Banjir Rendam Sambirata Cibeber, Warga Keluhkan Minimnya Respons Pemerintah

- Penulis

Minggu, 11 Januari 2026 - 18:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banjir redam rumah warga sampai pinggang orang dewasa di sambirata, kecamatan Cibeber, Cilegon

Banjir redam rumah warga sampai pinggang orang dewasa di sambirata, kecamatan Cibeber, Cilegon

CILEGON, PUSATBERITA— Hujan deras yang mengguyur tanpa henti sejak pagi hingga sore hari pada Minggu (11/1/2026) kembali menyebabkan banjir di Kelurahan Sambirata, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon. Genangan air berwarna cokelat pekat tampak memenuhi jalan utama permukiman, merendam rumah warga, pertokoan, hingga area pertokoan modern seperti minimarket.

Menurut warga, banjir kali ini dipicu oleh tingginya curah hujan serta luapan Sungai Mancak dan Sungai Warnasari yang membawa debit air besar ke kawasan pemukiman. Arus air mengalir cepat ke jalan-jalan utama sehingga mengganggu aktivitas masyarakat. Beberapa pemilik rumah bahkan memasang papan di depan pintu untuk menahan air agar tidak masuk lebih dalam.

Pantauan di lapangan menunjukkan warga, termasuk anak-anak, terpaksa melintasi jalan yang telah berubah menjadi aliran sungai kecil. Ketinggian air mencapai betis hingga lutut, merendam akses jalan serta kendaraan roda dua yang terparkir di depan pertokoan. Beberapa pedagang dan warga masih bertahan di depan bangunan sambil memantau kondisi air yang belum menunjukkan tanda-tanda surut.

Banjir ini merupakan kejadian kedua dalam waktu berdekatan, setelah peristiwa serupa terjadi pada akhir Desember 2025. Derasnya volume air dan cepatnya luapan dari dua sungai di sekitar wilayah menjadi ancaman yang terus berulang bagi warga Sambirata. Mereka berharap adanya langkah pencegahan jangka panjang dari pemerintah untuk mengatasi banjir musiman ini.

Baca Juga :  Tancap Gas! DMI Kota Tangerang Periode 2026–2031 Turun Ke kampung, Serap Aspirasi DKM Se-kota

Namun, warga menilai respons pemerintah setempat masih minim. Hingga Minggu malam, belum terlihat upaya signifikan dari perangkat kelurahan maupun kecamatan untuk memberikan solusi atas persoalan banjir yang terus terjadi.

“Saat ini yang terlihat hanya BPBD Cilegon yang turun cepat mengevakuasi warga. Kalau ditanya lurah dan camat ada di mana, kami juga tidak tahu apa yang sedang mereka lakukan,” ungkap salah satu warga.

Darman, warga yang rumahnya kembali terendam hingga bagian dalam, mengeluhkan bahwa pemerintah hanya datang melakukan pengecekan dan memberikan sembako tanpa tindak lanjut yang jelas.

“Ini banjir sudah sampai ketiga kalinya. Pertama tahun 2018 airnya sampai dada orang dewasa. Respon pemerintah juga cuma kirim sembako dan kontrol saja, tidak ada tindak lanjutnya. Kami berharap dibuatkan saluran air lagi supaya banjir tidak terus terjadi,” keluhnya.

Warga berharap bantuan dan upaya evakuasi dapat dilakukan lebih cepat, serta pemerintah hadir secara langsung untuk meninjau lokasi dan memberikan penanganan yang lebih sigap.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemudik Nyasar Ikuti Google Maps Masuk Jalur Irigasi
Takbir Keliling 1447 H Desa Kramat Berlangsung Meriah, Pemuda Tunjukkan Kreativitas
Aliansi Organda Se-Jakarta Kecam Keras Dugaan Keterlibatan Prajurit TNI Dalam Kasus Penyiraman Air Keras Terhadap Aktivis KontraS
Komunitas Family Blue Paradise Gelar Santunan Anak Yatim dan Buka Puasa Bersama, Perkuat Kepedulian Sosial
BMM Gelar Penyaluran Program Sembako Pejuang keluarga, Bingkisan Lebaran Ceria di Makassar
Penampakan Parkir Liar di Area Stasiun Batuceper
SEMMI Tangerang Soroti Kantor Satpol PP Tutup di Jam Kerja
Nara JW Law Firm bersama Erawijaya Consultant dan PB PII Gelar Santunan Anak Yatim
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 22 Maret 2026 - 17:25 WIB

Pemudik Nyasar Ikuti Google Maps Masuk Jalur Irigasi

Kamis, 19 Maret 2026 - 22:53 WIB

Takbir Keliling 1447 H Desa Kramat Berlangsung Meriah, Pemuda Tunjukkan Kreativitas

Rabu, 18 Maret 2026 - 19:55 WIB

Komunitas Family Blue Paradise Gelar Santunan Anak Yatim dan Buka Puasa Bersama, Perkuat Kepedulian Sosial

Rabu, 18 Maret 2026 - 14:33 WIB

BMM Gelar Penyaluran Program Sembako Pejuang keluarga, Bingkisan Lebaran Ceria di Makassar

Rabu, 18 Maret 2026 - 03:47 WIB

Penampakan Parkir Liar di Area Stasiun Batuceper

Berita Terbaru

Pemudik saat dievakuasi Damkar akibat nyasar Ikuti Google Maps (foto: istimewa).

Daerah

Pemudik Nyasar Ikuti Google Maps Masuk Jalur Irigasi

Minggu, 22 Mar 2026 - 17:25 WIB

Sekolah Radio Telegrafis Udara. (Foto: Dok. Instagram @sejarah_tniau).

Sejarah

Sejarah Sekolah Radio Telegrafis Udara Indonesia

Minggu, 22 Mar 2026 - 14:13 WIB