Aparat Kejar Massa hingga Sekretariat, Mahasiswa Kecam Represifitas

- Penulis

Sabtu, 13 Juni 2026 - 15:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OKP Jakarta Selatan Berikan Pernyataan Sikap Tegas Pasca Aksi (Foto: Tangkapan Layar)

OKP Jakarta Selatan Berikan Pernyataan Sikap Tegas Pasca Aksi (Foto: Tangkapan Layar)

JAKARTA, PUSATBERITA – Organisasi kepemudaan yang terdiri dari GMNI Jakarta Selatan, PMII Universitas Nasional (UNAS), dan HMI Jakarta Selatan menyampaikan pernyataan sikap tegas pasca aksi damai yang digelar di kawasan Tugu Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (12/6/2026).

Aksi yang diwarnai pembakaran ban dan orasi politik tersebut merupakan bentuk protes terhadap memburuknya kondisi ekonomi nasional serta menurunnya kepercayaan publik terhadap lembaga-lembaga negara yang dinilai gagal menjawab berbagai persoalan rakyat.

Ketua DPC GMNI Jakarta Selatan, Rauf, menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh mengabaikan suara masyarakat yang semakin resah menghadapi tekanan ekonomi dan ketidakpastian politik. Menurutnya, negara harus segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi krisis yang dirasakan masyarakat luas.

“Kami meminta pemerintah untuk segera merespons berbagai aspirasi rakyat demi memperbaiki situasi krisis ekonomi yang sedang berlangsung serta memulihkan kepercayaan politik masyarakat terhadap DPR maupun pemerintah sendiri,” ujar Rauf.

Massa aksi menilai berbagai persoalan yang berkembang saat ini menunjukkan adanya kegagalan negara dalam menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada rakyat. Karena itu, demonstrasi yang dilakukan merupakan bagian dari hak konstitusional warga negara untuk menyampaikan kritik dan mengawasi jalannya pemerintahan.

Namun, aksi tersebut berujung pada ketegangan antara massa dan aparat kepolisian. Massa mengaku mengalami tindakan represif berupa upaya pembubaran paksa hingga pengangkutan sejumlah peserta aksi ke Mapolres Metro Jakarta Selatan.

Baca Juga :  PW PII Resmi Gelar LAT-PID Jakarta 2026

Situasi memanas ketika aparat disebut melakukan pengejaran hingga ke area sekretariat organisasi. Massa aksi mengklaim aparat sempat memasuki sekretariat setelah terjadi perlawanan terhadap proses pembubaran demonstrasi.

“Kami melakukan perlawanan hingga masuk ke sekretariat, namun aparat juga masuk ke dalam area tersebut. Karena itu kami mengecam keras segala bentuk tindakan represif dan brutal terhadap massa aksi di tengah situasi krisis ekonomi dan politik yang sedang dihadapi rakyat hari ini,” tegas Rauf.

Atas peristiwa tersebut, OKP Jakarta Selatan menyampaikan dua poin sikap. Pertama, menilai aparat kepolisian telah gagal menjalankan fungsi pengayoman dan perlindungan terhadap masyarakat yang sedang menggunakan hak demokratisnya untuk menyampaikan aspirasi.

Kedua, mendesak pemerintah agar segera melakukan langkah-langkah perbaikan yang nyata dan berpihak kepada rakyat sebagai bentuk pertanggungjawaban atas amanah yang diberikan oleh masyarakat Indonesia.

Bagi massa aksi, kritik dan perlawanan rakyat merupakan bagian dari kontrol sosial yang sah dalam negara demokrasi. Karena itu, segala bentuk intimidasi, pembungkaman, maupun tindakan represif terhadap gerakan mahasiswa dan rakyat hanya akan memperdalam krisis kepercayaan publik serta memperlebar jarak antara negara dan masyarakat yang tengah menuntut keadilan sosial dan perubahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

MA Da’il Khairaat Resmi Buka MATAMUDA Tahun Pelajaran 2026/2027
Raker Yayasan Da’il Khairaat Tekankan Mutu Pendidikan dan Sinergi
MSCI Evaluasi Pasar Saham RI, Marwan Jafar: Momentum Percepat Reformasi Bursa Efek
Rembug Muda Nahdliyin Soroti Arah Gagasan NU Menjelang Muktamar PBNU 2026
Erry Indriani: Kecemasan Fresh Graduate Bukan Karena Lemah Mental
PW KAMMI Jakarta Raya: Tindakan Pembubaran Diskusi Bukan Sifat Aktivis Demokrasi
Muhammad Senanatha: Konsensus Kebangsaan Adalah Warisan Besar Para Tokoh Islam
Senanatha Ajak Generasi Muda Meneladani Perjuangan Islam dan Sarekat Islam dalam Merebut Kemerdekaan
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:22 WIB

MA Da’il Khairaat Resmi Buka MATAMUDA Tahun Pelajaran 2026/2027

Rabu, 8 Juli 2026 - 12:20 WIB

Raker Yayasan Da’il Khairaat Tekankan Mutu Pendidikan dan Sinergi

Jumat, 26 Juni 2026 - 02:22 WIB

MSCI Evaluasi Pasar Saham RI, Marwan Jafar: Momentum Percepat Reformasi Bursa Efek

Senin, 22 Juni 2026 - 17:30 WIB

Rembug Muda Nahdliyin Soroti Arah Gagasan NU Menjelang Muktamar PBNU 2026

Jumat, 19 Juni 2026 - 20:27 WIB

Erry Indriani: Kecemasan Fresh Graduate Bukan Karena Lemah Mental

Berita Terbaru