JAKARTA, PUSATBERITA — Menjelang Kongres Nasional HIKMAHBUDHI, calon Ketua Umum Pengurus Pusat HIKMAHBUDHI Ananda Budi Stiawan menegaskan bahwa lambang Gajah Ganesa yang digunakan organisasi tidak memiliki keterkaitan dengan partai politik mana pun, meski terdapat kesamaan simbol dengan salah satu partai.
Menurut Ananda, Gajah Ganesa merupakan lambang yang merepresentasikan kebijaksanaan, ilmu pengetahuan, keteguhan hati, serta kemandirian perjuangan. Karena itu, ia menilai simbol tersebut tidak boleh dimaknai sebagai bentuk afiliasi politik.
Dalam keterangannya, Ananda juga menyampaikan kekhawatirannya terhadap dinamika yang berkembang menjelang kongres. Ia menilai dukungan terbuka Ketua Umum petahana, Candra Aditya, kepada calon penerus pilihannya berpotensi menimbulkan persepsi bahwa HIKMAHBUDHI memiliki kedekatan dengan kepentingan politik tertentu.
”Kita harus meluruskan pemahaman ini sekali lagi. Gajah Ganesa adalah simbol kebijaksanaan dan kemerdekaan berpikir perjuangan kita, bukan tanda bahwa kita berada di bawah bayang-bayang partai mana pun,” ucap Ananda saat diwawancarai, Selasa 28 Juli 2026.
Jangan sampai, Ananda berkata, kesamaan simbol dimanfaatkan untuk menyeret organisasi ini ke dalam kepentingan kelompok tertentu. Itu mencederai sejarah dan amanah para pendiri.
Ananda menegaskan bahwa setiap kader memiliki hak untuk menentukan pilihan politik secara pribadi. Namun, menurutnya, organisasi harus tetap menjaga independensi dan tidak boleh diidentikkan dengan kepentingan partai politik mana pun.
”Saya maju bukan untuk membenarkan kesalahpahaman, tetapi untuk meluruskannya. Saya ingin memastikan HIKMAHBUDHI tetap berdiri tegak, mandiri, dan dihormati karena perjuangannya, bukan karena dianggap sebagai bagian dari kendaraan politik tertentu,” ujarnya.
Apabila mendapat amanah memimpin HIKMAHBUDHI, Ananda menyatakan akan menjaga organisasi tetap independen dari kepentingan politik praktis, memperkuat proses demokrasi dalam kongres, serta mempertahankan makna Gajah Ganesa sebagai simbol kebijaksanaan dan kemandirian organisasi.
”Jangan biarkan kesamaan rupa membuat kita kehilangan jati diri. HIKMAHBUDHI milik seluruh kader, bukan milik partai politik mana pun,” pungkasnya.
Hingga berita ini disusun, belum terdapat tanggapan dari Ketua Umum HIKMAHBUDHI Candra Aditya terkait pernyataan yang disampaikan Ananda Budi Stiawan. Media membuka ruang bagi pihak yang disebut untuk memberikan klarifikasi atau tanggapan.











