Profesor Singapura Sebut Gelar MDIS Gibran Setara Kelas 1 SMA

- Penulis

Selasa, 7 Oktober 2025 - 02:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gibran Rakabumi Raka (foto/istimewa).

‎JAKARTA, PUSATBERITA – Riwayat pendidikan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka hingga kini masih menjadi bahan perbincangan di jagat maya. Sejumlah pihak mempertanyakan ijazah SMA hingga universitas yang dikantongi Gibran.

‎Sebagaimana diketahui, Gibran tercatat pernah mengenyam pendidikan di Orchid Park Secondary School di Singapura, UTS Insearch Australia, dan Management Development Institute of Singapore (MDIS).

‎Kabar terbaru muncul, seorang profesor di Nanyang Technological University (NTU) Singapura angkat bicara tentang sistem pendidikan di Singapura dan posisi pendidikan Gibran di dalamnya.

‎NTU sendiri merupakan kampus top yang menempati peringkat ke-12 di dunia pada QS World University Rankings. Posisi tersebut menempatkan NTU sebagai tiga besar universitas terbaik di Asia.

‎Dalam video yang tayang di kanal YouTube Abraham Samad SPEAK UP berjudul “Profesor Singapura: Gibran Tidak Pernah Mengikuti Pendidikan SMA di Singapura. Keracunan MBG”, seorang profesor bernama Prof. Sulfikar Amir, PhD. membeberkan sistem pendidikan yang berlaku di Singapura.

‎Akademisi tersebut menjelaskan bahwa Singapura menerapkan sistem pendidikan berbasis kurikulum Inggris, di mana anak-anak menempuh 6 tahun primary school atau setara Sekolah Dasar (SD), kemudian melanjutkan ke jenjang secondary school selama 4 tahun.

Baca Juga :  Mayat Tanpa Kepala di Kali Ciliwung Diduga Pegawai Kemendagri

‎Setelahnya, murid akan mengikuti ujian O-Level dan hasil ujian tersebut akan menentukan dua jalur. Pertama, Junior College (A-Level) atau setara dengan Sekolah Menengah Atas (SMA) di Indonesia dan umumnya jalur ini akan menjadi pintu utama menuju universitas. Kedua, Politeknik atau setara SMK yang berorientasi pada keterampilan kerja.

‎Prof. Sulfikar Amir menambahkan bahwa lulus O-Level tidak bisa dikatakan setara dengan SMA. Oleh karena itu, jika murid ingin masuk ke universitas seperti NTU, syaratnya adalah lulus A-Level atau menyelesaikan pendidikan di Junior College.

‎Berdasarkan riwayat pendidikan Gibran, putra sulung Jokowi itu menyelesaikan pendidikan SD dan dua tahun SMP di Solo, kemudian pindah ke Orchid Park Secondary School di Singapura. Karenanya, Gibran hanya sampai pada jenjang O-Level, yang secara kesetaraan lebih mirip SMP plus kelas 1 SMA, bukan SMA penuh.

‎”Kalau memakai standar Singapura, Gibran hanya menyelesaikan O-Level. Artinya, tidak setara dengan SMA,” ucap Prof. Sulfikar Amir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Forum Mahasiswa Cinta Indonesia (FORMCI) Gelar Aksi di DPP Golkar, Tuntut Suistiqlal Efendi Dipecat Tidak Hormat
Hadiri RAPIMNAS IPNU, WAMENKOP Dorong Generasi Muda Perkuat Ekonomi Kerakyatan Lewat Kopdes Merah Putih
Ketua Umum PBNU Tekankan Kader IPNU Bijak Hadapi Tantangan Zaman di Abad Kedua NU
PB SEMMI Sebut Korban Jambret Jadi Tersangka Keputusan Salah
Wacana Polri Jadi Kementerian Dinilai Kontraproduktif dan Berpotensi Hilangkan Independensi Institusi
IHSG Anjlok 8 Persen Ini Penyebabnya 
Mengenal Sosok yang dapat Menanggulangi Banjir di Jakarta 
Resmi PSSI Ikat Kerja Sama Dengan Apparel Asal Spanyol
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 11 Februari 2026 - 17:58 WIB

Forum Mahasiswa Cinta Indonesia (FORMCI) Gelar Aksi di DPP Golkar, Tuntut Suistiqlal Efendi Dipecat Tidak Hormat

Minggu, 1 Februari 2026 - 23:51 WIB

Hadiri RAPIMNAS IPNU, WAMENKOP Dorong Generasi Muda Perkuat Ekonomi Kerakyatan Lewat Kopdes Merah Putih

Minggu, 1 Februari 2026 - 18:09 WIB

Ketua Umum PBNU Tekankan Kader IPNU Bijak Hadapi Tantangan Zaman di Abad Kedua NU

Sabtu, 31 Januari 2026 - 20:20 WIB

PB SEMMI Sebut Korban Jambret Jadi Tersangka Keputusan Salah

Rabu, 28 Januari 2026 - 18:43 WIB

Wacana Polri Jadi Kementerian Dinilai Kontraproduktif dan Berpotensi Hilangkan Independensi Institusi

Berita Terbaru

Foto: Istimewa

Lingkungan

PERUMDA TKR Kab Tangerang Pastikan Air Aman dan Layak Konsumsi

Kamis, 12 Feb 2026 - 17:49 WIB

Ribuan orang berkumpul di seluruh Australia pada hari Senin (9/2/2026) untuk menolak kedatangan Presiden Israel Isaac Herzog, yang melakukan kunjungan ke beberapa kota untuk menyatakan solidaritas dengan komunitas Yahudi Australia setelah penembakan massal yang menewaskan banyak orang tahun lalu. (REUTERS/Jeremy Piper).

Internasional

‎Australia Chaos! Tuntut Tangkap Presiden Israel Saat Kunjungan

Rabu, 11 Feb 2026 - 22:12 WIB