‎Poros Intelektual Muda Laporkan Dugaan Mark-up Sewa Gedung KCD Pendidikan ke Inspektorat Banten

- Penulis

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:50 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi laporan dugaan pelanggaran anggaran sewa gedung KCD Pendidikan yang dilaporkan PIM kepada Inspektorat Provinsi Banten (Foto: Ilustrasi/Pusat-Berita.com)

Ilustrasi laporan dugaan pelanggaran anggaran sewa gedung KCD Pendidikan yang dilaporkan PIM kepada Inspektorat Provinsi Banten (Foto: Ilustrasi/Pusat-Berita.com)

‎TANGERANG, PUSATBERITA – Poros Intelektual Muda (PIM) melaporkan dugaan penyimpangan anggaran sewa gedung Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan dan Kebudayaan Wilayah Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan kepada Inspektorat Provinsi Banten. Laporan itu menyangkut dugaan mark-up harga sewa gedung pada Tahun Anggaran 2025.

‎Laporan bernomor 012/PIM-P/KSBI/VII/26 itu disampaikan kepada Kepala Inspektorat Daerah Provinsi Banten, Sitti Maani Nina, pada Selasa, 28 Juli 2026.

‎Ketua Umum PIM Daniel Nainggolan mengatakan laporan tersebut merupakan bentuk partisipasi masyarakat dalam mengawal tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel.

‎”Kami tidak ingin membangun opini atau menghakimi siapa pun. Yang kami dorong adalah adanya audit investigatif yang independen agar seluruh proses penggunaan anggaran dapat dipastikan sesuai ketentuan. Jika memang tidak ada pelanggaran, tentu itu juga harus disampaikan kepada publik. Namun jika ditemukan penyimpangan, harus diproses sesuai hukum yang berlaku,” kata Daniel dalam keterangannya, Selasa, 28 Juli 2026.

‎Dalam laporannya, PIM menyebut realisasi anggaran sewa gedung KCD Pendidikan mencapai Rp290 juta per tahun.

‎Berdasarkan hasil penelusuran dan survei lapangan yang dilakukan organisasi tersebut, harga sewa gedung dengan spesifikasi yang dinilai setara di sekitar lokasi berada pada kisaran Rp150 juta per tahun.

‎PIM memperkirakan terdapat selisih sekitar Rp140 juta antara nilai realisasi anggaran dan harga pasar. Organisasi itu menilai selisih tersebut perlu ditelusuri melalui pemeriksaan yang dilakukan aparat pengawas internal pemerintah.

Baca Juga :  Akun Instagram Gubenur Banten Diserbu Netizen Buntut Kepsek Tampar Siswa

‎Selain menguraikan dugaan penyimpangan, PIM juga mencantumkan sejumlah dasar hukum, di antaranya Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2021 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, PP Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, serta Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 juncto UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

‎Daniel menegaskan laporan tersebut merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial masyarakat terhadap penggunaan anggaran publik.

‎”Kami berharap Inspektorat Provinsi Banten bekerja secara profesional, objektif, dan transparan. Tujuan kami sederhana, yakni memastikan setiap rupiah uang negara digunakan secara efektif, efisien, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat,” ucap Daniel.

‎Melalui surat itu, PIM meminta Inspektorat Provinsi Banten melakukan audit investigatif terhadap proses penetapan harga sewa, pemilihan penyedia, hingga pencairan anggaran sewa gedung KCD Pendidikan.

‎PIM juga meminta pemeriksaan terhadap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), dan penyedia jasa sewa gedung. Apabila ditemukan indikasi kerugian keuangan negara atau tindak pidana korupsi, PIM meminta hasil pemeriksaan diteruskan kepada aparat penegak hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bank Muamalat dan BMM Salurkan Beasiswa Rp66 Juta untuk Bantuan Pendidikan
PIM Tagih Keseriusan Polri Usut Tuntas Penyadapan Presiden
Relokasi PKL Pasar Anyar, Satpol PP Kota Tangerang Utamakan Dialog dan Solusi
Desakan Pemakzulan, Foto Gibran Diturunkan di DPRD DIY
KMHDI Apresiasi Ketegasan Polri Bongkar Dugaan Penyadapan Presiden: Desak Tiga Tersangka Segera Ditahan
Tiga Jenderal di Tetapkan Jadi Tersangka Dalam Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Dugaan Presiden Disadap Secara Ilegal, Eks Kapolri Masuk Daftar
Apel Pagi Kemenag Kota Tangerang, Kepala Kantor Tekankan Tiga Aspek Kedisiplinan Pegawai
Berita ini 22 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 19:04 WIB

Bank Muamalat dan BMM Salurkan Beasiswa Rp66 Juta untuk Bantuan Pendidikan

Jumat, 6 November 2026 - 18:48 WIB

PIM Tagih Keseriusan Polri Usut Tuntas Penyadapan Presiden

Kamis, 5 November 2026 - 12:03 WIB

Relokasi PKL Pasar Anyar, Satpol PP Kota Tangerang Utamakan Dialog dan Solusi

Rabu, 4 November 2026 - 12:59 WIB

Desakan Pemakzulan, Foto Gibran Diturunkan di DPRD DIY

Rabu, 4 November 2026 - 00:25 WIB

KMHDI Apresiasi Ketegasan Polri Bongkar Dugaan Penyadapan Presiden: Desak Tiga Tersangka Segera Ditahan

Berita Terbaru

Daniel H Nainggolan, Ketua Umum Poros Intelektual Muda (Foto/ist)

Jakarta

PIM Tagih Keseriusan Polri Usut Tuntas Penyadapan Presiden

Jumat, 6 Nov 2026 - 18:48 WIB

Menko Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra (foto/istimewa)

Pilihan Redaksi

Mantan Presiden Bisa Diperiksa dalam Kasus Penyadapan

Rabu, 4 Nov 2026 - 18:10 WIB

Presiden Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri (Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Nasional

Yusril Ungkap Indikasi Makar di Balik Penyadapan Prabowo

Rabu, 4 Nov 2026 - 17:45 WIB