Kejagung Tersangkakan Brigjen Polri Diduga Korupsi Ompreng MBG

- Penulis

Kamis, 2 Juli 2026 - 16:16 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dirdik Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi (foto/istimewa)

Dirdik Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi (foto/istimewa)

JAKARTA, PUSATBERITA — Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali mengembangkan penyidikan dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menetapkan Brigadir Jenderal (Brigjen) Polri aktif berinisial LMI sebagai tersangka. LMI diketahui menjabat Sekretaris Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama Badan Gizi Nasional (BGN).

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Syarief Sulaeman Nahdi, menjelaskan bahwa LMI sebelumnya menjabat Kepala Biro Hukum dan Humas BGN hingga Maret 2025. Dalam proses penyidikan, LMI diduga memanfaatkan posisinya untuk mengatur pengadaan food tray (ompreng) bagi calon mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Penyidik menduga LMI mengarahkan dua saksi berinisial YCS dan RD untuk mendirikan sebuah perusahaan yang kemudian menjadi pemasok food tray kepada calon mitra program MBG. Kejagung juga menduga harga jual food tray telah ditentukan sejak awal dan memuat komponen keuntungan yang diperuntukkan bagi LMI sebagai syarat agar pengadaan tersebut memperoleh persetujuan.

Baca Juga :  Kritisi Soal MBG, Kartu Pers Jurnalis CNN Malah Dicabut Biro Pers

“Dalam harga tersebut sudah ditentukan oleh tersangka, termasuk adanya bagian kepada saudara LMI agar penjualan food tray itu di-approve atau disetujui,” ujar Syarief di Gedung Jampidsus, Jakarta Selatan, Kamis (2/7/2026).

Menurut Kejagung, dugaan tersebut mengindikasikan adanya penyalahgunaan kewenangan dalam pengadaan sarana pendukung Program Makan Bergizi Gratis. Program yang dirancang untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat itu diduga dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk memperoleh keuntungan pribadi.

Saat ini, LMI telah ditahan di Rumah Tahanan Cabang Salemba selama 20 hari guna kepentingan penyidikan. Ia dijerat dengan Pasal 12 huruf a, huruf b, dan huruf e Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto ketentuan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023.

Kejaksaan Agung menegaskan penyidikan belum berhenti pada penetapan satu tersangka. Penyidik masih menelusuri aliran keuntungan serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis.

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Yusril Ungkap Indikasi Makar di Balik Penyadapan Prabowo
Skandal Penyadapan, Prabowo Copot Listyo Sigit
Menlu Singapura Temui Prabowo di Hambalang
Kader HMI Batusangkar Maju Caketum PB HMI, Alumni Rapatkan Barisan
Massa Aksi Bertahan di Bundaran HI di Tengah Hujan Deras
Dua Tahun Prabowo-Gibran, Mahasiswa: Tepati atau Pergi
Gelorakan Dakwah Ekonomi, PB SEMMI Dorong Potensi Industri Olahraga Nasional
Syahganda Nainggolan Dilantik Jadi Kepala Bakom Gantikan Qodari
Berita ini 20 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 17:45 WIB

Yusril Ungkap Indikasi Makar di Balik Penyadapan Prabowo

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:01 WIB

Menlu Singapura Temui Prabowo di Hambalang

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:53 WIB

Kader HMI Batusangkar Maju Caketum PB HMI, Alumni Rapatkan Barisan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:45 WIB

Massa Aksi Bertahan di Bundaran HI di Tengah Hujan Deras

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:47 WIB

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Mahasiswa: Tepati atau Pergi

Berita Terbaru

Daniel H Nainggolan, Ketua Umum Poros Intelektual Muda (Foto/ist)

Jakarta

PIM Tagih Keseriusan Polri Usut Tuntas Penyadapan Presiden

Jumat, 6 Nov 2026 - 18:48 WIB

Menko Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra (foto/istimewa)

Pilihan Redaksi

Mantan Presiden Bisa Diperiksa dalam Kasus Penyadapan

Rabu, 4 Nov 2026 - 18:10 WIB

Presiden Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri (Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Nasional

Yusril Ungkap Indikasi Makar di Balik Penyadapan Prabowo

Rabu, 4 Nov 2026 - 17:45 WIB