HUT Banten Ke 25 Diwarnai Unjuk Rasa Mahasiswa

- Penulis

Minggu, 5 Oktober 2025 - 13:45 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BEM Nusantara Provinsi Banten Saat Ditemui Perwakilan Pemprov Banten di KP3B (Dok. Ist)

BEM Nusantara Provinsi Banten Saat Ditemui Perwakilan Pemprov Banten di KP3B (Dok. Ist)

SERANG, PUSATBERITA — Hujan deras tak menyurutkan langkah mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Nusantara (BEM NUS) Provinsi Banten untuk turun ke jalan. Bertempat di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), aksi ini digelar dalam rangka memperingati 25 tahun Provinsi Banten bukan dengan pesta, tapi dengan perlawanan. Pada Sabtu (04/09/2025)

Dalam aksi damai ini, mahasiswa menyuarakan berbagai persoalan yang dianggap luput dari perhatian pemerintah. Isu utama yang diangkat adalah pendidikan, yang menurut mereka masih jauh dari kata merata dan adil.

Qolby Yusuf, Koordinator BEM NUS Banten, menyebut bahwa program sekolah gratis di Banten belum sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat.

“Hasil kajian kami menunjukkan bahwa program sekolah gratis di Banten belum berjalan merata. Banyak sekolah swasta tingkat SLTA yang tidak tersentuh bantuan, sementara infrastruktur dan kesejahteraan guru juga masih jauh dari ideal,” ungkap Qolby.

Lebih lanjut, tak hanya soal pendidikan, mahasiswa juga menyoroti konflik agraria, ketimpangan layanan kesehatan, serta kerusakan lingkungan yang terus dibiarkan oleh pemerintah.

“Pemerintah harus hadir dan berpihak pada rakyat. Jangan biarkan kebijakan hanya menguntungkan segelintir elit,” tegas Qolby.

Ditempat yang sama, M. Nuril Huda, Sekretaris Daerah BEM NUS Banten, menambahkan bahwa gerakan ini bukan semata-mata aksi simbolik, tapi bentuk pengingat bahwa 25 tahun usia Banten seharusnya menjadi waktu untuk evaluasi, bukan euforia.

“Usia 25 tahun seharusnya menjadi momentum refleksi dan evaluasi. Kami menuntut pemerintah agar memperhatikan kesejahteraan rakyat, bukan hanya sibuk dengan seremonial,” ujarnya.

Baca Juga :  Mahasiswa Cilegon: Kekerasan Aparat Adalah Pengkhianatan Reformasi 

Sementara itu, di tengah guyuran hujan yang semakin deras, Nazario Delima Adventus, Presiden Mahasiswa UNIPI, menutup orasi dengan suara lantang yang menggugah semangat massa aksi.

“Di usia 25 tahun Provinsi Banten, Banten bukan hanya tentang gedung-gedung tinggi atau angka-angka pembangunan. Banten adalah tentang kami rakyatnya. Dan selama 25 tahun ini, kami ingin diyakini bahwa suara kami didengar, langkah kami dihargai, dan masa depan kami diperjuangkan. Di usia seperempat abad ini, mari kita pastikan bahwa Banten tetap berpijak pada suara rakyat. Karena hanya dengan begitu, keadilan dan kemajuan bisa benar-benar hidup di tanah ini.”

Dalam aksinya, BEM NUS Banten membawa enam poin tuntutan yang dibungkus dalam sebuah Pakta Integritas, sebagai bentuk komitmen bersama antara mahasiswa dan pemerintah daerah:

  1. Evaluasi total 25 tahun Provinsi Banten secara terbuka dan akuntabel.
  2. Pemberantasan korupsi serta audit proyek-proyek publik bermasalah.
  3. Perbaikan layanan dasar dan infrastruktur publik.
  4. Penegakan hukum atas persoalan lingkungan dan kelalaian pemerintah.
  5. Pemerataan dan inklusi pendidikan bagi seluruh masyarakat.
  6. Akses pendidikan berkualitas hingga ke pelosok tanpa diskriminasi.

Pakta integritas ini secara simbolis ditandatangani oleh perwakilan Pemerintah Provinsi Banten dan mahasiswa BEM Nusantara, sebagai bentuk komitmen bersama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih transparan, inklusif, dan berpihak pada rakyat, turut hadir menemui massa aksi Ketua DPRD Banten, Sekda Banten serta Kapolda Banten.


Artikel Lain: Pelantikan SEMMI Cilegon Jadi Momentum Peran Mahasiswa Muslim Hadapi Tantangan Zaman 

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bank Muamalat dan BMM Salurkan Beasiswa Rp66 Juta untuk Bantuan Pendidikan
PIM Tagih Keseriusan Polri Usut Tuntas Penyadapan Presiden
Relokasi PKL Pasar Anyar, Satpol PP Kota Tangerang Utamakan Dialog dan Solusi
Desakan Pemakzulan, Foto Gibran Diturunkan di DPRD DIY
KMHDI Apresiasi Ketegasan Polri Bongkar Dugaan Penyadapan Presiden: Desak Tiga Tersangka Segera Ditahan
Tiga Jenderal di Tetapkan Jadi Tersangka Dalam Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Dugaan Presiden Disadap Secara Ilegal, Eks Kapolri Masuk Daftar
Apel Pagi Kemenag Kota Tangerang, Kepala Kantor Tekankan Tiga Aspek Kedisiplinan Pegawai
Berita ini 10 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 19:04 WIB

Bank Muamalat dan BMM Salurkan Beasiswa Rp66 Juta untuk Bantuan Pendidikan

Jumat, 6 November 2026 - 18:48 WIB

PIM Tagih Keseriusan Polri Usut Tuntas Penyadapan Presiden

Kamis, 5 November 2026 - 12:03 WIB

Relokasi PKL Pasar Anyar, Satpol PP Kota Tangerang Utamakan Dialog dan Solusi

Rabu, 4 November 2026 - 12:59 WIB

Desakan Pemakzulan, Foto Gibran Diturunkan di DPRD DIY

Rabu, 4 November 2026 - 00:25 WIB

KMHDI Apresiasi Ketegasan Polri Bongkar Dugaan Penyadapan Presiden: Desak Tiga Tersangka Segera Ditahan

Berita Terbaru

Daniel H Nainggolan, Ketua Umum Poros Intelektual Muda (Foto/ist)

Jakarta

PIM Tagih Keseriusan Polri Usut Tuntas Penyadapan Presiden

Jumat, 6 Nov 2026 - 18:48 WIB

Menko Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra (foto/istimewa)

Pilihan Redaksi

Mantan Presiden Bisa Diperiksa dalam Kasus Penyadapan

Rabu, 4 Nov 2026 - 18:10 WIB

Presiden Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri (Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Nasional

Yusril Ungkap Indikasi Makar di Balik Penyadapan Prabowo

Rabu, 4 Nov 2026 - 17:45 WIB