JAKARTA, PUSATBERITA – Owner Erawijaya Consultant, Erry Indriani, menjadi pembicara dalam kegiatan Expo Capstone Design dan Seminar Persiapan Dunia Kerja yang diselenggarakan oleh Prodi S1 Teknik Telekomunikasi Universitas Telkom, Jumat (19/6/2026).
Dalam pemaparannya, Erry yang juga Dosen di Fakultas Psikologi Universitas Jayabaya, menjelaskan bahwa kecemasan yang sering dialami lulusan baru saat memasuki dunia kerja bukan disebabkan oleh lemahnya mental, melainkan karena adanya reality shock atau “kaget dunia nyata”.
Menurutnya, selama bertahun-tahun seseorang terbiasa hidup dalam sistem yang terstruktur, mulai dari sekolah hingga kuliah, dengan target yang jelas seperti ujian, tugas, dan pencapaian IPK. Namun, ketika memasuki dunia kerja, pola tersebut berubah dan menuntut kemampuan adaptasi yang lebih tinggi.
“Wajar jika dalam enam bulan pertama bekerja muncul rasa cemas, bingung, atau tidak percaya diri. Yang dibutuhkan bukan penghakiman, tetapi pembekalan agar mereka mampu beradaptasi dengan perubahan,” ujar Erry.
Ia menegaskan bahwa kesiapan memasuki dunia kerja tidak cukup hanya mengandalkan kecerdasan intelektual (IQ). Lulusan juga perlu memiliki kesiapan mental dan modal psikologis yang kuat untuk menghadapi tantangan dunia profesional.
Dalam perspektif Psikologi Positif, kata Erry, terdapat tiga fondasi penting yang perlu dimiliki generasi muda, yakni perubahan pola pikir dari siswa menjadi profesional, kemampuan mengelola emosi dan mengatur diri, serta kemampuan beradaptasi secara sosial tanpa kehilangan batasan diri.
Selain itu, ia menekankan pentingnya membangun harapan yang realistis, optimisme, resiliensi, dan dukungan sosial sebagai bekal menghadapi tekanan di dunia kerja.
“IQ memang penting, tetapi sering kali hanya mengantarkan seseorang sampai ke tahap awal. Untuk bertahan, berkembang, dan meraih kesuksesan karier jangka panjang, dibutuhkan kecerdasan emosional serta kemampuan komunikasi yang adaptif,” jelasnya.
Melalui seminar tersebut, Erry mengajak para mahasiswa untuk tidak hanya mempersiapkan kompetensi akademik, tetapi juga memperkuat kesiapan mental agar mampu menghadapi transisi dari dunia kampus menuju dunia kerja secara lebih percaya diri dan tangguh.











