TANGERANG, PUSATBERITA – Wakil Ketua Umum Pengurus Wilayah Pemuda Muslimin Indonesia Provinsi Banten, Agung Gumelar soroti alokasi anggaran Bappeda Kabupaten terhadap lomba Kanvas Gemilang 2026 yang dianggap begitu fantastis.
Menurutnya, pengalokasian anggaran yang dimaksud untuk hadiah maupun honorium dewan juri, seperti apa yang disampaikan oleh Kepala Bappeda Kabupaten Tangerang itu terlalu pemborosan anggaran atau bisa dibilang tidak masuk akal.
“Kalau ingin minta gagasan atau ide dari masyarakat kenapa tidak lewat Musrembang yang memang itu yang dibutuhkan dan bersumber dari masyarakat. Ini jelas-jelas pemborosan anggaran di tengah krisis ekonomi seperti ini,” tegasnya.
Agung juga mempertanyakan hasil-hasil Musrembang yang berjenjang. Dia menilai bahwa setiap perencanaan pembangunan di daerah seharusnya memang melibatkan partisipasi publik bukan nanti saat adanya lomba Kanvas Gemilang ini.
“Semua kegiatan perencanaan pembangunan daerah memang di haruskan dihadirkan partisipasi publik. Musrembang diadakan secara berjenjang, tapi apa hasilnya sudah di jalankan? Selain itu juga kan, ada tim riset dan inovasi daerah (RIDA) di Kabupaten Tangerang,” katanya
Lebih Lanjut, Ia menegaskan bahwa perencanaan juga seharusnya mengacu pada Rancangan Rencana pembangunan daerah yg dibuat oleh bupati dan tertuang pada perbup nomor 28 tahun 2024 dan perda nomor 4 tahun 2025.
” Setiap perencanaan harus mengacu pada RKPD dan RPJMD bupati Kabupaten Tangerang dan apakah pemenang dari perlombaan tersebut ide dan gagasannya langsung menjadi program Pemkab Tangerang ? Jika tidak, lalu apa outputnya?,” jelasnya.
Dirinya mengatakan bahwa harusnya Pemerintah Daerah berfokus pada pengembangan dan pembangunan ekonomi masyarakat ditengah-tengah angka pengaguran yang cukup tinggi di kabupaten tangerang, karena menurutnya hal tersebut sudah jelas pemborosan anggaran.
“Kalau alasan partisipasi publik, ingat ada Musrembang, kalau alasan berbasis riset, kabupaten Tangerang punya tim riset sendiri dan biasanya juga ada anggaran konsultan punya konsultannya. Jadi tolong, di tengah efisiensi Anggaran seperti ini, Pemkab Tangerang terlebih Bappeda Kabupaten Tangerang jangan buang-buang anggaran kepada hal-hal yang belum tentu juga terlaksanakan kedepannya. Karena harus ingat, sebagai yang di amanahkan rakyat dan negara, setiap perencanaan itu harus berorientasi pada kemaslahatan masyarakat, bukan untuk kepentingan segelintir orang saja,” tutupnya dengan tegas.













Komentar