Dugaan Pungli TPG di Lingkungan KKG Kota Tangerang, GMT Desak Investigasi dan Penindakan Tegas

- Penulis

Senin, 13 April 2026 - 19:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GMT Gelar Aksi di Depan Pusat Pemerintahan Kota Tangerang (Foto: Liputan/Pusat-Berita)

GMT Gelar Aksi di Depan Pusat Pemerintahan Kota Tangerang (Foto: Liputan/Pusat-Berita)

TANGERANG, PUSATBERITAGerakan Mahasiswa Tangerang (GMT) menyoroti dugaan praktik pungutan liar (pungli) yang terjadi di lingkungan Kelompok Kerja Guru (KKG) di Kota Tangerang.

KKG yang selama ini dikenal sebagai mitra strategis dari Kementerian Agama (Kemenag) dan Dinas Pendidikan Kota Tangerang, diduga justru menjadi wadah praktik yang mencederai dunia pendidikan, pada Senin (13/4/2026).

Koordinator Aksi, Aditya Nugraha mengatakan dalam orasinya bahwa sebagai mitra strategis, KKG seharusnya berperan dalam meningkatkan kualitas dan profesionalitas guru.

“Dinas Pendidikan memiliki tanggung jawab dalam fungsi pengawasan, pembinaan, serta penegakan aturan terhadap seluruh aktivitas pendidikan, termasuk yang berkaitan dengan organisasi profesi guru,” ujar Aditya dalam orasinya, Senin (13/4/2026).

Aditya menegaskan bahwa dunia pendidikan harus bersih dari praktik-praktik korupsi meski sekecil apapun nominalnya.

“Guru sebagai garda terdepan pendidikan tidak boleh menjadi korban dari sistem yang seharusnya melindungi dan menyejahterakan mereka,” tambah Aditya.

Senada dengan Koorlap, Orator lainnya, Ateng menegaskan bahwa tunjangan Profesi Guru (TPG) merupakan hak normatif guru sebagai bentuk penghargaan atas profesionalitas dan sertifikasi yang dimiliki. TPG diberikan oleh negara melalui mekanisme yang telah diatur secara resmi dan tidak boleh disertai pungutan dalam bentuk apapun.

“Namun, dalam praktik di lapangan, muncul dugaan kuat adanya pungutan liar (pungli) yang dilakukan oleh oknum dalam Kelompok Kerja Guru (KKG) di Kota Tangerang terhadap guru penerima TPG. Pungutan ini diduga dilakukan dengan dalih administrasi, koordinasi, atau biaya lainnya yang tidak memiliki dasar hukum,” ujar Ateng dalam orasinya.

Baca Juga :  Bangun Berkah Ramadhan Dema STISNU Nusantara Gelar Bagi Takjil

Menurut Ateng Praktik ini jelas mencederai prinsip keadilan, profesionalitas, serta integritas dunia pendidikan, sekaligus menjadi bentuk penyalahgunaan kewenangan yang mengarah pada tindak pidana.

Tuntutan Gerakan Mahasiswa Tangerang (GMT)

Adapun Tuntutan dalam Aksi tersebut sebagai berikut:

  1. Menuntut Kementerian Agama dan Dinas Pendidikan Kota Tangerang untuk menginvestigasi segala bentuk dugaan praktik pungli di lingkungan masing-masing.
  2. Meminta Kemenag dan Dinas Pendidikan untuk membubarkan KKG dan MGMP yang diduga kuat dijadikan sebagai wadah pungli dengan dalih uang kebersamaan ataupun kas organisasi.
  3. Mendorong Kemenag dan Dinas Pendidikan untuk memberikan teladan sebagai institusi pendidik yang menjunjung tinggi integritas.
  4. Meminta Kejaksaan Negeri Tangerang untuk mengusut tuntas dugaan pungli yang merugikan para guru.
  5. Meminta Kejaksaan Negeri Tangerang untuk memeriksa Kepala Dinas Pendidikan, Sekretaris Dinas Pendidikan, Kepala Bidang PTK Dinas Pendidikan, Kepala Kemenag, dan Kasi PAIS atas dugaan keterlibatan maupun pembiaran praktik pungli.
  6. Menuntut Kepala Bidang PTK Dinas Pendidikan dan Kasi PAIS Kemenag Kota Tangerang untuk mundur dari jabatannya karena dinilai tidak mampu menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal terhadap KKG maupun MGMP.

