IMC Gelar Refleksi September Hitam, Desak Tuntaskan Pelanggaran HAM 

- Penulis

Selasa, 30 September 2025 - 21:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa Cilegon refleksi 30 September tuntut tuntas pelanggaran HAM

Mahasiswa Cilegon refleksi 30 September tuntut tuntas pelanggaran HAM

Cilegon, PUSATBERITA – Ikatan Mahasiswa Cilegon (IMC) menggelar refleksi memperingati tragedi Gerakan 30 September sekaligus momentum September Hitam sebagai pengingat luka sejarah bangsa. Dalam kegiatan yang berlangsung di Landmark Cilegon pada Senin (30/9/2025). Para mahasiswa menegaskan pentingnya menuntaskan kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM) masa lalu dan menolak segala bentuk represi terhadap gerakan rakyat.

Ketua Umum IMC, Ahmad Maki menekankan bahwa, September tidak hanya identik dengan tragedi 1965, tetapi juga mengingatkan publik pada rentetan peristiwa kelam seperti pembunuhan aktivis Munir, kasus Salim Kancil, tragedi Tanjung Priok, serta penembakan mahasiswa dalam peristiwa Semanggi I dan II.

Menurutnya, peristiwa-peristiwa itu menjadi simbol perjuangan rakyat melawan ketidakadilan dan pelanggaran HAM yang hingga kini belum sepenuhnya terselesaikan.

“September Hitam adalah momentum perlawanan moral. Kami tidak akan berhenti bersuara sampai kebenaran ditegakkan dan keadilan diwujudkan,” tegasnya.

Mereka juga menyebut masih maraknya penggunaan kekerasan untuk membungkam suara rakyat sebagai bukti negara gagal memberikan perlindungan hukum yang adil.

Melalui aksi refleksi ini, IMC mengeluarkan empat pernyataan sikap. Pertama, mendesak negara menuntaskan kasus pelanggaran HAM masa lalu secara transparan. Kedua, menolak segala bentuk represi terhadap gerakan rakyat, mahasiswa, maupun aktivis.

Baca Juga :  Memo Titipan Masuk Sekolah Berstempel DPRD Banten Bocor, Netizen Geram

Ketiga, mengingatkan bahwa demokrasi sejati hanya akan terwujud apabila negara berpihak pada rakyat, bukan pada segelintir elit. Keempat, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak melupakan sejarah, karena melupakan berarti mengulang.

IMC menilai refleksi tragedi Gerakan 30 September dan momentum September Hitam harus menjadi ruang bagi masyarakat untuk terus mengingat, sekaligus menegaskan kembali pentingnya penegakan keadilan. Mereka juga menolak normalisasi ketidakadilan yang kerap terjadi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Peringatan ini, menurut Maki, bukan hanya ajang mengenang masa lalu, tetapi juga sarana memperkuat kesadaran generasi muda agar lebih kritis terhadap persoalan bangsa. Ia berharap masyarakat Cilegon dan Indonesia secara umum bisa bersatu menolak segala bentuk pelanggaran HAM.

Refleksi ini ditutup dengan ajakan kepada masyarakat untuk lebih terlibat aktif memperjuangkan kebenaran dan keadilan. “Jangan pernah melupakan sejarah. Melupakan sama saja mengulang kesalahan yang sama,” ujar Maki.

Dengan gaung yang dibawa Ikatan Mahasiswa Cilegon, refleksi ini diharapkan menjadi pengingat publik bahwa penegakan HAM bukan sekadar wacana, melainkan kewajiban negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Andri Permana Gelar Reses Kedua, Masyarakat Keluhkan Akses BPJS dan Infrastruktur Lingkungan
Pantauan Arus Balik Lebaran 2026 Bakauheni-Merak Lancar
SMIT: Perda No 2 Tahun 2025 Tentang Hilirisasi, Hanya Untungkan Orang Kuat Lokal
Tim Dokes Polda Lampung Gelar Pengecekan Faskes di Posko Kesehatan Pelabuhan Bakauheni
Polemik Penahanan Mantan Menteri Agama RI, PB SEMMI Pertanyakan Integritas KPK
Arus Balik Lebaran 2026: ASDP Siagakan Layanan 24 Jam dan Antisipasi Lonjakan Penumpang
Musyawarah Dusun Memanas, Desak Pengembang dan Pemerintah Bertanggung Jawab Atas Ancaman Banjir
Soroti Kematian Tahanan di Rutan Polda Metro, LKBH PERMAHI Jakarta Selatan Desak Investigasi Transparan dan Menyeluruh
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 28 Maret 2026 - 13:09 WIB

Andri Permana Gelar Reses Kedua, Masyarakat Keluhkan Akses BPJS dan Infrastruktur Lingkungan

Jumat, 27 Maret 2026 - 23:34 WIB

Pantauan Arus Balik Lebaran 2026 Bakauheni-Merak Lancar

Jumat, 27 Maret 2026 - 21:09 WIB

SMIT: Perda No 2 Tahun 2025 Tentang Hilirisasi, Hanya Untungkan Orang Kuat Lokal

Jumat, 27 Maret 2026 - 18:53 WIB

Tim Dokes Polda Lampung Gelar Pengecekan Faskes di Posko Kesehatan Pelabuhan Bakauheni

Kamis, 26 Maret 2026 - 22:05 WIB

Arus Balik Lebaran 2026: ASDP Siagakan Layanan 24 Jam dan Antisipasi Lonjakan Penumpang

Berita Terbaru

Kondisi Penumpang di dalam Kapal Fery Dari Bakauheni - Merak (Foto: Agung/Pusat-Berita)

Lampung

Pantauan Arus Balik Lebaran 2026 Bakauheni-Merak Lancar

Jumat, 27 Mar 2026 - 23:34 WIB