‎Ruky Evana: Pengungkapan 46 Juta Butir Obat Keras Daftar G Bukti Keseriusan Polres Tangsel

- Penulis

Rabu, 5 Agustus 2026 - 22:16 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Bidang Agitasi dan Propaganda Eksekutif Wilayah Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Banten, Ruky Evana (Foto/Istimewa).

Ketua Bidang Agitasi dan Propaganda Eksekutif Wilayah Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Banten, Ruky Evana (Foto/Istimewa).

‎TANGERANG SELATAN, PUSATBERITA – Ketua Bidang Agitasi dan Propaganda Eksekutif Wilayah Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Banten, Ruky Evana, mengapresiasi keberhasilan Polres Tangerang Selatan mengungkap peredaran sekitar 46 juta butir obat keras daftar G yang diangkut menggunakan sebuah kendaraan dan diamankan di wilayah hukumnya.

‎Menurut Ruky, pengungkapan tersebut menunjukkan keseriusan aparat kepolisian dalam memberantas peredaran obat keras daftar G yang disalahgunakan dan berpotensi mengancam kesehatan serta keselamatan masyarakat, khususnya generasi muda.

‎”Keberhasilan ini menunjukkan aparat kepolisian bekerja secara nyata dalam melindungi masyarakat. Menggagalkan peredaran obat keras daftar G dalam jumlah besar berarti mencegah potensi penyalahgunaan yang dapat menimbulkan dampak luas,” kata Ruky.

‎Ia menilai pemberantasan peredaran obat keras daftar G tidak dapat hanya mengandalkan penegakan hukum. Upaya tersebut, menurut dia, harus diiringi edukasi, pengawasan, dan partisipasi aktif masyarakat agar penyalahgunaan obat keras dapat ditekan.

Baca Juga :  Gempa M7,7 NTT Dipicu Sesar Naik Busur Belakang Flores

‎Ruky juga mendorong kepolisian mengusut tuntas jaringan yang terlibat, mulai dari pemasok, distributor, hingga pihak lain yang diduga berperan dalam rantai peredarannya.

‎Sebagai organisasi mahasiswa, LMND Banten menyatakan siap mendukung langkah-langkah pencegahan melalui edukasi publik, kampanye penyadaran, dan kolaborasi dengan berbagai pihak. Menurutnya, sinergi antara aparat penegak hukum, pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam memutus mata rantai peredaran obat keras daftar G.

‎Ruky menegaskan, penggunaan istilah obat keras daftar G perlu dikedepankan sesuai klasifikasi hukum dan jenis barang bukti yang diungkap. Menurut dia, ketepatan penggunaan istilah penting untuk menjaga akurasi informasi sekaligus menghindari kekeliruan persepsi publik.

‎LMND Banten berharap keberhasilan pengungkapan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat upaya pemberantasan peredaran obat keras daftar G secara berkelanjutan demi melindungi masyarakat dan masa depan generasi bangsa.

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Relokasi PKL Pasar Anyar, Satpol PP Kota Tangerang Utamakan Dialog dan Solusi
Desakan Pemakzulan, Foto Gibran Diturunkan di DPRD DIY
KMHDI Apresiasi Ketegasan Polri Bongkar Dugaan Penyadapan Presiden: Desak Tiga Tersangka Segera Ditahan
Tiga Jenderal di Tetapkan Jadi Tersangka Dalam Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Dugaan Presiden Disadap Secara Ilegal, Eks Kapolri Masuk Daftar
Apel Pagi Kemenag Kota Tangerang, Kepala Kantor Tekankan Tiga Aspek Kedisiplinan Pegawai
Seni Betawi Semarakkan Hajatan Budaya Batuceper 2026
Benyamin Patondok Motivasi Mahasiswa IAKN Toraja: Bangun Disiplin, Kemandirian, dan Masa Depan Gemilang
Berita ini 28 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 12:03 WIB

Relokasi PKL Pasar Anyar, Satpol PP Kota Tangerang Utamakan Dialog dan Solusi

Rabu, 4 November 2026 - 12:59 WIB

Desakan Pemakzulan, Foto Gibran Diturunkan di DPRD DIY

Rabu, 4 November 2026 - 00:25 WIB

KMHDI Apresiasi Ketegasan Polri Bongkar Dugaan Penyadapan Presiden: Desak Tiga Tersangka Segera Ditahan

Selasa, 3 November 2026 - 20:31 WIB

Tiga Jenderal di Tetapkan Jadi Tersangka Dalam Kasus Penyadapan Presiden Prabowo

Selasa, 3 November 2026 - 16:53 WIB

Dugaan Presiden Disadap Secara Ilegal, Eks Kapolri Masuk Daftar

Berita Terbaru

Menko Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra (foto/istimewa)

Pilihan Redaksi

Mantan Presiden Bisa Diperiksa dalam Kasus Penyadapan

Rabu, 4 Nov 2026 - 18:10 WIB

Presiden Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri (Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Nasional

Yusril Ungkap Indikasi Makar di Balik Penyadapan Prabowo

Rabu, 4 Nov 2026 - 17:45 WIB

Foto: Yoyok/Humas Kemensetneg

Nasional

Skandal Penyadapan, Prabowo Copot Listyo Sigit

Rabu, 4 Nov 2026 - 13:19 WIB

Massa dari Forum Kebangsaan DIY menurunkan foto Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di ruang rapat DPRD DIY, sebagai bentuk protes sekaligus mendesak pemakzulan Gibran, rabu (24/11) siang (Foto/radioelshinta)

Yogyakarta

Desakan Pemakzulan, Foto Gibran Diturunkan di DPRD DIY

Rabu, 4 Nov 2026 - 12:59 WIB