Mengenal Istilah Quit Quitting Fenomena Gen Z di Dunia Kerja

- Penulis

Jumat, 27 Juni 2025 - 01:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

PUSATBERITA – Pernah dengar istilah quiet quitting? Meski terdengar seperti aksi diam-diam mengundurkan diri, sebenarnya bukan itu maksudnya. Fenomena ini menggambarkan sikap karyawan yang bekerja sesuai kontrak saja tidak lebih, tidak kurang. Mereka menolak lembur tanpa bayaran, enggan mengejar promosi yang menyita waktu dan energi, serta memilih menjaga keseimbangan hidup di luar pekerjaan.

Fenomena quiet quitting pertama kali mencuat di Amerika Serikat pada tahun 2022 dan kini mulai merambah ke berbagai belahan dunia, termasuk Jepang dan Indonesia. Di tengah budaya kerja keras yang sudah mendarah daging, perubahan ini menjadi semacam “pemberontakan halus” dari para pekerja, terutama generasi muda.

Survei terbaru dari Mynavi di Jepang mengungkap bahwa sekitar 45% pekerja kebanyakan dari generasi muda memilih menyelesaikan pekerjaan hanya sebatas kewajiban minimum. Mereka tak lagi memprioritaskan kenaikan jabatan jika itu berarti harus mengorbankan waktu bersama keluarga, menjalani hobi, atau sekadar menikmati istirahat.

Baca Juga :  Sebanyak 1.914 Jiwa Ngungsi di GOR Gembor Akibat Tanggul Kali Sabi Jebol

Di Indonesia, tanda-tanda tren serupa mulai terlihat. Banyak anak muda mulai mempertanyakan makna “kerja keras” dan menolak untuk terus menjadi roda penggerak dalam mesin korporasi yang tak pernah berhenti. Alih-alih memburu prestasi di tempat kerja, mereka lebih fokus menjaga kesehatan mental dan membangun kualitas hidup yang seimbang.

Fenomena quiet quitting bukan soal kemalasan, melainkan bentuk kesadaran baru akan batas. Bagi sebagian orang, hidup tak lagi hanya soal pekerjaan. Dan mungkin, inilah cara generasi baru untuk bertahan di tengah dunia kerja yang makin menuntut dengan cara mereka sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PERUMDA TKR Kab Tangerang Pastikan Air Aman dan Layak Konsumsi
Tak Kunjung Diperbaiki, Sawah Warga Tercemar Akibat IPAL
Wawan Fauzi Buka Suara Terkait Pencemaran Air Lindi TPA Rawa Kucing
Air Lindi TPA Rawa Kucing Tangerang Cemarkan Drainase Sawah
Banjir Bandang Landa Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Akibat Hujan Lebat
Dinkes Tangerang Kerahkan Layanan Jemput Bola Korban Banjir
Maryono Hasan: Pemerintah Sudah Dirikan 20 Titik Posko Bencana 
Sebanyak 1.914 Jiwa Ngungsi di GOR Gembor Akibat Tanggul Kali Sabi Jebol
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 12 Februari 2026 - 17:49 WIB

PERUMDA TKR Kab Tangerang Pastikan Air Aman dan Layak Konsumsi

Selasa, 10 Februari 2026 - 01:22 WIB

Tak Kunjung Diperbaiki, Sawah Warga Tercemar Akibat IPAL

Senin, 2 Februari 2026 - 18:28 WIB

Wawan Fauzi Buka Suara Terkait Pencemaran Air Lindi TPA Rawa Kucing

Senin, 26 Januari 2026 - 00:10 WIB

Air Lindi TPA Rawa Kucing Tangerang Cemarkan Drainase Sawah

Minggu, 25 Januari 2026 - 14:14 WIB

Banjir Bandang Landa Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Akibat Hujan Lebat

Berita Terbaru