Ratusan Warga Pasir Cina Cianjur Tolak Alat Berat Proyek Geothermal

- Penulis

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Warga melakukan demonstrasi menolak Proyek Gheotermal (Istimewa)

Foto: Warga melakukan demonstrasi menolak Proyek Gheotermal (Istimewa)

‎KABUPATEN CIANJUR, PUSATBERITA – Gerakan Surya Kencana (GSK) bersama ratusan warga Kabupaten Cianjur kembali melakukan aksi penolakan tolak proyek Geothermal di wilayah Pasir Cina, Cipendawa, Kabupaten Cianjur pada, Rabu (14/1) 2026.

‎Aksi ini dipicu pasca masyarakat melihat masuknya alat berat yang menuju ke Kampung Atas Pasir Cina, Minggu dini hari lalu (11/1) 2026.

‎Hal ini disampaikan, Koordinator aksi, Aryo mengatakan warga kesal dengan keberadaan alat berat yang masuk tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu dari pihak terkait.

‎”[Warga] tidak ingin alat berat tersebut [eskavator] beroperasi,” ujar Aryo melalui sambungan telfon.

Sejumlah warga duduki alat berat [Eskavator] (foto: istimewa)
‎Setelah alat berat masuk, Aryo berkata, warga mencoba menempuh jalur audiensi dengan Badan Bermusyawaratan Desa [BPD] dan pihak Desa untuk membahas terkait alat berat.

‎”Warga berkumpul dan berangkat menuju Desa Cipendawa pukul 9 pagi,” lanjut Aryo

Baca Juga :  SEMMI Tangerang Gelar Dialog Pergerakan Terkait Konsep Kenegaraan HOS Tjokroaminoto 

‎Namun sangat disayangkan, ketika proses audiensi berlangsung, sejumlah warga menerima laporan bahwa alat berat yang keberadaanya sudah di lokasi secara diam-diam beroperasi.

‎“Iya saat itu juga kita langsung membubarkan diri dan lanjut ke lokasi alat berat yang berada di Pasir Cina paling ujung,” ungkap Aryo.

Lanjut Aryo, warga sepakat menyampaikan tuntutan utama ialah alat berat tersebut harus diturunkan dari akses desa dan titik pengeboran. Alhasil aksi tersebut membuahkan hasil, alat berat tersebut berhasil keluar dari titik lokasi.

‎Terakhir Aryo menyampaikannya jangan sampai ada kejadian hal yang serupa baik di daerah Pasir Cina maupun akses yang lain.

‎”Mau dari arah manapun jenis alat itu seperti apa tetap warga akan menolak seluruh aktivitas geothermal dari akses jalan ke akses titik pengeboran,” tutup Aryo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Chorinus Eric Nerokou Buka Workshop Litigation Skill, PLN Bahas Perkembangan KUHP-KUHAP Baru
Apresiasi Kesadaran Jamaah, Dinkes Kab. Bogor Intensifkan Pembinaan Kesehatan Haji
Dinkes Kab. Bogor Raih Predikat Pemilik Fasilitas Kesehatan Terluas di Jawa Barat
Dinkes Kab. Bogor Gelar Skrining TBC dan Radiologi Gratis bagi Warga Cicangkal
Sinergi Dinkes Kab. Bogor dan Summarecon Pulihkan Penglihatan Ratusan Warga
Pemberlakuan Kebijakan WFH, Volume Pengguna Commuter Line Alami Penurunan 9 Persen
Bupati Bogor: Fasilitas RSUD Leuwiliang Setara di Pusat
Bupati Bogor Beri Apresiasi Atas Capaian RSUD R Moh Noh Nur
Berita ini 72 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 23:21 WIB

Chorinus Eric Nerokou Buka Workshop Litigation Skill, PLN Bahas Perkembangan KUHP-KUHAP Baru

Jumat, 8 Mei 2026 - 18:10 WIB

Apresiasi Kesadaran Jamaah, Dinkes Kab. Bogor Intensifkan Pembinaan Kesehatan Haji

Jumat, 8 Mei 2026 - 18:06 WIB

Dinkes Kab. Bogor Raih Predikat Pemilik Fasilitas Kesehatan Terluas di Jawa Barat

Jumat, 8 Mei 2026 - 18:00 WIB

Dinkes Kab. Bogor Gelar Skrining TBC dan Radiologi Gratis bagi Warga Cicangkal

Jumat, 8 Mei 2026 - 16:38 WIB

Pemberlakuan Kebijakan WFH, Volume Pengguna Commuter Line Alami Penurunan 9 Persen

Berita Terbaru