Gelar Nobar “Pesta Babi”, SEPETA: Pembangunan Tidak Boleh Rampas Hak Rakyat

- Penulis

Jumat, 22 Mei 2026 - 22:16 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Komunitas Ojol SEPETA Gelar Nobar Film Dokumenter "Pesta Babi" (Foto: Istimewa)

Komunitas Ojol SEPETA Gelar Nobar Film Dokumenter "Pesta Babi" (Foto: Istimewa)

TANGERANG, PUSATBERITA – Serikat Pengemudi Transportasi Indonesia (SEPETA) menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita karya Dandhy Laksono bersama Cypri Paju Dale, yang dilaksanakan di Taman Gajah Cikokol pada Kamis, malam 21 Mei 2026 pukul 18.00–21.00 WIB.

Kegiatan ini dihadiri pengurus dan anggota SEPETA sebagai ruang pendidikan, diskusi, dan peningkatan kesadaran terhadap persoalan rakyat serta dampak Proyek Strategis Nasional (PSN) di Tanah Papua.

Dalam pemutaran film tersebut, SEPETA menilai dokumenter Pesta Babi membuka mata publik mengenai realitas penggusuran dan pengusiran paksa masyarakat adat Papua dari tanah leluhur mereka atas nama pembangunan dan investasi. Film ini mendokumentasikan dampak ekspansi proyek perkebunan, food estate, serta industri skala besar yang dinilai mengancam ruang hidup masyarakat adat Papua.

SEPETA memandang bahwa pembangunan tidak boleh dilakukan dengan cara merampas hak hidup rakyat, menghancurkan lingkungan, maupun menghilangkan identitas budaya masyarakat adat. Negara harus memastikan bahwa setiap kebijakan pembangunan menghormati hak asasi manusia dan menjamin perlindungan terhadap masyarakat adat di Papua maupun di seluruh Indonesia.

Baca Juga :  Hafidz Firdaus Tak Ambisi rebut Kursi Ketua PKB Kota Tangerang: Tapi Siap Total Jika DPP Merestui

Diskusi dalam kegiatan nobar juga menyoroti bagaimana film dokumenter menjadi media penting untuk menyampaikan suara rakyat yang selama ini jarang mendapatkan ruang di media arus utama. Film Pesta Babi sendiri menjadi perhatian publik karena mengangkat persoalan konflik agraria, deforestasi, dan dampak PSN terhadap masyarakat adat di Papua Selatan.

SEPETA menyampaikan solidaritas kepada masyarakat adat Papua yang terus memperjuangkan tanah dan ruang hidupnya. Kegiatan nobar ini juga menjadi momentum memperkuat kesadaran bahwa perjuangan rakyat kecil, buruh, petani, masyarakat adat, hingga driver online memiliki kesamaan, yakni melawan ketidakadilan dan praktik pembangunan yang mengabaikan hak-hak rakyat.

Terahir SEPETA Memandang bahwa PSN sejak jaman Presiden SBY, Jokowi dan Prabowo mendapatkan penolakan hebat rakyat.(SS)

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Layanan Publik Terintegrasi, MPP Kota Tangerang Hadirkan 157 Layanan
‎Kemacetan Hingga Kericuhan Warnai Tangerang 10K 2026
Ragam Kegiatan Seni Warnai Malam “Jumatan” di Kampus Raharja
Pemuda Muslim Banten Pertanyakan Anggaran Fantastis Pada Lomba Kanvas Gemilang 2026
Tanwir IMM XXXIV di Kota Tangerang Ricuh, Musyawirin Desak Transparansi Penetapan waktu Muktamar
Warga Uwung Jaya Gelar Malam Puncak HUT ke-81 RI
Camat Kelapa Dua Ajak Masyarakat Sukseskan Bulan Dana PMI 2026
Konferancab III IPNU-IPPNU Larangan, Teguhkan Regenerasi Pelajar NU
Berita ini 22 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 15:01 WIB

Layanan Publik Terintegrasi, MPP Kota Tangerang Hadirkan 157 Layanan

Minggu, 13 September 2026 - 10:05 WIB

‎Kemacetan Hingga Kericuhan Warnai Tangerang 10K 2026

Sabtu, 12 September 2026 - 05:19 WIB

Ragam Kegiatan Seni Warnai Malam “Jumatan” di Kampus Raharja

Senin, 7 September 2026 - 18:13 WIB

Pemuda Muslim Banten Pertanyakan Anggaran Fantastis Pada Lomba Kanvas Gemilang 2026

Jumat, 4 September 2026 - 19:52 WIB

Tanwir IMM XXXIV di Kota Tangerang Ricuh, Musyawirin Desak Transparansi Penetapan waktu Muktamar

Berita Terbaru

Terjadi kemacetan di ruas jalan dampak gelaran Tangerang 10K 2026 (foto/@captainakasia)

Banten

‎Kemacetan Hingga Kericuhan Warnai Tangerang 10K 2026

Minggu, 13 Sep 2026 - 10:05 WIB