Menutup aksi, Aditya dengan tegas mengatakan GMT akan terus mengawal isu ini hingga ada kejelasan hukum dan tindakan nyata dari pihak berwenang.

“Kami tidak akan tinggal diam. Jika dugaan ini benar, maka ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap dunia pendidikan dan harus ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gerakan Pemuda Al-Wasliyah Kawal Atlet Berprestasi Gagal Masuk SMA
Tunggu Tanggal Mainnya: Komunitas Sastra Tangerang Selatan Gelar Drama Puisi Mengenang 100 Hari Kepulangan Uki Bayu Sedjati
Kelurahan Kunciran Terima Kelompok KKN UMT, Dorong Program Kampung Cerdas Lingkungan
BEM PTNU Pandeglang dan Forum Genre Sosialisasikan Pencegahan Kenakalan Remaja di Sekolah
Klaim SHGB Dipersoalkan, Warga Rumpaksinang Desak DPRD Buka Fakta
FKIP UNIS Gelar Visiting Lecturer, Perkuat Kompetensi Global Calon Guru Bahasa Inggris
Samsuni Kembali Terpilih Pimpin PK Golkar Kecamatan Benda Periode 2026–2031
ASN PPPK Teknis Kota Tangerang Gelar Aksi Damai, Sampaikan Aspirasi Demi Keadilan dan Kesejahteraan
Berita ini 116 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:53 WIB

Gerakan Pemuda Al-Wasliyah Kawal Atlet Berprestasi Gagal Masuk SMA

Rabu, 22 Juli 2026 - 20:23 WIB

Tunggu Tanggal Mainnya: Komunitas Sastra Tangerang Selatan Gelar Drama Puisi Mengenang 100 Hari Kepulangan Uki Bayu Sedjati

Rabu, 22 Juli 2026 - 20:04 WIB

Kelurahan Kunciran Terima Kelompok KKN UMT, Dorong Program Kampung Cerdas Lingkungan

Senin, 20 Juli 2026 - 21:23 WIB

BEM PTNU Pandeglang dan Forum Genre Sosialisasikan Pencegahan Kenakalan Remaja di Sekolah

Senin, 20 Juli 2026 - 19:44 WIB

Klaim SHGB Dipersoalkan, Warga Rumpaksinang Desak DPRD Buka Fakta

Berita Terbaru

Panggung utama pembukaan MTQ XXV Tingkat Kota Tangerang di Kecamatan Ciledug, Senin (27/7/2026). (PUSATBERITA/Topan Bagaskara).

Daerah

MTQ XXV Kota Tangerang, Perkuat Pembinaan Generasi Qur’ani

Selasa, 28 Jul 2026 - 01:46 WIB

Bareskrim Polri menangkap Kasat Narkoba Polres Tangerang Selatan bersama tujuh personel polisi terkait dugaan kasus narkotika. Foto: ilustrasi/Gedung Bareskrim Polri

Daerah

Kasat Narkoba Polres Tangsel Ditangkap Bareskrim Polri

Senin, 27 Jul 2026 - 12:22 WIB

Kepuasan Publik terhadap Kinerja Prabowo Turun 30 Persen (foto/istimewa).

Nasional

‎Survei SMRC: Kepuasan terhadap Prabowo Terjun ke 51 Persen

Senin, 27 Jul 2026 - 11:54 WIB