Tuduhan “Penistaan Agama” Terhadap Jusuf Kalla, PB PII Buka Suara

- Penulis

Rabu, 15 April 2026 - 15:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kevin Prayoga, Ketua Umum PB PII Periode 2026 - 2028

Kevin Prayoga, Ketua Umum PB PII Periode 2026 - 2028

JAKARTA, PUSATBERITA – Polemik terhadap video ceramah Jusuf Kalla. Hal tersebut terbukti, terdapat beberapa gerakan yang mencoba melaporkan tokoh Nasional tersebut ke Polda Metro Jaya.

Pelaporan tersebut, di lakukan usai beredarnya video ceramah Jusuf Kalla di Masjid Kampus UGM yang telah di potong. Menanggapi hal tersebut, PB PII buka suara.

Ketua Umum PB PII, Kevin Peayoga menegaskan bahwa pernyataan yang menuduh Jusuf Kalla melakukan penistaan agama adalah tuduhan yang tidak berdasar dan sangat tendensius.

“Jusuf Kalla, bukanlah sosok figur sembarangan. Ia ditempa dalam tradisi intelektual dan keislaman yang kuat, pernah berproses dalam organisasi seperti PII dan HMI, serta dikenal luas sebagai tokoh bangsa yang matang dalam memahami relasi antara keislaman dan keindonesiaan,” tegas Kevin, Rabu (14/4/2026).

Kevin menyayangkan, karena ada oknum yang tidak bertanggungjawab dengan memotong ceramah Jusuf Kalla dan mencoba membuat kegaduhan dengan menyebarkan video yang telah di potong tersebut.

Baca Juga :  Pengurus Besar Pelajar Islam Periode 2026–2028 Gelar Pelantikan, Training Center dan Rapat Kerja

“Kami menyayangkan adanya pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang dengan sengaja menyebarkan potongan video tanpa konteks, sehingga memicu kesalahpahaman dan kegaduhan di ruang publik,” ungkap Ketua Umum PB PII.

Menurutnya, Praktik seperti ini tidak hanya mencederai integritas informasi, tetapi juga berpotensi merusak kohesi sosial di tengah masyarakat.

Lebih lanjut, PB PII mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih bijak, kritis, dan bertanggung jawab dalam bermedia sosial.

“Kami mengajak agar masyarakat dapat memverifikasi informasi, pahami konteks secara utuh, dan jangan mudah terprovokasi oleh narasi yang belum tentu benar. Menjaga ruang publik yang sehat adalah tanggung jawab kita bersama,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gagal Beraksi, Begal Bersajam di Underpass Angkasa Tak Berhasil Bawa Motor Korban
PB PII: Pembubaran Nobar Film Adalah Bentuk Nyata Ketakutan Negara
Chorinus Eric Nerokou Buka Workshop Litigation Skill, PLN Bahas Perkembangan KUHP-KUHAP Baru
Pemberlakuan Kebijakan WFH, Volume Pengguna Commuter Line Alami Penurunan 9 Persen
Aliansi Ormas Islam Tegaskan Pelaporan Kepada Ketiga Tokoh Tidak Ada Unsur Politisasi
Momentum Harba PII 79 Tahun, PB PII Dorong Joesdi Ghazali dan Anton Timur Djaelani Sebagai Pahlawan Nasional
Akademisi Hindu Berikan Catatan Penting di Hardiknas 2026
Momentum May Day: Perusahaan Wajib Terima Pekerja Disabilitas
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 20:19 WIB

Gagal Beraksi, Begal Bersajam di Underpass Angkasa Tak Berhasil Bawa Motor Korban

Rabu, 13 Mei 2026 - 15:16 WIB

PB PII: Pembubaran Nobar Film Adalah Bentuk Nyata Ketakutan Negara

Jumat, 8 Mei 2026 - 23:21 WIB

Chorinus Eric Nerokou Buka Workshop Litigation Skill, PLN Bahas Perkembangan KUHP-KUHAP Baru

Jumat, 8 Mei 2026 - 16:38 WIB

Pemberlakuan Kebijakan WFH, Volume Pengguna Commuter Line Alami Penurunan 9 Persen

Jumat, 8 Mei 2026 - 00:22 WIB

Aliansi Ormas Islam Tegaskan Pelaporan Kepada Ketiga Tokoh Tidak Ada Unsur Politisasi

Berita Terbaru

Petugas pemadam sedang lakukan pemadaman api di Mega Mall Kota Manado (Foto: Istimewa)

Sulawesi Utara

Megamall Kota Manado Terbakar, 1 Korban Meninggal Dunia

Minggu, 17 Mei 2026 - 06:48 WIB

Foto: Akal Imitasi

Opini

Demokrasi Tidak Mati Mendadak Tapi Dilemahkan Perlahan

Sabtu, 16 Mei 2026 - 17:43 WIB