KOTA TANGERANG, PUSATBERITA – Perumda Tirta Benteng (TB) Kota Tangerang dinilai tetap terbuka terhadap kritik dan masukan masyarakat di tengah berbagai sorotan terhadap kinerja perusahaan daerah tersebut.
Hal itu disampaikan pengamat sosial dan kebijakan publik, Ibnu Jandi, yang menilai kritik terhadap badan usaha milik daerah merupakan bagian dari kontrol sosial dalam sistem demokrasi. Namun, menurutnya, penyampaian kritik harus tetap didasarkan pada data dan fakta yang objektif.
“Pejabat publik maupun pimpinan BUMD tentu harus siap menerima kritik. Tetapi kritik juga harus disampaikan secara objektif dan tidak dibangun melalui opini yang menggiring persepsi negatif,” ujar Jandi dalam keterangannya, Rabu (13/5/2026).
Ia mengatakan, sepanjang yang diketahuinya, Direktur Utama Perumda Tirta Benteng, Doddy Effendy, tidak pernah menutup ruang komunikasi maupun masukan dari masyarakat.
Menurutnya, keterbukaan informasi juga telah dijalankan perusahaan, termasuk terkait sejumlah data yang dapat diakses publik melalui kanal resmi perusahaan.
“Kalau berbicara keterbukaan informasi, data-data perusahaan tersedia dan dapat diakses masyarakat. Jadi penting untuk melihat persoalan secara utuh dan proporsional,” katanya.
Jandi juga menekankan pentingnya menjaga iklim demokrasi yang sehat melalui penyampaian informasi yang akurat dan berimbang. Ia mengingatkan agar kritik maupun pemberitaan tidak dibangun melalui asumsi dan spekulasi yang dapat memunculkan persepsi keliru di tengah masyarakat.
“Pers memiliki peran penting sebagai kontrol sosial, tetapi prinsip profesionalisme, akurasi, dan independensi juga harus tetap dijaga,” ujarnya.
Ia menambahkan, keterbukaan terhadap kritik menjadi bagian dari upaya Perumda Tirta Benteng untuk terus melakukan pembenahan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Kota Tangerang.
Menurutnya, ruang demokrasi yang sehat harus diisi dengan kritik yang konstruktif, objektif, serta tetap mengedepankan etika dan tanggung jawab bersama.











