Komite Perempuan SEPETA Dorong Perlindungan Pekerja Transportasi Online Perempuan

- Penulis

Senin, 21 September 2026 - 15:33 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Komite Perempuan SEPETA menyampaikan aspirasi dalam agenda RDPU/Audiensi Panja RUU tentang Perlindungan Ketenagakerjaan di DPR RI, Jakarta, Senin (21/9/2026) (foto/istimewa)

Komite Perempuan SEPETA menyampaikan aspirasi dalam agenda RDPU/Audiensi Panja RUU tentang Perlindungan Ketenagakerjaan di DPR RI, Jakarta, Senin (21/9/2026) (foto/istimewa)

JAKARTA, PUSATBERITA – Komite Perempuan SEPETA (Serikat Pengemudi Transportasi Indonesia) mendorong agar pembahasan Rancangan Undang-Undang tentang Perlindungan Ketenagakerjaan memberikan kepastian perlindungan bagi pekerja platform, khususnya perempuan pengemudi transportasi berbasis aplikasi.

Aspirasi tersebut disampaikan dalam agenda Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) atau audiensi Panitia Kerja (Panja) RUU tentang Perlindungan Ketenagakerjaan di DPR RI, Jakarta, Senin, 21 September 2026.

Ketua DPC SEPETA Tangerang Selatan, Rohmawati, mengatakan status kemitraan dalam pekerjaan berbasis platform selama ini menempatkan pengemudi pada posisi yang rentan. Kondisi tersebut, menurut dia, menjadi lebih kompleks bagi perempuan karena terdapat kebutuhan khusus yang berkaitan dengan keselamatan dan kesehatan kerja serta hak reproduksi.

“Perempuan pengemudi menghadapi persoalan yang tidak hanya berkaitan dengan pendapatan, tetapi juga keselamatan dan kesehatan kerja, jaminan sosial, kehamilan dan persalinan, hingga menstruasi,” kata Rohmawati.

Ia juga menyoroti perlunya perlindungan terhadap pengemudi dari penghentian akses kerja secara sepihak yang dapat berdampak langsung terhadap sumber penghidupan.

Sekretaris Jenderal DPC SEPETA Jakarta Barat, Lucia Satriani Hutauruk, mengatakan pengalaman perempuan pekerja platform perlu menjadi bagian dari pembahasan kebijakan ketenagakerjaan.

Baca Juga :  Gelar Nobar "Pesta Babi", SEPETA: Pembangunan Tidak Boleh Rampas Hak Rakyat

Menurut Lucia, perlindungan bagi pekerja platform tidak cukup hanya melalui perubahan istilah dari “mitra” menjadi “pekerja”. Hal yang lebih penting adalah adanya kepastian hubungan kerja, perlindungan sosial, keselamatan dan kesehatan kerja, hak reproduksi, serta mekanisme pengaduan yang adil.

“Yang kami perjuangkan bukan semata-mata perubahan istilah. Kami membutuhkan kepastian hubungan kerja dan perlindungan yang benar-benar dapat dilaksanakan,” ujar Lucia.

Komite Perempuan SEPETA meminta DPR RI dan pemerintah memastikan ketentuan mengenai pekerja platform dapat diterapkan secara nyata serta mempertimbangkan kondisi perempuan pengemudi di lapangan.

Mereka juga mendorong agar suara dan pengalaman perempuan pekerja platform dilibatkan dalam proses penyusunan kebijakan, sehingga sistem perlindungan ketenagakerjaan tidak berhenti sebagai norma, tetapi memiliki mekanisme perlindungan dan pengaduan yang dapat diakses pekerja.

“Suara perempuan pengemudi harus didengar. Perlindungan harus nyata dan dapat diimplementasikan,” demikian sikap Komite Perempuan SEPETA.

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PIM Tagih Keseriusan Polri Usut Tuntas Penyadapan Presiden
KMHDI Apresiasi Ketegasan Polri Bongkar Dugaan Penyadapan Presiden: Desak Tiga Tersangka Segera Ditahan
Tiga Jenderal di Tetapkan Jadi Tersangka Dalam Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Dugaan Presiden Disadap Secara Ilegal, Eks Kapolri Masuk Daftar
Malam Puncak PIKI Awards 2026: 8 Kategori Penerima Awards dan 2 Kategori Khusus
Sikap Cipayung Plus DKI Jakarta: Evaluasi Dua Tahun Rezim Salah Urus!
Mahasabha XIII PHDI Resmi Ditutup, Cantiasa Usung Visi PHDI sebagai Rumah Besar Umat Hindu Nusantara
Indri Damayanthi: Perempuan Bukan Pelengkap Persatuan
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 18:48 WIB

PIM Tagih Keseriusan Polri Usut Tuntas Penyadapan Presiden

Rabu, 4 November 2026 - 00:25 WIB

KMHDI Apresiasi Ketegasan Polri Bongkar Dugaan Penyadapan Presiden: Desak Tiga Tersangka Segera Ditahan

Selasa, 3 November 2026 - 20:31 WIB

Tiga Jenderal di Tetapkan Jadi Tersangka Dalam Kasus Penyadapan Presiden Prabowo

Selasa, 3 November 2026 - 16:53 WIB

Dugaan Presiden Disadap Secara Ilegal, Eks Kapolri Masuk Daftar

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:30 WIB

Malam Puncak PIKI Awards 2026: 8 Kategori Penerima Awards dan 2 Kategori Khusus

Berita Terbaru

Daniel H Nainggolan, Ketua Umum Poros Intelektual Muda (Foto/ist)

Jakarta

PIM Tagih Keseriusan Polri Usut Tuntas Penyadapan Presiden

Jumat, 6 Nov 2026 - 18:48 WIB

Menko Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra (foto/istimewa)

Pilihan Redaksi

Mantan Presiden Bisa Diperiksa dalam Kasus Penyadapan

Rabu, 4 Nov 2026 - 18:10 WIB

Presiden Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri (Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Nasional

Yusril Ungkap Indikasi Makar di Balik Penyadapan Prabowo

Rabu, 4 Nov 2026 - 17:45 WIB