IPNU Komisariat UPG Soroti Pengelolaan Anggaran Dindikbud Kabupaten Serang

- Penulis

Sabtu, 7 Februari 2026 - 12:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Komisariat Universitas Pendidikan Guru (UPG)

Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Komisariat Universitas Pendidikan Guru (UPG)

SERANG, PUSATBERITA – Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Komisariat Universitas Pendidikan Guru (UPG) menyoroti pengelolaan anggaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang yang dinilai tidak selaras dengan kondisi riil kesejahteraan tenaga pendidik dan kependidikan.

Ketua IPNU Komisariat UPG, Dansi Marwan, menilai terdapat kontradiksi antara besarnya anggaran pendidikan dengan realitas yang dihadapi ribuan guru dan tenaga sekolah. Salah satunya terkait rencana pengangkatan Satuan Pendidikan Pelaksana Gizi (SPPG) sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), yang dinilai belum dibarengi dengan pemenuhan hak dasar tenaga pendidik yang telah lebih dulu mengabdi.

Sejak dilantik pada 29 Desember 2025, hingga kini sekitar 3.587 guru PPPK paruh waktu di Kabupaten Serang belum menerima gaji. Mereka terdiri dari guru SD dan SMP, tenaga operasional sekolah (OPS), hingga penjaga sekolah. Kondisi tersebut dinilai mencerminkan lemahnya perencanaan dan realisasi anggaran pendidikan.

Padahal, dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Serang Tahun Anggaran 2026, alokasi anggaran untuk Dindikbud mencapai sekitar Rp1 triliun. Namun, besarnya anggaran itu dinilai tidak sejalan dengan kondisi di lapangan, di mana ribuan tenaga pendidikan belum mendapatkan hak penghasilan.

“Ini jelas bertolak belakang. Pemerintah berbicara soal pengangkatan baru, sementara guru-guru yang sudah dilantik dan mengabdi justru belum digaji. Kebijakan seperti ini menunjukkan ketidakpekaan terhadap kesejahteraan rakyat, khususnya tenaga pendidik,” tegas Dansi Marwan.

Baca Juga :  Danau Dampelas Dikepung Gulma, HPMD Desak Keseriusan Pemerintah : Festival Budaya Tak Akan Lahir dari Danau yang Sekarat

Persoalan tersebut mencuat dalam audiensi Forum Persatuan Guru Honorer Murni (PGHM) dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Serang pada Rabu, 4 Februari 2026. Dalam audiensi itu, para guru menyampaikan keluhan terkait ketidakjelasan pembayaran gaji pasca pelantikan sebagai PPPK paruh waktu.

Salah satu guru, Maria Ulfah, yang mengajar di Kecamatan Tirtayasa, mengaku telah mengabdi selama 20 tahun sebelum akhirnya dilantik sebagai PPPK paruh waktu pada Desember 2025. Namun hingga kini, status tersebut belum memberikan kepastian penghasilan.

“Sudah puluhan tahun kami mengabdi. Ketika akhirnya dilantik, kami berharap ada kepastian hidup yang lebih layak. Tapi kenyataannya, gaji pun belum kami terima,” ujar Maria.

IPNU Komisariat UPG mendesak Pemerintah Daerah dan Dindikbud Kabupaten Serang untuk segera memberikan kejelasan serta menyelesaikan persoalan pembayaran gaji ribuan guru PPPK paruh waktu dan tenaga kependidikan. Selain itu, IPNU menilai perlu dilakukan evaluasi serius terhadap kebijakan pengangkatan PPPK agar tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar menjamin kesejahteraan tenaga pendidikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gelar Buka Puasa Bersama: Sebagai Wujud Kepedulian Sosial
PMI Wilayah Jakarta Bersama Kompak LB Gelar Buka Bersama dan Santunan Anak Yatim
Perumda Tirta Benteng Peringati Nuzulul Qur’an Gelar Santunan dan Buka Puasa Bersama
Pemuda Neglasari Soroti Kinerja Dishub Kota Tangerang: Maraknya Parkir Liar, Akibat Lemahnya Pengawasan
Anggaran Rp.460 Miliar Dipertanyakan, LSMP: Kejanggalan Proyek Pemkot Tangerang
Prioritaskan Kepentingan Rakyat, Bukan Kemewahan Gedung Kekuasaan Baru DPRD Kota Tangerang
PW IPNU Banten Desak Gubernur Banten Segera Realisasikan Pergub Pesantren
Gagas Pesantren Revolusi, BEM PTNU: Lahir Dari Keprihatinan Sosial dan Implementasi Nilai Keagamaan
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 01:34 WIB

Gelar Buka Puasa Bersama: Sebagai Wujud Kepedulian Sosial

Jumat, 6 Maret 2026 - 23:03 WIB

Perumda Tirta Benteng Peringati Nuzulul Qur’an Gelar Santunan dan Buka Puasa Bersama

Jumat, 6 Maret 2026 - 21:51 WIB

Pemuda Neglasari Soroti Kinerja Dishub Kota Tangerang: Maraknya Parkir Liar, Akibat Lemahnya Pengawasan

Jumat, 6 Maret 2026 - 21:43 WIB

Anggaran Rp.460 Miliar Dipertanyakan, LSMP: Kejanggalan Proyek Pemkot Tangerang

Jumat, 6 Maret 2026 - 21:35 WIB

Prioritaskan Kepentingan Rakyat, Bukan Kemewahan Gedung Kekuasaan Baru DPRD Kota Tangerang

Berita Terbaru

Pakar ekonomi, Ferry Latuhihin terang-terangan membantah narasi pemerintah yang mengklaim MBG sebagai investasi (foto: istimewa).

Pilihan Redaksi

‎Kritik Program MBG Bakar Duit, Krisis 1998 Mengintai

Selasa, 10 Mar 2026 - 17:08 WIB

Anggota DPR RI, Mukhtaruddin Ashraff Abu (Foto: Istimewa)

Nasional

Mahasiswa Unusia Laporkan Mukhtaruddin Ashraff ke MKD

Senin, 9 Mar 2026 - 19:39 WIB

Ketua Umum KB PII, Nasrullah Larada Saat Berikan Sambutan dalam Penutupan INRA EXPO KB PII 2026 (Foto: Agung/Pusat-Berita)

Nasional

INRA Expo KB PII Tahun 2026 Resmi di Tutup

Senin, 9 Mar 2026 - 19:08 WIB

Redaksi Media Posbanten.com menggelar Buka Puasa Bersama (Bukber) dan Santuan di wilayah Kelurahan Sumur Pacing Kecamatan Karawaci (Foto: Istimewa)

Banten

Gelar Buka Puasa Bersama: Sebagai Wujud Kepedulian Sosial

Senin, 9 Mar 2026 - 01:34 WIB

Opini

Fenomena Kesehatan Mental Tren Dalam Media Sosial

Minggu, 8 Mar 2026 - 22:04 WIB