TANGERANG, PUSATBERITA – Ketua Ikatan Mahasiswa Maluku Tangerang (IMMT), Dede Rengifuryaan, mengapresiasi langkah Dinas Pertanian Kota Tual yang mulai menyiapkan perencanaan musim tanam sebagai upaya antisipasi menghadapi potensi fenomena El Niño tahun 2026.
Kebijakan tersebut dinilai sebagai langkah strategis dan visioner dalam menjaga stabilitas ketahanan pangan masyarakat di wilayah Kota Tual.
Menurut Dede, langkah yang diambil oleh Kepala Dinas Pertanian Kota Tual, Agil Assegaf, menunjukkan adanya keseriusan pemerintah daerah dalam membaca potensi ancaman perubahan iklim yang dapat berdampak langsung terhadap sektor pertanian dan kehidupan masyarakat.
Perencanaan musim tanam yang dilakukan sejak dini dianggap penting agar petani memiliki arah yang jelas dalam menentukan pola tanam, jenis komoditas, hingga waktu produksi yang sesuai dengan kondisi cuaca.
“Fenomena El Niño bukan persoalan yang bisa dianggap biasa, karena dampaknya dapat mempengaruhi produksi pangan, ketersediaan air, hingga kondisi ekonomi masyarakat kecil. Karena itu, langkah antisipasi yang dilakukan Dinas Pertanian Kota Tual patut diapresiasi sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan daerah,” ujar Dede Rengifuryaan di Tangerang, Jumat (8/5/2026).
Ia menambahkan, perencanaan yang tertata akan membantu petani agar tidak lagi melakukan penanaman secara serampangan, melainkan berdasarkan kajian kebutuhan dan kondisi wilayah. Dengan pola pertanian yang terarah, maka potensi gagal panen akibat cuaca ekstrem dapat ditekan, sekaligus menjaga keberlangsungan produksi pangan di lima kecamatan yang ada di Kota Tual.
Dede juga menilai bahwa sektor pertanian harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah di tengah ancaman perubahan iklim global yang semakin tidak menentu. Menurutnya, ketahanan pangan merupakan fondasi penting bagi keberlangsungan daerah, sehingga diperlukan sinergi antara pemerintah, masyarakat tani, akademisi, dan seluruh elemen terkait dalam memperkuat sektor pertanian lokal.
“Ketahanan pangan tidak hanya bicara soal hasil panen, tetapi menyangkut keberlangsungan hidup masyarakat. Ketika pemerintah mulai melakukan perencanaan sejak awal, itu menunjukkan adanya kesadaran untuk menjaga masa depan daerah. Ini langkah yang baik dan harus terus diperkuat,” tambahnya.
Selain itu, IMMT juga mendorong agar kebijakan tersebut dibarengi dengan langkah konkret lainnya, seperti pendampingan intensif kepada petani, penyediaan bibit unggul yang tahan terhadap perubahan cuaca, peningkatan infrastruktur pertanian, hingga penguatan edukasi terkait pola tanam yang adaptif terhadap iklim.
Dengan demikian, kebijakan yang dirancang tidak hanya berhenti pada perencanaan, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Ia berharap langkah antisipatif yang dilakukan Pemerintah Kota Tual melalui Dinas Pertanian dapat menjadi contoh dalam membangun sistem pertanian yang lebih terarah, berkelanjutan, dan mampu menghadapi tantangan perubahan iklim di masa mendatang.











