PW PII Jakarta: Pendidikan Gratis yang Merata atau Hanya Kota-kota Besar Saja

- Penulis

Jumat, 25 September 2026 - 16:30 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum PW PII Jakarta, Reyzan Sulaeman (Foto: Istimewa)

Ketua Umum PW PII Jakarta, Reyzan Sulaeman (Foto: Istimewa)

JAKARTA, PUSATBERITA — Rencana pemerintah untuk memperluas kebijakan pendidikan gratis merupakan langkah yang patut diapresiasi. Namun, kebijakan tersebut perlu dipertanyakan secara serius apabila belum diikuti dengan pemerataan fasilitas, peningkatan kualitas sekolah, serta jaminan akses pendidikan yang layak bagi seluruh peserta didik, khususnya di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T.

Reyzan Sulaeman, Ketua Umum PW PII Jakarta, mengatakan bahwa pendidikan gratis tidak boleh hanya dimaknai sebagai penghapusan biaya pendidikan. Pemerintah juga harus memastikan bahwa setiap anak belajar di ruang kelas yang aman, memiliki akses terhadap guru yang memadai, memperoleh buku dan teknologi pembelajaran, serta mendapatkan fasilitas sanitasi dan sarana pendidikan yang layak.

“Melihat pada Data statistik pendidikan yang ada pada dikdasmen saja menunjukkan bahwa pada tahun ajaran 2024/2025 masih terdapat banyak ruang kelas dalam kondisi rusak. Pada jenjang SD, sekitar 10,81 persen ruang kelas tercatat dalam kondisi rusak berat, sementara 49,51 persen lainnya mengalami kerusakan ringan atau sedang,” ujar Reyzan Sulaeman, Jumat (25/9).

Baca Juga :  Korban Gempa M7,7 NTT Tembus 47 Orang, Ratusan Rumah Rusak

Ia menyoroti apa yang disampaikan oleh Pemerintah sendiri bahwa program revitalisasi sekolah tahun 2026 memprioritaskan sekolah rusak berat, sekolah di daerah 3T, dan sekolah terdampak bencana.

“Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tantangan pendidikan nasional bukan hanya persoalan biaya, tetapi juga persoalan kesenjangan kualitas dan fasilitas,” katanya.

Dirinya menegaskan bahwa pemerintah perlu menjelaskan secara terbuka apakah program pendidikan gratis akan mencakup pembiayaan perbaikan infrastruktur.

“Pemerintah harus memastikan penyediaan fasilitas pembelajaran, pemerataan guru, serta dukungan operasional bagi sekolah-sekolah di daerah yang memiliki keterbatasan sumber daya,” tutupnya.

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sikap Cipayung Plus DKI Jakarta: Evaluasi Dua Tahun Rezim Salah Urus!
Mahasabha XIII PHDI Resmi Ditutup, Cantiasa Usung Visi PHDI sebagai Rumah Besar Umat Hindu Nusantara
Indri Damayanthi: Perempuan Bukan Pelengkap Persatuan
Mahasabha XIII PHDI, Wisnu Bawa Tenaya: Pak Dunia Jangan Mau Diadu Domba, Kita Sama-Sama Jenderal
Wasekjend PB HMI Pertanyakan Dasar Surat Pendidikan Gibran
Basudara Aman Rangkul Aktivis Muda Sulut di Jakarta, Dorong Pembangunan Daerah
Komite Perempuan SEPETA Dorong Perlindungan Pekerja Transportasi Online Perempuan
Tim Kuasa Hukum Dorong Perlindungan Korban dan Ajukan Amicus Curiae dalam Kasus Kekerasan Seksual Santriwati
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:05 WIB

Sikap Cipayung Plus DKI Jakarta: Evaluasi Dua Tahun Rezim Salah Urus!

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:54 WIB

Mahasabha XIII PHDI Resmi Ditutup, Cantiasa Usung Visi PHDI sebagai Rumah Besar Umat Hindu Nusantara

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Indri Damayanthi: Perempuan Bukan Pelengkap Persatuan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:49 WIB

Mahasabha XIII PHDI, Wisnu Bawa Tenaya: Pak Dunia Jangan Mau Diadu Domba, Kita Sama-Sama Jenderal

Sabtu, 26 September 2026 - 05:03 WIB

Wasekjend PB HMI Pertanyakan Dasar Surat Pendidikan Gibran

Berita Terbaru

Foto/PDAM Tirta Benteng

Banten

Milad Perumda TB, Sachrudin: Layanan Harus Kian Andal

Senin, 12 Okt 2026 - 15:49 WIB