Islam Jangan Hanya Menjadi Identitas: Keislaman Harus Melahirkan Keberanian Melawan Ketidakadilan

- Penulis

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 10:26 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Dokumentasi Pribadi

Foto: Dokumentasi Pribadi

Oleh Supriyadi | Ketua Umum PC SEMMI Pandeglang


Islam jangan hanya berhenti sebagai identitas. Keislaman harus hadir dalam cara kita berpikir, bersikap dan memperlakukan sesama. Sebab, keberagamaan yang tidak melahirkan kepedulian terhadap ketidakadilan akan kehilangan makna sosialnya.

Bagi saya, menjadi seorang Muslim bukan hanya tentang hubungan dengan Allah SWT, tetapi juga tentang keberanian berdiri ketika kebenaran dan keadilan sedang dipertaruhkan.

Pemikiran H.O.S. Tjokroaminoto masih relevan untuk kita renungkan. Salah satu prinsip yang diwariskannya adalah:

“Setinggi-tinggi ilmu, semurni-murni tauhid, sepintar-pintar siasat.”

Kalimat ini bagi saya bukan sekadar slogan, tetapi pedoman bagi generasi muda Islam.

Setinggi-tinggi ilmu berarti perjuangan harus dibangun dengan pengetahuan. Mahasiswa Islam tidak boleh hanya pandai berbicara, tetapi harus mampu membaca persoalan, mengkaji kebijakan dan membangun kritik berdasarkan fakta.

Semurni-murni tauhid berarti ilmu dan perjuangan harus memiliki landasan moral. Tauhid seharusnya melahirkan keberanian untuk mengatakan benar sebagai kebenaran dan salah sebagai kesalahan. Kita tidak boleh takut kepada kekuasaan ketika yang diperjuangkan adalah kebenaran dan kepentingan masyarakat.

Sementara sepintar-pintar siasat mengajarkan bahwa perjuangan membutuhkan strategi. Keberanian tanpa perhitungan dapat menjadi kecerobohan. Karena itu, gerakan mahasiswa harus menggabungkan keberanian dengan kajian, data, komunikasi dan strategi.

Baca Juga :  Bahlil, Politik Energi dan Kepungan Rezim Rente

Di sinilah keislaman seharusnya mengambil posisi.

Ketika masyarakat mengalami ketidakadilan, kita tidak boleh memilih diam. Ketika kebijakan tidak berpihak kepada rakyat, kita harus berani mengkritisi. Ketika ada persoalan sosial, mahasiswa Islam harus hadir memberikan gagasan dan solusi.

Namun perjuangan tersebut bukanlah kebencian terhadap pemerintah atau permusuhan terhadap negara. Kritik adalah bagian dari tanggung jawab sosial selama dilakukan dengan ilmu, etika dan tujuan untuk menghadirkan kemaslahatan.

Jangan sampai kita hanya mengagumi H.O.S. Tjokroaminoto, mengutip kalimatnya, tetapi kehilangan semangat perjuangannya.

Generasi muda Islam hari ini memiliki persoalan zamannya sendiri: ketimpangan sosial, kemiskinan, korupsi, persoalan pendidikan, pelayanan publik dan berbagai bentuk ketidakadilan lainnya.

Maka tugas kita bukan sekadar mewarisi sejarah, tetapi menghidupkan nilai perjuangan itu dalam realitas hari ini.

Sebagai Ketua Umum PC SEMMI Pandeglang, saya berpandangan bahwa mahasiswa Islam harus menjadi generasi yang berilmu, bertauhid, berintegritas dan berani memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Sebab pada akhirnya:

Ilmu harus melahirkan kesadaran. Tauhid harus melahirkan keberanian. Dan perjuangan harus melahirkan kemaslahatan.

Islam tidak cukup hanya menjadi identitas. Islam harus menjadi nilai yang hidup dan keberanian untuk membela kebenaran.

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TNI, Ruang Sipil, dan Jalan Generasi
Tragedi Siswa SD Pemalang: Ketika Sekolah Gagal Melindungi Anak
Potensi Desa, Kamuflase Baru Eksploitasi
‎Eco-Anxiety: Krisis Iklim dan Persoalan HAM
‎Bandung Lautan Api: Prabowo dan Moral Hazard Kekuasaan
Merdeka untuk Siapa? Banten di Tengah Ledakan Inventasi dan Ketimpangan
Ketika Kampus Lupa Mendidik Manusia
Bocor Alus, Jokowi, dan Pesan dari Kacamata Prabowoisme
Berita ini 18 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 01:20 WIB

TNI, Ruang Sipil, dan Jalan Generasi

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Tragedi Siswa SD Pemalang: Ketika Sekolah Gagal Melindungi Anak

Kamis, 24 September 2026 - 12:06 WIB

Potensi Desa, Kamuflase Baru Eksploitasi

Jumat, 11 September 2026 - 19:14 WIB

‎Eco-Anxiety: Krisis Iklim dan Persoalan HAM

Selasa, 25 Agustus 2026 - 13:04 WIB

‎Bandung Lautan Api: Prabowo dan Moral Hazard Kekuasaan

Berita Terbaru

Topan Bagaskara (Foto/Dokumen Pribadi)

Opini

TNI, Ruang Sipil, dan Jalan Generasi

Senin, 5 Okt 2026 - 01:20 WIB