TANGERANG, PUSATBERITA – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-33 Kota Tangerang, organisasi Mahasiswa Sentral Mahasiswa Tangerang (SEMATA) menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Sabtu (28/02/2026) pukul 15.00 WIB.
Aksi yang mengusung tajuk “Rakyat Menagih Bukti, Bukan Seremoni” ini menjadi bentuk evaluasi terhadap satu tahun kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang.
Massa aksi membawa tiga tuntutan utama yang dinilai sebagai persoalan mendasar yang belum terselesaikan secara serius.
Tiga Tuntutan Utama
Koordinator aksi, Holid, menyampaikan bahwa peringatan hari jadi kota seharusnya tidak berhenti pada seremoni dan perayaan simbolik, tetapi menjadi momentum refleksi terhadap persoalan riil yang dihadapi masyarakat.
Adapun tiga isu yang disoroti SEMATA meliputi:
- Kerusakan Jalan dan Infrastruktur SEMATA menilai masih banyak ruas jalan berlubang dan infrastruktur rusak yang membahayakan keselamatan warga. Kondisi ini disebut mencerminkan lemahnya perencanaan dan pengawasan pembangunan.
- Pembakaran Liar dan Krisis Lingkungan Aksi pembakaran sampah terbuka dinilai mencemari udara dan mengancam kesehatan masyarakat. Mahasiswa menilai pengelolaan sampah belum berjalan sistematis dan tegas.
- Kabel Provider Semrawut Kabel utilitas yang menjuntai tanpa penataan dianggap merusak estetika kota dan berpotensi membahayakan pengguna jalan. Mereka mendesak penegakan regulasi terhadap perusahaan penyedia layanan.
Jangan Jadikan HUT Sekadar Panggung Perayaan
Dalam orasinya, Holid menyampaikan bahwa persoalan PJU berkaitan langsung dengan keamanan dan kenyamanan warga.
“Kami menerima banyak keluhan masyarakat soal lampu penerangan jalan yang mati berhari-hari bahkan berminggu-minggu tanpa perbaikan. Kondisi ini rawan kecelakaan dan tindak kriminal. Pemerintah jangan menunggu viral baru bergerak,” tegas Holid.
Ia menambahkan bahwa keberadaan PJU bukan sekadar fasilitas pelengkap, melainkan kebutuhan dasar kota yang mengklaim diri sebagai kota layak huni.
“Kalau ingin bicara kota maju dan modern, pastikan dulu kebutuhan dasar seperti penerangan jalan terpenuhi. Jangan sampai masyarakat merasa tidak aman hanya karena kelalaian pengawasan,” ujarnya.
Holid menegaskan bahwa 33 tahun usia Kota Tangerang seharusnya mencerminkan kematangan tata kelola pemerintahan.
“Tiga puluh tiga tahun Kota Tangerang berdiri, tapi persoalan mendasar masih terus berulang. Jalan rusak, pembakaran liar, kabel semrawut ini bukan isu baru. Kami hadir untuk menagih komitmen, bukan janji,” tegas Holid di hadapan massa aksi.
Ia juga menyoroti satu tahun kepemimpinan wali kota saat ini sebagai periode yang harus diisi dengan terobosan konkret.
“Satu tahun kepemimpinan harus menjadi momentum perubahan nyata. Rakyat butuh bukti kerja, bukan panggung perayaan tanpa solusi,” lanjutnya.
Desakan Evaluasi dan Transparansi
SEMATA mendesak Pemerintah Kota Tangerang melakukan evaluasi terbuka terhadap kinerja dinas-dinas teknis, khususnya terkait infrastruktur dan lingkungan hidup.
Mereka juga meminta adanya transparansi anggaran serta target penyelesaian masalah yang terukur dan memiliki tenggat waktu jelas.
SEMATA menegaskan akan terus mengawal isu-isu tersebut hingga ada langkah konkret dari pemerintah daerah.
“Jika tidak ada respons dan perubahan nyata, kami siap kembali turun ke jalan dengan massa yang lebih besar,” tutup Holid.











