SAPMA PP Kota Tangerang Soroti Kasus Tewasnya Dua Pelajar di Alam Sutera, Desak Pemerintah Ambil Langkah Terukur

- Penulis

Senin, 19 Oktober 2026 - 02:40 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua SAPMA PP Kota Tangerang, Roni Zaenuri (Foto: Istimewa)

Ketua SAPMA PP Kota Tangerang, Roni Zaenuri (Foto: Istimewa)

TANGERANG, PUSATBERITA – Satuan Pelajar dan Mahasiswa Pemuda Pancasila (SAPMA PP) Kota Tangerang menyoroti kasus meninggalnya dua pelajar SMP berinisial A (14) dan W (15) di kawasan Alam Sutera, Serpong Utara. Peristiwa tersebut menjadi perhatian serius karena diduga berkaitan dengan aksi kejar-kejaran oleh sekelompok pelajar yang membawa senjata tajam.

Kedua korban dilaporkan meninggal dunia setelah sepeda motor yang mereka tumpangi menabrak pembatas jalan saat berusaha menghindari kejaran kelompok tersebut pada Jumat (9/10/2026).

Ketua SAPMA PP Kota Tangerang, Roni Zaenuri, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa tersebut. Ia menilai kejadian ini menjadi peringatan serius bagi seluruh pemangku kepentingan, khususnya pemerintah daerah, institusi pendidikan, aparat keamanan, dan masyarakat.

“Kami dari SAPMA PP Kota Tangerang mengecam keras aksi kekerasan antarpelajar yang diduga melibatkan kelompok bersenjata tajam hingga berujung pada hilangnya nyawa dua pelajar. Peristiwa ini tidak boleh dipandang semata-mata sebagai kecelakaan lalu lintas, tetapi juga harus menjadi momentum untuk mengevaluasi persoalan kekerasan di kalangan remaja,” ujar Roni Zaenuri, Senin (12/10/2026).

Roni mengapresiasi langkah kepolisian dalam menangani kasus tersebut. Berdasarkan informasi yang disampaikan, Polres Tangerang Selatan telah mengamankan tiga pelajar beserta sejumlah barang bukti berupa celurit, arit, dan golok.

Meski demikian, menurutnya, penegakan hukum perlu diiringi langkah pencegahan yang sistematis dan berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa upaya menekan kekerasan antarpelajar tidak dapat dibebankan hanya kepada kepolisian, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif pemerintah daerah dan seluruh unsur pendidikan.

SAPMA PP Kota Tangerang mendesak Pemerintah Kota Tangerang, Pemerintah Kota Tangerang Selatan, serta dinas pendidikan terkait untuk segera menyusun langkah konkret dan terukur guna mencegah terulangnya kejadian serupa.

Baca Juga :  Desak Tanggungjawab Pemerintah Terhadap PPPK Penuh Waktu, Forum TPP-PPPK Audiensi Dengan Ketua DPRD Kota Tangerang

“Pemerintah tidak boleh hanya merespons dengan imbauan normatif setiap kali terjadi peristiwa yang merenggut nyawa. Harus ada tindakan nyata, mulai dari pemetaan dan pengawasan titik-titik rawan, evaluasi terhadap pola pembinaan siswa, hingga penguatan pendidikan karakter dan pendampingan remaja di luar jam sekolah,” tegasnya.

Selain itu, Roni mendorong peningkatan koordinasi antara Satpol PP, kepolisian, pihak sekolah, dan masyarakat melalui patroli rutin di lokasi serta waktu yang dinilai rawan, terutama pada jam kepulangan sekolah dan akhir pekan.

Upaya tersebut, menurutnya, perlu disertai pendekatan pembinaan agar pencegahan tidak hanya berorientasi pada penindakan, tetapi juga menyentuh akar persoalan kekerasan di kalangan remaja.

“Jangan sampai ada lagi anak-anak kita yang kehilangan nyawa akibat kekerasan di jalanan. Pemerintah dan seluruh elemen masyarakat harus hadir, bukan hanya setelah tragedi terjadi, tetapi juga melalui upaya pencegahan yang konsisten. Keselamatan dan masa depan generasi muda harus menjadi tanggung jawab bersama,” tutup Roni.

Sementara itu, Kapolres Tangerang Selatan AKBP Boy Jumalolo, sebagaimana disebutkan dalam informasi terkait kasus tersebut, menyatakan bahwa pihak kepolisian masih mendalami rangkaian peristiwa secara transparan dan profesional.

Kepolisian juga berkomitmen menindak pihak-pihak yang terbukti terlibat dalam dugaan kekerasan dan kepemilikan senjata tajam sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Satpol PP Tangerang Razia Penginapan di Batuceper dan Cipondoh
Sambut Indonesia Emas 2045, Pemuda Berdampak Gelar Deklarasi Nasional di Banten
Gudang Terbakar, Rapid Response Indonesia dan 14 Unit Damkar Diterjunkan
PMII kota Tangerang Dorong PT TNG Lebih Produktif dan Berkontribusi pada PAD
HUT ke-394 Kabupaten Tangerang: Desentralisasi dan Urgensi Pemekaran Kabupaten Tangerang Barat
Lurah Kebon Besar Pantau Skrining TBC di Batuceper
Milad Perumda TB, Sachrudin: Layanan Harus Kian Andal
PRIMA DMI Kota Tangerang Gelar Pelatihan Digitalisasi Remaja Masjid, Dorong Dakwah dan Tata Kelola Organisasi yang Profesional
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 02:40 WIB

SAPMA PP Kota Tangerang Soroti Kasus Tewasnya Dua Pelajar di Alam Sutera, Desak Pemerintah Ambil Langkah Terukur

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 19:29 WIB

Satpol PP Tangerang Razia Penginapan di Batuceper dan Cipondoh

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 12:13 WIB

Sambut Indonesia Emas 2045, Pemuda Berdampak Gelar Deklarasi Nasional di Banten

Rabu, 14 Oktober 2026 - 00:42 WIB

Gudang Terbakar, Rapid Response Indonesia dan 14 Unit Damkar Diterjunkan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:52 WIB

HUT ke-394 Kabupaten Tangerang: Desentralisasi dan Urgensi Pemekaran Kabupaten Tangerang Barat

Berita Terbaru

Kantor ATR/BPN Karawang terbakar (foto/ist)

Jawa Barat

Kebakaran Hebat Landa Kantor ATR/BPN Karawang

Kamis, 15 Okt 2026 - 00:50 WIB