TANGERANG, PUSATBERITA – Pengurus Provinsi (Pengprov) Wushu Banten menggelar Rapat Koordinasi dan Silaturahmi Praktisi serta Pelatih Taolu se-Banten, Selasa, 25 Agustus 2026. Kegiatan berlangsung di Mille Kopitiam Citra Raya, VIV Room.
Rapat yang dipimpin Pengprov Wushu Banten tersebut dihadiri Pembina Wushu Banten Roni Alfanto, jajaran pengurus Pengprov Wushu Banten, Ketua Pengcab Wushu Kabupaten Tangerang, Ketua Pengcab Wushu Kota Tangerang, serta sejumlah praktisi dan pelatih Wushu Taolu dari berbagai wilayah di Provinsi Banten.
Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk membahas perkembangan Wushu Taolu di Banten sekaligus menyamakan visi dan strategi dalam mendorong kemajuan cabang olahraga tersebut. Selain itu, rapat juga membahas penguatan peran Pengcab, persiapan Tangerang Wushu Open Championship (TWOC) 2026, serta persiapan menuju POPDA 2028.
Pembina Wushu Banten, Roni Alfanto, menegaskan pentingnya pendataan atlet dan pelatih secara menyeluruh di setiap wilayah. Menurutnya, Pengcab juga harus mampu merangkul seluruh sasana dan perguruan Wushu yang berada di wilayah masing-masing sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.
“Setiap Pengcab wajib mendata semua atlet dan pelatih di wilayahnya, serta merangkul semua sasana atau perguruan sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku,” ujar Roni.
Ia juga memastikan Pengprov Wushu Banten tetap akan mengirimkan atlet Taolu untuk mengikuti Babak Kualifikasi (BK) PON, meskipun nomor Taolu tidak dipertandingkan dalam Porprov tahun ini.
Lebih lanjut, Roni menyampaikan bahwa Tangerang Wushu Open Championship (TWOC) 2026 akan diarahkan menjadi salah satu ajang seleksi atlet Taolu senior Provinsi Banten.
Menurutnya, pengembangan Taolu di Banten harus mulai dilakukan secara serius dan berkelanjutan. Hal tersebut dinilai penting untuk mempersiapkan kekuatan atlet Banten menghadapi berbagai kejuaraan di tingkat nasional maupun internasional.
“Sudah saatnya nomor Taolu berkembang di Banten untuk mempersiapkan PON 2032, saat Banten menjadi tuan rumah. Kita menargetkan Taolu bisa membawa kemenangan untuk Banten,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Pengcab Wushu Kabupaten Tangerang, Iyon Aritonang, menyampaikan bahwa pihaknya berupaya menjadikan Pengcab sebagai wadah bagi seluruh sasana dan perguruan Wushu yang berada di wilayah Kabupaten Tangerang.
“Kami di Pengcab Kabupaten Tangerang memfungsikan Pengcab sebagai wadah untuk seluruh sasana atau perguruan Wushu yang ada di wilayah Kabupaten Tangerang,” kata Iyon.
Ia mendorong agar konsep tersebut dapat diterapkan oleh Pengcab Wushu di seluruh kabupaten dan kota se-Banten. Menurutnya, keberadaan Pengcab harus memiliki fungsi yang ideal sehingga dapat menciptakan pembinaan yang sehat, persaingan sportif, serta melahirkan atlet-atlet berkompeten.
“Kami berharap Pengcab di seluruh kota dan kabupaten se-Banten bisa menerapkan hal demikian, agar tercipta fungsi Pengcab yang ideal serta persaingan yang sportif sehingga mencetak generasi atlet yang berkompeten dan bisa membawa nama daerahnya ke kancah nasional maupun internasional,” ujarnya.
Ketua Pelaksana kegiatan, Darmansyah, menilai rapat koordinasi dan silaturahmi tersebut merupakan langkah awal yang positif bagi perkembangan Wushu Taolu di Provinsi Banten.
“Acara ini adalah langkah awal yang sangat bagus bagi perkembangan Wushu Taolu yang ada di Banten, karena kita menyelaraskan visi antara Pengcab dan para penggiat Wushu. Mudah-mudahan semua tidak berhenti di sini dan bisa dijalankan sesuai fungsi dan tugasnya,” ungkap Darmansyah.
Dengan adanya pertemuan tersebut, Pengprov Wushu Banten berharap koordinasi antara Pengprov, Pengcab, sasana, praktisi, dan pelatih semakin kuat. Sinergi tersebut diharapkan menjadi fondasi pembinaan Taolu yang lebih terarah sekaligus mempersiapkan atlet-atlet terbaik Banten untuk menghadapi berbagai agenda kejuaraan, termasuk menuju PON 2032.











