JAKARTA, PUSATBERITA — Barisan Persaudaraan Aktivis Muda Kawanua (Basudara Aman) menggelar forum dialog bertajuk “Ngopi (Ngobrol Pintar): Membangun Daerah dengan Spirit Kebhinekaan” di Gedung DPD/DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati HUT ke-62 Provinsi Sulawesi Utara dan menjadi ruang pertemuan aktivis muda asal Sulawesi Utara yang kini berkiprah di Jakarta.
Forum menghadirkan Stefanus B. A. N. Liow, Harsen Roy Tampomuri, dan Koordinator Nasional Basudara Aman Combyan Lombongbitung. Sejumlah pengurus dan anggota Basudara Aman turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Stefanus Liow mengajak aktivis muda Sulawesi Utara menjaga kebersamaan di tengah perbedaan latar belakang organisasi dan identitas.
“Beragam pengalaman yang didapatkan selama di Jakarta harus dijadikan modal sosial dan intelektual untuk membangun daerah Sulawesi Utara dengan spirit kebhinekaan,” ujar Stefanus.
Harsen Roy Tampomuri juga mendorong para aktivis muda untuk saling mendukung dan membangun jejaring di perantauan.
“Di perantauan kita harus saling baku bekeng pande dan saling mendorong kesuksesan satu sama lain. Energi positif dan jaringan yang terbangun di Jakarta ini harus dibawa pulang ke Sulawesi Utara untuk memacu percepatan pembangunan dan kemajuan daerah,” katanya.
Sementara itu, Combyan Lombongbitung menyampaikan sejumlah aspirasi terkait kebutuhan mahasiswa dan generasi muda Sulawesi Utara di perantauan. Menurut dia, wadah kebersamaan diperlukan untuk memperkuat jejaring dan saling menopang di tingkat nasional.
Dialog tersebut menghasilkan sejumlah agenda yang akan diperjuangkan bersama, antara lain pembangunan asrama mahasiswa Sulawesi Utara di Jabodetabek, perluasan akses beasiswa pendidikan melalui berbagai skema pendanaan, serta pemberdayaan pemuda.
Asrama mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga ruang pertemuan dan penguatan jejaring mahasiswa Sulawesi Utara di Jabodetabek.
Para peserta juga mendorong pengawalan akses beasiswa bagi putra-putri Sulawesi Utara melalui APBN, APBD, maupun kemitraan dengan pihak swasta.
Forum ditutup dengan komitmen untuk menindaklanjuti aspirasi generasi muda Sulawesi Utara secara berkelanjutan, terutama dalam bidang pendidikan, kepemudaan, dan pembangunan daerah.












