‎Jelang Kongres HIKMAHBUDHI, Ananda Tegaskan Gajah Ganesa Bukan Simbol Afiliasi Partai

- Penulis

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ananda Budi Stiawan, Calon Ketua Umum PP HIKMAHBUDHI (Foto/Istimewa).

Ananda Budi Stiawan, Calon Ketua Umum PP HIKMAHBUDHI (Foto/Istimewa).

JAKARTA, PUSATBERITA — Menjelang Kongres Nasional HIKMAHBUDHI, calon Ketua Umum Pengurus Pusat HIKMAHBUDHI Ananda Budi Stiawan menegaskan bahwa lambang Gajah Ganesa yang digunakan organisasi tidak memiliki keterkaitan dengan partai politik mana pun, meski terdapat kesamaan simbol dengan salah satu partai.

‎Menurut Ananda, Gajah Ganesa merupakan lambang yang merepresentasikan kebijaksanaan, ilmu pengetahuan, keteguhan hati, serta kemandirian perjuangan. Karena itu, ia menilai simbol tersebut tidak boleh dimaknai sebagai bentuk afiliasi politik.

‎Dalam keterangannya, Ananda juga menyampaikan kekhawatirannya terhadap dinamika yang berkembang menjelang kongres. Ia menilai dukungan terbuka Ketua Umum petahana, Candra Aditya, kepada calon penerus pilihannya berpotensi menimbulkan persepsi bahwa HIKMAHBUDHI memiliki kedekatan dengan kepentingan politik tertentu.

‎”Kita harus meluruskan pemahaman ini sekali lagi. Gajah Ganesa adalah simbol kebijaksanaan dan kemerdekaan berpikir perjuangan kita, bukan tanda bahwa kita berada di bawah bayang-bayang partai mana pun,” ucap Ananda saat diwawancarai, Selasa 28 Juli 2026.

‎Jangan sampai, Ananda berkata, kesamaan simbol dimanfaatkan untuk menyeret organisasi ini ke dalam kepentingan kelompok tertentu. Itu mencederai sejarah dan amanah para pendiri.

Baca Juga :  Skandal Pahlawan Nasional : AM Sangaji Gagal Jadi Pahlawan Nasional, Pil Pahit Bagi Rakyat Maluku

‎Ananda menegaskan bahwa setiap kader memiliki hak untuk menentukan pilihan politik secara pribadi. Namun, menurutnya, organisasi harus tetap menjaga independensi dan tidak boleh diidentikkan dengan kepentingan partai politik mana pun.

‎”Saya maju bukan untuk membenarkan kesalahpahaman, tetapi untuk meluruskannya. Saya ingin memastikan HIKMAHBUDHI tetap berdiri tegak, mandiri, dan dihormati karena perjuangannya, bukan karena dianggap sebagai bagian dari kendaraan politik tertentu,” ujarnya.

‎Apabila mendapat amanah memimpin HIKMAHBUDHI, Ananda menyatakan akan menjaga organisasi tetap independen dari kepentingan politik praktis, memperkuat proses demokrasi dalam kongres, serta mempertahankan makna Gajah Ganesa sebagai simbol kebijaksanaan dan kemandirian organisasi.

‎”Jangan biarkan kesamaan rupa membuat kita kehilangan jati diri. HIKMAHBUDHI milik seluruh kader, bukan milik partai politik mana pun,” pungkasnya.

‎Hingga berita ini disusun, belum terdapat tanggapan dari Ketua Umum HIKMAHBUDHI Candra Aditya terkait pernyataan yang disampaikan Ananda Budi Stiawan. Media membuka ruang bagi pihak yang disebut untuk memberikan klarifikasi atau tanggapan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pendanaan Pindar dari Lender Asing Tembus Rp 17,28 Triliun
Ini Kisaran Honor Anggota Paskibraka, dari Daerah hingga Nasional
Indonesia Catat Serangan Buaya Tertinggi di Dunia, Seiring Rusaknya Habitat
‎SMRC: 42,8 Persen Persepsi Publik terhadap Kondisi Politik Anjlok
‎Survei SMRC: Kepuasan terhadap Prabowo Terjun ke 51 Persen
Edy Mulyadi Kaitkan Menhan Dugaan Perlawanan Mafia Sawit
Kejagung Tersangkakan Brigjen Polri Diduga Korupsi Ompreng MBG
Efek Program MBG Guru Hilang Kontrak Hingga Digaji Rp50 Ribu
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 21:03 WIB

Pendanaan Pindar dari Lender Asing Tembus Rp 17,28 Triliun

Rabu, 5 Agustus 2026 - 21:02 WIB

Ini Kisaran Honor Anggota Paskibraka, dari Daerah hingga Nasional

Rabu, 5 Agustus 2026 - 06:31 WIB

Indonesia Catat Serangan Buaya Tertinggi di Dunia, Seiring Rusaknya Habitat

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:33 WIB

‎SMRC: 42,8 Persen Persepsi Publik terhadap Kondisi Politik Anjlok

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:57 WIB

‎Jelang Kongres HIKMAHBUDHI, Ananda Tegaskan Gajah Ganesa Bukan Simbol Afiliasi Partai

Berita Terbaru

Ilustrasi layanan pinjaman daring (pindar) di Indonesia. Pendanaan dari lender luar negeri mencapai Rp17,28 triliun hingga Juni 2026 (foto/istimewa).

Nasional

Pendanaan Pindar dari Lender Asing Tembus Rp 17,28 Triliun

Sabtu, 8 Agu 2026 - 21:03 WIB