Lewat Women from Rote Island, SEMMI Tangerang Soroti Rape Culture dan Victim Blaming

- Penulis

Jumat, 21 Agustus 2026 - 22:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabid Perempuan SEMMI Tangerang, Uswatun Hasanah, sebagai pemantik diskusi. Foto/istimewa

Kabid Perempuan SEMMI Tangerang, Uswatun Hasanah, sebagai pemantik diskusi. Foto/istimewa

TANGERANG, PUSATBERITA — Pengurus Cabang Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Tangerang menggelar nonton bareng (nobar) dan diskusi film Women from Rote Island karya Jeremias Nyangoen, Jumat (21/8/2026) malam.

Kegiatan berlokasi di Sekretariat SEMMI Tangerang itu mengangkat tema “Ketika Tradisi Berhadapan dengan Keadilan: Menyoal Tubuh, Martabat, dan Perlawanan Perempuan” dengan menghadirkan Kabid Perempuan SEMMI Tangerang, Uswatun Hasanah, sebagai pemantik diskusi.

Diskusi menyoroti kekerasan seksual, rape culture, victim blaming, stigma, serta relasi antara tradisi dan keadilan perempuan.

Uswatun mengatakan, kekerasan terhadap perempuan tidak berhenti pada tindakan pelaku. Korban juga dapat menghadapi penghakiman, tekanan sosial, hingga tuntutan untuk diam demi menjaga nama baik.

Poster film Women From Rote Island. FOTO/Goodwork

“Film ini mengajak kita melihat bahwa kekerasan seksual bukan hanya persoalan antara korban dan pelaku. Ada lingkungan sosial yang ikut menentukan apakah korban mendapatkan keadilan atau justru kembali disalahkan. Ketika korban dipertanyakan, dibungkam, atau diminta menerima keadaan demi menjaga nama baik, di situlah rape culture bekerja,” ujar Uswatun.

Menurutnya, rape culture tidak selalu muncul dalam bentuk pembenaran terhadap kekerasan seksual. Budaya tersebut juga dapat hadir melalui candaan, stigma, pembiaran, maupun pertanyaan yang justru menyalahkan korban.

Baca Juga :  Ketua PAC IPNU Kecamatan Sukadiri Kecam Tindakan Kejahatan Seksual Di Wilayah nya, Tindak Tegas Pelaku dan Lindungi Korban

Ia menilai praktik victim blaming perlu dihentikan karena dapat membuat korban semakin tertekan dan memilih diam. Masyarakat, kata Uswatun, perlu berani bersuara ketika melihat kekerasan dan tidak menjadikan korban sebagai pihak yang harus bertanggung jawab atas kekerasan yang dialaminya.

Persoalan tradisi juga menjadi perhatian dalam diskusi. Uswatun menegaskan bahwa tradisi dan kebudayaan tidak semestinya diposisikan sebagai musuh perempuan. Namun, tradisi tidak boleh dijadikan alasan untuk mempertahankan praktik yang menghilangkan hak atas tubuh, keselamatan, martabat, dan keadilan.

Ilustrasi cuplikan film saat nonton bareng. foto/pusat-berita.com

“Tradisi tidak boleh menjadi alasan untuk menghilangkan hak seseorang atas tubuh, keselamatan, martabat, dan keadilan. Ketika atas nama tradisi perempuan diminta diam terhadap kekerasan, maka yang harus dipertanyakan bukan hanya korbannya, tetapi juga cara kita memahami tradisi,” tuturnya.

Uswatun juga menilai mahasiswa memiliki peran penting dalam membongkar normalisasi kekerasan. Kampus dan organisasi mahasiswa, kata dia, harus menjadi ruang yang mendorong keberanian untuk bersuara sekaligus membangun keberpihakan kepada korban.

Melalui kegiatan tersebut, SEMMI Tangerang mendorong mahasiswa menjadikan Women from Rote Island sebagai ruang refleksi untuk melihat persoalan perempuan secara lebih kritis, terutama terkait kekerasan, relasi kuasa, stigma, victim blaming, tradisi, dan keadilan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎Jakarta Ruang Politik Nasional, SEMMI Tangerang Dukung Masyarakat Pati
KKN UCA dan BCA Syariah Dorong Literasi Keuangan Syariah di Cibogo
‎Indonesia Raya 3 Stanza Iringi Pembentangan Merah Putih Raksasa di Situ Gintung
Paguyuban RT 001 Cipete Rayakan HUT ke-81 RI, Karnaval hingga Cek Kesehatan
Rayakan HUT ke-81 RI, Universitas Yatsi Madani Perkuat Komitmen Cetak Generasi Unggul dan Nasionalis
Wali Kota Cup II Berhadiah Miliaran, Pengamat Ungkap Aturan PB PGI
Bursa Ketua DPRD Kota Tangerang, Samsuni Tegaskan Siap Jalankan Penugasan Partai
Buka Pelantikan dan Rakerwil, Wagub Banten Apresiasi DPW IMMI Banten
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 22:55 WIB

Lewat Women from Rote Island, SEMMI Tangerang Soroti Rape Culture dan Victim Blaming

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:13 WIB

‎Jakarta Ruang Politik Nasional, SEMMI Tangerang Dukung Masyarakat Pati

Kamis, 20 Agustus 2026 - 19:44 WIB

KKN UCA dan BCA Syariah Dorong Literasi Keuangan Syariah di Cibogo

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:35 WIB

‎Indonesia Raya 3 Stanza Iringi Pembentangan Merah Putih Raksasa di Situ Gintung

Senin, 17 Agustus 2026 - 11:54 WIB

Paguyuban RT 001 Cipete Rayakan HUT ke-81 RI, Karnaval hingga Cek Kesehatan

Berita Terbaru

Koordinator Gerakan Maluku Kawal Infrastruktur (GEMAK INFRA), Sitoly Mony (foto: istimewa).

Maluku

Sitoly Mony Desak Pemerintah Benahi Infrastruktur Maluku

Kamis, 20 Agu 2026 - 22:51 WIB

Ilustrasi perjalanan KRL Commuter Line lintas Duri-Tangerang. Perjalanan lintas tersebut mengalami gangguan setelah salah satu rangkaian tertemper sepeda motor, Kamis (20/8/2026). (Foto/ensroom.com)

Jakarta

KRL Duri-Tangerang Terganggu Usai Tertemper Sepeda Motor

Kamis, 20 Agu 2026 - 08:30 WIB