PW PII NTB Gelar Diskusi Publik: Soroti Fenomena FOMO Pada Pelajar

- Penulis

Minggu, 27 September 2026 - 18:51 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gelar Sharing dan Diskusi Publik, PW PII NTB Soroti Problematika Budaya Fomo Pada Pelajar (Foto: Istimewa)

Gelar Sharing dan Diskusi Publik, PW PII NTB Soroti Problematika Budaya Fomo Pada Pelajar (Foto: Istimewa)

MATARAM, PUSATBERITA – Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia (PW PII) Nusa Tenggara Barat Periode 2026-2028 menggelar kegiatan Sharing & Diskusi Publik dengan tema “Peran Pelajar dalam Menjaga Kearifan Budaya Lokal di Tengah Trend Modern: Dilema Antara Kesadaran dan FOMO”, pada Minggu (27/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Kantor DPRD Kota Mataram tersebut menghadirkan di hadiri oleh Husni Thamrin DPRD kota Mataram sekaligus Perhimpunan KB PII/Alumni PII dan tiga pemateri berkompeten di bidangnya yaitu Kanda Ahmad Nuralam selaku Kepala Museum NTB sebagai Pemateri 1, Kanda Syafril selaku Sekretaris Rektor Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) sebagai Pemateri 2, dan Kanda Yudistira selaku Ketua Umum PW KAMMI NTB sebagai pemateri 3.

Diskusi publik ini dihadiri oleh puluhan pelajar dari berbagai sekolah tingkat SMA/SMK/MA se-Kota Mataram bahkan lombok tengah serta perwakilan Organisasi Kepemudaan (OKP) se-NTB. Antusiasme peserta terlihat dari sesi tanya jawab yang berlangsung dinamis.

Dalam Sambutannya, Anggota DPRD Mataram Sekaligus KB PII, Husni Thamrin mengatakan bahwa PII harus kembali mengembalikan identitas pelajar, yaitu penjaga peradaban agar tidak tergerus budaya luar, terlebih khusus penjaga generasi Z dari fenomena Fomo ini.

“Harus mengembalikan peran pelajar Khususnya PII sebagai penjaga peradaban lokal agar tidak tergerus budaya luar, sekaligus merespons kegelisahan generasi Z terhadap lunturnya kearifan lokal akibat modernisasi dan fenomena FOMO,” tegasnya dalam Sambutan.

Ketua Umum PW PII NTB, Ahmad Fahrezi dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja PW PII NTB untuk menjawab kegelisahan generasi Z terhadap lunturnya nilai-nilai kearifan lokal akibat arus modernisasi dan fenomena Fear Of Missing Out (FOMO).

“Hari ini pelajar dihadapkan pada dua pilihan besar. Menjadi generasi yang sadar akan jati diri budayanya, atau menjadi generasi yang hanya ikut-ikutan tren modern tanpa filter. Melalui forum ini, PII NTB ingin mengembalikan peran pelajar sebagai penjaga peradaban lokal agar tidak tergerus oleh budaya luar,” ujar Ahmad Fahrezi.

Baca Juga :  Oknum Aparat di Tual Hilangkan Nyawa Pelajar, KIMIT-UNUSIA Desak Pengusutan Secara Transparan

Sesi Sharing dan Diskusi Publik

Sementara itu, Kepala Museum NTB, Ahmad Nuralam, menekankan bahwa NTB memiliki kekayaan budaya yang luar biasa, mulai dari tenun, tradisi Bau Nyale, hingga Peresean. Ia mengajak pelajar untuk tidak hanya bangga memakai budaya luar, tetapi harus menjadi duta budaya sendiri.

“Museum bukan tempat barang mati. Museum adalah pusat kesadaran sejarah. Jika pelajar NTB tidak mengenal budayanya sendiri, siapa lagi yang akan menjaga NTB di masa depan,” tegasnya.

Senada dengan itu, Sekretaris Rektor UMMAT, Kanda Syafril, menyoroti pentingnya literasi digital yang beretika. Menurutnya, modernisasi tidak harus dipertentangkan dengan kearifan lokal, melainkan harus disinergikan.

Ketua Umum PW KAMMI NTB, Kanda Yudistira, dalam perspektif gerakan mahasiswa menambahkan bahwa pelajar harus memiliki sikap kritis terhadap setiap tren yang datang. Ia menyebut FOMO telah membuat pelajar kehilangan nalar kritis dan identitas keislaman serta keindonesiaan.

Kegiatan ini ditutup dengan komitmen bersama untuk terus mengawal isu-isu kebudayaan dan kepemudaan di NTB. PW PII NTB juga membuka ruang kolaborasi dengan seluruh OKP untuk agenda lanjutan berupa diskusi terkait pelestarian budaya lokal di sekolah-sekolah.

PW PII NTB berharap, melalui diskusi ini, lahir pelajar-pelajar yang Sinergis, Kolaboratif, dan Progresif sesuai dengan tagline kepengurusan 2026-2028, komitmen untuk melakukan pembinaan terhadap pelajar juga menjadi salah satu hal utama.

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PWNU NTB Siap Jadi Panggung Muktamar NU
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 18:51 WIB

PW PII NTB Gelar Diskusi Publik: Soroti Fenomena FOMO Pada Pelajar

Rabu, 1 April 2026 - 20:24 WIB

PWNU NTB Siap Jadi Panggung Muktamar NU

Berita Terbaru

Gelar Sharing dan Diskusi Publik, PW PII NTB Soroti Problematika Budaya Fomo Pada Pelajar (Foto: Istimewa)

Nusa & Bali

PW PII NTB Gelar Diskusi Publik: Soroti Fenomena FOMO Pada Pelajar

Minggu, 27 Sep 2026 - 18:51 WIB

Aandika Pezri Mulia Tj (Foto/Dokumen Pribadi)

Jakarta

Wasekjend PB HMI Pertanyakan Dasar Surat Pendidikan Gibran

Sabtu, 26 Sep 2026 - 05:03 WIB

Presiden Prabowo Subianto dalam acara diskusi bersama sejumlah akademisi mengenai pengelolaan lahan gambut dan potensi kebakaran di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24/9/2026). (Sekretariat Presiden)

Nasional

Prabowo Kritik Perda soal Bakar Lahan: Ini Menipu

Jumat, 25 Sep 2026 - 20:12 WIB