BEM PTNU Banten Salurkan Air Bersih untuk Warga Pandeglang

- Penulis

Kamis, 27 Agustus 2026 - 00:28 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BEM PTNU Gelar Aksi Sosial Bagi-Bagi Air Bersih di Pandeglang (Foto: Istimewa)

BEM PTNU Gelar Aksi Sosial Bagi-Bagi Air Bersih di Pandeglang (Foto: Istimewa)

PANDEGLANG, PUSATBERITA – Kepedulian terhadap warga yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih mendorong Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (BEM PTNU) Banten menggelar aksi sosial di Kabupaten Pandeglang, Rabu (26/8/2026). Sebanyak dua tangki air bersih didistribusikan kepada masyarakat di Kampung Ciledok, Desa Mekarsari, Kecamatan Panimbang, dan Kampung Waled, Desa Sobang, Kecamatan Sobang.

Aksi yang berlangsung mulai pukul 14.00 WIB tersebut menjadi bagian dari gerakan “BEM PTNU Peduli Sesama”. Inisiatif ini lahir dari kepedulian mahasiswa terhadap persoalan kebutuhan dasar yang masih dihadapi sebagian masyarakat, sekaligus menjadi bentuk nyata pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat.

Dukungan terhadap aksi kemanusiaan ini datang dari berbagai pihak. Satu tangki air berasal dari partisipasi kolektif mahasiswa, sementara CV Gary Setiawan turut memberikan bantuan satu tangki. Dengan demikian, total dua tangki berhasil dihimpun dan disalurkan ke wilayah yang membutuhkan.

Sejumlah mahasiswa dari STAI Babunnajah dan STAISMAN yang tergabung dalam BEM PTNU Wilayah Banten juga turut ambil bagian. Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa kepedulian sosial dapat menjadi ruang bersama bagi mahasiswa lintas perguruan tinggi untuk memberikan manfaat secara langsung.

Di lokasi penyaluran, salah seorang warga mengungkapkan kondisi yang mereka alami sekaligus menyampaikan harapan agar pemerintah Kabupaten Pandeglang lebih intensif memperhatikan kehidupan masyarakat di wilayah perdesaan.

Menurutnya, persoalan yang muncul di tingkat masyarakat terkadang tidak terdengar hingga ke pemerintah. Kondisi tersebut membuat warga kesulitan mendapatkan bantuan saat kebutuhan mendesak muncul.

“Kadang masalah yang di bawah tidak sampai terdengar atau tersampaikan kepada pemerintah. Akhirnya, ketika kami membutuhkan bantuan, kami tidak menerimanya. Seperti sekarang, desa kami mengalami krisis air. Kondisi ini bisa berlangsung tiga sampai lima bulan ke depan, padahal kami sangat membutuhkan bantuan,” tuturnya.

Baca Juga :  Tingkatkan Kesiapsiagaan, Forum Potensi Tangsel Gelar Pelatihan Penanganan Kegawatdaruratan

Keluhan tersebut menjadi catatan penting bagi mahasiswa yang terlibat. Persoalan air bersih dinilai bukan sekadar masalah teknis, tetapi menyangkut kebutuhan dasar yang berdampak langsung terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat.

Dixi Ramadhan, Bendahara Wilayah BEM PTNU Banten sekaligus salah satu representasi anak muda asal Pandeglang, mengatakan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam persoalan sosial merupakan bagian dari tanggung jawab moral generasi muda.

“Mahasiswa tidak boleh hanya hadir di ruang-ruang kampus. Ketika ada persoalan yang dirasakan masyarakat, kita harus berusaha hadir sesuai kemampuan. Mungkin dua tangki ini belum mampu menjawab seluruh kebutuhan warga, tetapi setidaknya menjadi bukti bahwa masih ada kepedulian dan kemauan untuk bergerak,” ujar Dixi.

Ia menambahkan, penanganan persoalan air bersih membutuhkan perhatian berkelanjutan. Menurutnya, bantuan darurat penting untuk dilakukan, tetapi solusi jangka panjang juga harus dipikirkan agar masyarakat tidak terus berada dalam kondisi yang sama setiap kali terjadi kekeringan.

Dixi juga mendorong adanya sinergi antara pemerintah daerah, mahasiswa, masyarakat, dunia usaha, serta berbagai kelompok sosial lainnya. Kolaborasi dinilai penting agar persoalan di tingkat akar rumput dapat lebih cepat diketahui dan ditangani.

“Jangan sampai persoalan masyarakat baru mendapatkan perhatian ketika sudah menjadi krisis. Suara warga di desa harus didengar dan menjadi bagian dari pertimbangan dalam menentukan kebijakan. Kami sebagai anak muda Pandeglang ingin mengambil bagian dalam proses itu,” tegasnya.

Melalui aksi tersebut, BEM PTNU Banten ingin menegaskan bahwa pengabdian tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Kepedulian dapat diwujudkan melalui langkah sederhana, selama dilakukan dengan ketulusan dan semangat gotong royong.

Bukan tentang seberapa banyak yang diberikan, tetapi tentang kemauan untuk hadir ketika sesama membutuhkan.

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemuda Muslim Banten Pertanyakan Anggaran Fantastis Pada Lomba Kanvas Gemilang 2026
Tanwir IMM XXXIV di Kota Tangerang Ricuh, Musyawirin Desak Transparansi Penetapan waktu Muktamar
Warga Uwung Jaya Gelar Malam Puncak HUT ke-81 RI
Camat Kelapa Dua Ajak Masyarakat Sukseskan Bulan Dana PMI 2026
Konferancab III IPNU-IPPNU Larangan, Teguhkan Regenerasi Pelajar NU
SEPETA Tolak Ojol Dikategorikan UMKM, Desak Pemerintah Ratifikasi ILO C193
Camat Batuceper Hadiri Pengukuhan dan Ta’aruf MUI Batuceper Masa Khidmat 2026-2031
Lewat Women from Rote Island, SEMMI Tangerang Soroti Rape Culture dan Victim Blaming
Berita ini 27 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 18:13 WIB

Pemuda Muslim Banten Pertanyakan Anggaran Fantastis Pada Lomba Kanvas Gemilang 2026

Rabu, 2 September 2026 - 13:42 WIB

Warga Uwung Jaya Gelar Malam Puncak HUT ke-81 RI

Rabu, 2 September 2026 - 12:33 WIB

Camat Kelapa Dua Ajak Masyarakat Sukseskan Bulan Dana PMI 2026

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:22 WIB

Konferancab III IPNU-IPPNU Larangan, Teguhkan Regenerasi Pelajar NU

Jumat, 28 Agustus 2026 - 17:58 WIB

SEPETA Tolak Ojol Dikategorikan UMKM, Desak Pemerintah Ratifikasi ILO C193

Berita Terbaru