Deklarasi Perhimpunan Ojol Menuai Kritik: Terkesan Omon-Omon

- Penulis

Minggu, 14 Desember 2025 - 10:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Deklarasi Perhimpunan Ojol Menuai Kritik (foto/istimewa).

Deklarasi Perhimpunan Ojol Menuai Kritik (foto/istimewa).

‎TANGERANG, PUSATBERITA – Ratusan pengemudi ojek online (ojol) hadir dalam gelar “Deklarasi: Sosialisasi & Pembuatan Kartu BPJS Ketenagakerjaan” yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Ojek Online (02) di Gedung KNPI Kota Tangerang pada Sabtu,13 Desember 2025.

‎Hal ini disampaikan oleh Indra, Kepala Bidang Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan yang turut hadir memberikan sosialisasi seputar BPJS Ketenagakerjaan.

‎Dengan menjadi peserta, kata dia, seluruh biaya perawatan pengemudi yang mengalami kecelakaan akan ditanggung BPJS Ketenagakerjaan hingga sembuh, tanpa batasan.

‎Selain itu, BPJS Ketenagakerjaan juga menyediakan santunan kematian sebesar Rp70 juta bagi pengemudi ojol yang meninggal dunia akibat kecelakaan.

‎”Kami juga memberikan beasiswa bagi dua anak dari peserta yang meninggal dunia, nilainya total Rp174 juta sampai jenjang perguruan tinggi,” kata Indra.

Ratusan ojol memadati Gedung KNPI Kota Tangerang untuk mendengar sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan, Sabtu (13/2) 2025 (foto/istimewa).

‎Selanjutnya, Ketua Umum Perhimpunan Ojek Online (O2) Cecep Saripudin menyambut baik langkah BPJS Ketenagakerjaan dalam memperluas perlindungan bagi para pengemudi ojol.

‎”Selama ini [Ojol] sebagai pekerja yang paling berisiko, sebab mobilitas selalu di jalan, akan tetapi selama ini mereka tidak mendapat jaminan keselamatan atau perlindungan memadai dari aplikator,” tegas Cecep.

Baca Juga :  Heroik! Emak-Emak Cegah Massa Jarah Mobil: Jangan Rusak Perjuangan

‎Deklarasi Terkesan Omon-Omon

‎Hal ini disoroti Aktivis Sosial dan Demokrasi, Rizkal menilai bahwa deklarasi tersebut terkesan menjual mimpi. Apalagi, Rizkal berkata, para pengemudi saat ini sedang berjuang penurunan potongan komisi dari 20 persen menjadi 10 persen.

‎”Ujung dari semuanya ini tidak gratis, sebab driver tetap harus membayar iuran setiap bulan ke BPJS,” ucap Rizkal saat dimintai keterangan.

‎Rizkal juga menyindir konsep acara yang dinilai kurang matang. Menurutnya, acara ini harus dibangun dengan dukungan dari segala aspek. Sebab kata Rizkal, ini menyangkut harapan dari para pengemudi terkait jaminan keselamatan.

‎”Acaranya seperti marketing dagang, saya heran kenapa pihak BPJS yang datang itu tidak dari kantor BPJS Kota Tangerang,” tandas Rizkal.

‎Harusnya setiap daerah, Rizkal berkata, ada keterlibatan dari pihak BPJS Ketenagakerjaan setempat agar memang perhimpunan ini sudah berkoordinasi dengan BPJS Ketenagakerjaan.

‎Menurut Rizkal, ini yang menjadi dugaan adanya permainan dari sekelompok orang yang ingin memanfaatkan penderitaan para pengemudi ojol.

‎”Saya harap ini tidak omon-omon, jika mereka [Perhimpunan O2] tetap meminta para driver membayar setiap bulan ini tidak ada bedanya dengan potongan yang diberikan aplikator,” tutup Rizkal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Efek Program MBG Guru Hilang Kontrak Hingga Digaji Rp50 Ribu
BIN Waspadai Reformasi Jilid II, Mahasiswa Tetap Turun ke Jalan
Pengamat: Tekanan Ekonomi Semakin Besar di Tengah Naiknya Harga BBM
Beroepaya Hadirkan Urban Bolang Vol. 6, Tebar Manfaat di Kasepuhan Cibedug
SEMMI Tangerang: Pergantian Kepala BGN Lebih Tepat Disebut Politik Promosi
‎Harga BBM Juni 2026: Pertamax Turbo Tembus Rp20.750 per Liter
LBH GP Ansor Pusat Desak Penahanan Tersangka Kasus Penganiayaan Banser Rida
‎BEM UIC Soroti Prabowo Pertahankan Listyo Sigit di Tengah Kritik Publik
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 19:27 WIB

Efek Program MBG Guru Hilang Kontrak Hingga Digaji Rp50 Ribu

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:18 WIB

BIN Waspadai Reformasi Jilid II, Mahasiswa Tetap Turun ke Jalan

Rabu, 10 Juni 2026 - 16:15 WIB

Pengamat: Tekanan Ekonomi Semakin Besar di Tengah Naiknya Harga BBM

Rabu, 3 Juni 2026 - 15:30 WIB

Beroepaya Hadirkan Urban Bolang Vol. 6, Tebar Manfaat di Kasepuhan Cibedug

Selasa, 2 Juni 2026 - 23:56 WIB

SEMMI Tangerang: Pergantian Kepala BGN Lebih Tepat Disebut Politik Promosi

Berita Terbaru

Abdul Hakim, Direktur Center for Resistance and Liberation Studies STISNU Nusantara Kota Tangerang (foto/istimewa)

Opini

Budaya, Identitas, dan Aktivasi Ruang di Indarung

Senin, 22 Jun 2026 - 13:51 WIB