PW KAMMI Jakarta Raya: Tindakan Pembubaran Diskusi Bukan Sifat Aktivis Demokrasi

- Penulis

Selasa, 16 Juni 2026 - 22:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua KAMMI Jakarta Raya (Foto: Istimewa)

Ketua KAMMI Jakarta Raya (Foto: Istimewa)

JAKARTA, PUSATBERITA – Pengurus Wilayah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Jakarta Raya menyampaikan keprihatinan atas terjadinya penghambatan dan pembubaran forum diskusi yang berlangsung di lingkungan Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, pada Senin (15/6).

Forum diskusi bertajuk “Pancasila Pemersatu Bangsa” tersebut menghadirkan sejumlah tokoh nasional, di antaranya Budiman Sudjatmiko, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, serta Wakil Menteri Pertanian Sudaryono. Namun, berdasarkan berbagai informasi yang beredar, kegiatan tersebut tidak dapat berlangsung secara optimal akibat adanya penolakan dari sekelompok peserta.

Ketua PW KAMMI Jakarta Raya, Andre, menilai bahwa kampus semestinya menjadi ruang yang aman bagi pertukaran gagasan, diskusi ilmiah, dan pengujian ide secara terbuka.

“Kami menyayangkan terjadinya pembubaran forum diskusi di lingkungan kampus. Perbedaan pandangan adalah hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi dan dunia akademik. Namun, perbedaan tersebut seharusnya disampaikan melalui dialog, argumentasi, serta adu gagasan yang sehat, bukan dengan menghambat atau membubarkan forum yang sedang berlangsung,” ujar Andre, Selasa (16/6/2026).

Menurut Andre, kebebasan akademik merupakan salah satu pilar penting dalam kehidupan perguruan tinggi. Setiap gagasan yang disampaikan dalam ruang diskusi seharusnya diuji dengan data, argumentasi, dan kajian ilmiah sehingga menghasilkan proses pembelajaran yang mencerdaskan seluruh pihak.

Baca Juga :  SEMMI Audiensi dengan Menko Pangan, Dorong Kemandirian Pangan dan Siapkan Program Petani Milenial

PW KAMMI Jakarta Raya juga mengingatkan bahwa tradisi intelektual kampus dibangun di atas semangat keterbukaan, penghormatan terhadap perbedaan pandangan, serta keberanian untuk berdialog. Oleh karena itu, setiap bentuk tindakan yang berpotensi membatasi ruang diskusi perlu menjadi perhatian bersama agar tidak menggerus budaya akademik yang sehat.

Sebagai bentuk sikap organisasi, PW KAMMI Jakarta Raya menyampaikan beberapa poin sebagai berikut:

  1. Menyayangkan terjadinya pembubaran dan penghambatan forum diskusi di lingkungan kampus.
  2. Mendorong seluruh elemen mahasiswa untuk mengedepankan dialog, debat ilmiah, dan argumentasi yang beradab dalam menyikapi perbedaan pandangan.
  3. Mengajak seluruh civitas akademika menjaga marwah kampus sebagai ruang pertukaran gagasan dan pengembangan ilmu pengetahuan.
  4. Menegaskan pentingnya menjaga kebebasan akademik dan kebebasan berpendapat yang bertanggung jawab sebagai bagian dari kehidupan demokrasi.
  5. Mendorong terciptanya iklim kampus yang inklusif, terbuka, dan kondusif bagi seluruh kelompok untuk menyampaikan pandangan secara damai.

“Kampus harus tetap menjadi tempat bertemunya berbagai gagasan untuk diuji secara terbuka dan ilmiah. Demokrasi yang sehat tumbuh dari dialog dan pertukaran pemikiran, bukan dari pembungkaman,” tutup Andre.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Muhammad Senanatha: Konsensus Kebangsaan Adalah Warisan Besar Para Tokoh Islam
Senanatha Ajak Generasi Muda Meneladani Perjuangan Islam dan Sarekat Islam dalam Merebut Kemerdekaan
Disebut dalam Persidangan Kasus Blueray, MataHukum Minta Aldison Diperiksa
Aparat Kejar Massa hingga Sekretariat, Mahasiswa Kecam Represifitas
Putri Ahmad Bahar Serahkan Bukti Dugaan Penyekapan ke Polda Metro Jaya
Reyzan Sulaeman Resmi Nahkodai PW PII Jakarta Raya
Mutasi Mei 2026, Empat Kombes Pol Resmi Bergabung ke Polda Metro Jaya
Ayah Pengantin di Jakut Nekat Tusuk Mantan Istri di Momen Pernikahan
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 22:29 WIB

PW KAMMI Jakarta Raya: Tindakan Pembubaran Diskusi Bukan Sifat Aktivis Demokrasi

Selasa, 16 Juni 2026 - 17:29 WIB

Muhammad Senanatha: Konsensus Kebangsaan Adalah Warisan Besar Para Tokoh Islam

Senin, 15 Juni 2026 - 01:35 WIB

Senanatha Ajak Generasi Muda Meneladani Perjuangan Islam dan Sarekat Islam dalam Merebut Kemerdekaan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 20:54 WIB

Disebut dalam Persidangan Kasus Blueray, MataHukum Minta Aldison Diperiksa

Sabtu, 13 Juni 2026 - 15:39 WIB

Aparat Kejar Massa hingga Sekretariat, Mahasiswa Kecam Represifitas

Berita Terbaru

Wasit Kontroversi Kembali Pimpin Pertandingan Semifinal Matali Cup 2026 (Foto: Istimewa)

Sulawesi Utara

Bonawang FC Protes, Askot Tetap Tugaskan Wasit yang Dipersoalkan

Selasa, 16 Jun 2026 - 18:15 WIB

Polemik Matali Cup 2026 (Foto: Istimewa)

Sulawesi Utara

Matali Cup 2026: Diduga Terjadi Kecurangan Wasit Berlisensi

Selasa, 16 Jun 2026 - 00:41 WIB

Guru Jadi Korban Efisiensi Anggaran Dampak Program MBG (Foto/Akal Imitasi).

Nasional

Efek Program MBG Guru Hilang Kontrak Hingga Digaji Rp50 Ribu

Senin, 15 Jun 2026 - 19:27 WIB