PB PII: Pembubaran Nobar Film Adalah Bentuk Nyata Ketakutan Negara

- Penulis

Rabu, 13 Mei 2026 - 15:16 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Agung Gumelar, Staff Bidang Lingkungan Hidup Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PII) Periode 2026-2028 (Foto: Istimewa)

Agung Gumelar, Staff Bidang Lingkungan Hidup Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PII) Periode 2026-2028 (Foto: Istimewa)

JAKARTA, PUSATBERITA – Film Dokumenter “Pesta Babi” semakin luas dan semakin banyak di tonton oleh semua kalangan, dari Pelajar hingga akademisi. Semua berbondong-bondong untuk menonton dan membuka ruang kritis dalam menyikapi problematika lingkungan dan HAM di Papua. Rabu (13/5/2026).

Namun, sangat disayangkan, ada kelompok atau sebagian orang berkepentingan tidak menginginkan film ini di putar dan di tonton. Hingga di beberapa daerah terjadi pembubaran saat nonton film “Pesta Babi”, di beberapa ruang akademik.

Menyikapi hal tersebut, PB PII, melalui Bidang Lingkungan Hidup, Agung Gumelar menolak dan mengecam keras tindakan pembubaran oleh oknum-oknum yang mencoba membubarkan nobar Film Dokumenter tersebut.

“Kami dengan tegas menolak dan mengecam secara tegas tindakan pembubaran atau pemboikotan nobar film Pesta Babi yang terjadi di beberapa tempat,” ujar Agung, saat dimintai keterangan, Rabu (13/5/2026).

Menurutnya, pembubaran yang terjadi adalah bentuk ketakutan negara terhadap ruang kritis dan terhadap realita yang terjadi di Papua.

“Kenapa harus di bubarkan? Tidak ada provokatif atau tindakan yang mengancam stabilitas kok, kenapa harus di bubarkan? Apakah negara, terlebih instansi terkait takut kalau realita di Papua itu di bongkar? Kalau iya, sampaikan aja, jangan gunakan alibi profokasi dan lain-lain,” tegasnya.

Lebih lanjut, Agung menyatakan bahwa Menteri HAM saja jelas mengatakan bahwa, upaya pembubaran nobar film harus melewati namanya pengadilan, tidak boleh semena-mena.

Baca Juga :  Peleburan RRI dan TVRI Langkah Efektif, Emrus: Efisiensi 50%

“Pelanggaran disini jelas, pembungkaman nalar kritis oleh mereka yang takut terjadi. Menteri HAM RI saja jelas katakan bahwa pembubaran nobar tersebut harus lewat pengadilan. Ini malah main hakim sendiri. Harus di proses orang-orang mengatasnamakan Anggota, karena bukan kewenangan mereka itu,” kata Agung dengan nada tegas.

Diketahui, pembubaran terjadi di beberapa tempat. Seperti di Unram itu oleh oknum dosen, di Unkhair Ternate oleh oknum mengaku Anggota TNI dan beberapa tempat lainnya.

Agung juga mengapresiasi sekolah-sekolah yang berani memutar film dokumenter “Pesta Babi” ini dan menghimbau PII Sebagai Garda Terdepan dalam merekomendasi pemutaran Film Ini.

“Sangat mengapresiasi kepada sekolah-sekolah yang memutar film tersebut. Buka cakrawala kritis sejak dini. Bukan seperti mereka yang mengaku abdi negara, tapi takut dengan pemutaran film dengan alibi provokasi dll. Padahal nyatanya takut dibuka kebusukan yang terjadi di Papua,” ucapnya dengan Tegas.

Agung juga meminta seluruh sekolah dan dinas pendidikan di Indonesia terkait untuk berani memutar film tersebut, agar cakrawala berfikir terbuka. Tidak usah takut, karena Hak kita sudah di atur.

Selain itu Agung juga menegaskan bahwa, Hak untuk berekspresi dan Berkumpul sudah di atur dalam UU. Jika ada yang ingin membubarkan, berarti mereka takut.

“Jangan takut, UU jelas. Kalau mereka bubarkan, berarti mereka takut. Ingat Papua Bukan Tanah Kosong,” tutupnya dengan tegas.

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sikap Cipayung Plus DKI Jakarta: Evaluasi Dua Tahun Rezim Salah Urus!
Mahasabha XIII PHDI Resmi Ditutup, Cantiasa Usung Visi PHDI sebagai Rumah Besar Umat Hindu Nusantara
Indri Damayanthi: Perempuan Bukan Pelengkap Persatuan
Mahasabha XIII PHDI, Wisnu Bawa Tenaya: Pak Dunia Jangan Mau Diadu Domba, Kita Sama-Sama Jenderal
Wasekjend PB HMI Pertanyakan Dasar Surat Pendidikan Gibran
PW PII Jakarta: Pendidikan Gratis yang Merata atau Hanya Kota-kota Besar Saja
Basudara Aman Rangkul Aktivis Muda Sulut di Jakarta, Dorong Pembangunan Daerah
Komite Perempuan SEPETA Dorong Perlindungan Pekerja Transportasi Online Perempuan
Berita ini 28 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:05 WIB

Sikap Cipayung Plus DKI Jakarta: Evaluasi Dua Tahun Rezim Salah Urus!

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:54 WIB

Mahasabha XIII PHDI Resmi Ditutup, Cantiasa Usung Visi PHDI sebagai Rumah Besar Umat Hindu Nusantara

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Indri Damayanthi: Perempuan Bukan Pelengkap Persatuan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:49 WIB

Mahasabha XIII PHDI, Wisnu Bawa Tenaya: Pak Dunia Jangan Mau Diadu Domba, Kita Sama-Sama Jenderal

Sabtu, 26 September 2026 - 05:03 WIB

Wasekjend PB HMI Pertanyakan Dasar Surat Pendidikan Gibran

Berita Terbaru

Foto/istimewa

Banten

Akses Keadilan dan Advokat Muda Lindungi Hak Masyarakat

Rabu, 21 Okt 2026 - 21:22 WIB

Ilustrasi alkohol (Foto/Pexels)

Banten

Satpol PP Tangerang Sita 50 Botol Miras dari Warung Jamu

Selasa, 20 Okt 2026 - 23:48 WIB