPI Mauk-Sepatan Dibubarkan, Jemaat Diancam Sajam
Cegah DBD, Rapid Indonesia Gelar Fogging di Graha Yadika
Kantor Notaris dan PPAT Anita Rohmah Gandeng Damkar dan Rapid Indonesia Edukasi Keselamatan Kebakaran
DPC ASLINMAS Kota Tangerang Gelar Rakor, Perkuat Konsolidasi Pengurus
HIMA Persis Jakarta Launching Buku Berjudul Membaca Jakarta, Membangun Peradaban
FPRB Desak BPN Tangerang Buka Warkah Tanah Benteng Bin Mana
Basudara AMAN Apresiasi Kinerja dan Respons Cepat Gubernur YSK
Berita ini 8 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 20:14 WIB

Tim Kuasa Hukum Dorong Perlindungan Korban dan Ajukan Amicus Curiae dalam Kasus Kekerasan Seksual Santriwati

Minggu, 20 September 2026 - 15:01 WIB

Ibadah GKPI Mauk-Sepatan Dibubarkan, Jemaat Diancam Sajam

Sabtu, 19 September 2026 - 18:30 WIB

Cegah DBD, Rapid Indonesia Gelar Fogging di Graha Yadika

Sabtu, 19 September 2026 - 15:05 WIB

Kantor Notaris dan PPAT Anita Rohmah Gandeng Damkar dan Rapid Indonesia Edukasi Keselamatan Kebakaran

Sabtu, 19 September 2026 - 14:30 WIB

DPC ASLINMAS Kota Tangerang Gelar Rakor, Perkuat Konsolidasi Pengurus

Berita Terbaru

Foto ilustrasi umat Kristiani beribadah (Foto/istimewa)

Banten

Ibadah GKPI Mauk-Sepatan Dibubarkan, Jemaat Diancam Sajam

Minggu, 20 Sep 2026 - 15:01 WIB

Fogging Graha Yadika, Rapid Indonesia dan Damkar Sisir Sarang Nyamuk (foto/istimewa)

Banten

Cegah DBD, Rapid Indonesia Gelar Fogging di Graha Yadika

Sabtu, 19 Sep 2026 - 18:30 WIB