SEMMI Tangerang: MBG Tak Cukup Dievaluasi, Saatnya Dihentikan

- Penulis

Senin, 8 Juni 2026 - 16:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMMI Tangerang Soroti MBG, Bukan sekedar di Evaluasi Tapi Harus di Berhentikan (Foto: Istimewa)

SEMMI Tangerang Soroti MBG, Bukan sekedar di Evaluasi Tapi Harus di Berhentikan (Foto: Istimewa)

TANGERANG, PUSATBERITA – Ketua Umum Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Tangerang, Topan Bagaskara, menilai pergantian Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) tidak boleh mengalihkan perhatian publik dari persoalan utama yang tengah dihadapi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurut Topan, pergantian pimpinan di tubuh BGN hanya menyentuh aspek struktural, sementara berbagai persoalan yang muncul selama pelaksanaan MBG menunjukkan adanya masalah yang lebih mendasar pada level kebijakan dan tata kelola program.

‎”Publik jangan terjebak pada pergantian figur. Persoalan utama yang harus dibahas adalah apakah Program Makan Bergizi Gratis masih layak untuk terus dijalankan. Sebab yang dihadapi hari ini bukan sekadar persoalan kepemimpinan, melainkan persoalan tata kelola, efektivitas program, pengawasan, dan penggunaan anggaran negara,” ujar Topan, Senin (8/6/2026).

‎Ia menegaskan bahwa banyaknya persoalan yang mengiringi pelaksanaan MBG seharusnya menjadi dasar bagi pemerintah untuk mengambil langkah yang lebih berani daripada sekadar melakukan evaluasi rutin.

‎”Menurut kami, MBG sudah tidak cukup hanya dievaluasi. Program ini perlu dihentikan sebagai langkah paling rasional agar pemerintah dapat melakukan audit dan peninjauan secara menyeluruh. Jangan sampai program terus dipaksakan berjalan sementara berbagai persoalan mendasar belum terselesaikan,” tegasnya.

‎Topan juga menyoroti munculnya dugaan keterlibatan sedikitnya 26 nama tokoh dari kalangan eksekutif, legislatif, hingga organisasi yang diduga ikut mengintervensi pelaksanaan program nasional tersebut.

‎Informasi tersebut, Topan berkata, harus ditelusuri secara serius oleh aparat penegak hukum dan lembaga pengawas untuk memastikan akuntabilitas penggunaan anggaran negara.

‎”Negara tidak boleh membiarkan program dengan anggaran besar tetap berjalan di tengah banyaknya pertanyaan yang belum terjawab. Penghentian justru memberikan ruang untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh tanpa tekanan target pelaksanaan program,” ungkap Topan.

‎Lebih lanjut, Topan mempertanyakan efektivitas penggunaan anggaran negara yang sangat besar untuk membiayai program tersebut. Menurutnya, setiap kebijakan yang menggunakan dana publik dalam jumlah besar harus mampu menunjukkan dampak yang terukur terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.

‎”Yang perlu dijawab pemerintah bukan siapa Kepala BGN yang baru, tetapi apakah triliunan rupiah yang digelontorkan untuk MBG benar-benar menghasilkan dampak yang signifikan terhadap kualitas gizi, produktivitas masyarakat, dan pembangunan sumber daya manusia,” ucapnya.

‎Topan kembal menegaskan, pergantian Kepala BGN tidak boleh menjadi gimik yang menggeser perhatian publik dari substansi persoalan yang sesungguhnya.

‎”Jangan sampai publik hanya disuguhi pergantian pejabat, sementara persoalan mendasar dalam pelaksanaan program tetap dibiarkan. Uang rakyat harus dikelola untuk kepentingan rakyat, bukan dipertahankan demi menjaga citra sebuah program,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kolaborasi Perumda TB–UI, Sachrudin: Wujudkan Pelayanan Air Bersih Makin Prima
Pemuda Muslim Provinsi Banten Apresiasi Polri Ungkap Kasus Dugaan Korupsi Jampidsus
Tingkatkan Kesiapsiagaan Darurat, RAPID Indonesia Gelar Pelatihan First Aid Basic di Bintaro
Ripan Ardiana, Aktivis LMND: Dukung Penuh Polri Usut Tuntas Dugaan Korupsi di Sektor Batu Bara
Gotong Royong Satukan Warga, LPM Desa Kramat Perkuat Semangat Kebersamaan
Perumda Tirta Benteng Perbaiki Kebocoran Pipa, Doddy Effendy: Pelayanan kepada Pelanggan Menjadi Prioritas
Tradisi Ngohtay, Penghormatan Tertinggi bagi Lima Generasi dalam Budaya Cina Benteng
TIDAR Kota Tangerang Gelar Khitan Gratis 200 Anak
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:25 WIB

Kolaborasi Perumda TB–UI, Sachrudin: Wujudkan Pelayanan Air Bersih Makin Prima

Minggu, 12 Juli 2026 - 18:11 WIB

Pemuda Muslim Provinsi Banten Apresiasi Polri Ungkap Kasus Dugaan Korupsi Jampidsus

Minggu, 12 Juli 2026 - 18:07 WIB

Tingkatkan Kesiapsiagaan Darurat, RAPID Indonesia Gelar Pelatihan First Aid Basic di Bintaro

Minggu, 12 Juli 2026 - 15:25 WIB

Gotong Royong Satukan Warga, LPM Desa Kramat Perkuat Semangat Kebersamaan

Jumat, 10 Juli 2026 - 16:04 WIB

Perumda Tirta Benteng Perbaiki Kebocoran Pipa, Doddy Effendy: Pelayanan kepada Pelanggan Menjadi Prioritas

Berita Terbaru