Menakar Ulang CSR PT. ASG: Antara Kepentingan Publik dan Kepentingan Proyek

- Penulis

Minggu, 19 Oktober 2025 - 10:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koordinator Solidaritas Mahasiswa Demokrasi Tangerang Angkat Bicara Soal CSR ASG (Dok. Ist)

Koordinator Solidaritas Mahasiswa Demokrasi Tangerang Angkat Bicara Soal CSR ASG (Dok. Ist)

Oleh: Yanto [Koordinator Solidaritas Mahasiswa Demokrasi Tangerang]

TANGERANG, PUSATBERITA – Pemberian dana sebesar Rp6 miliar oleh PT. Agung Sedayu Group (ASG) kepada 60 Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Tangerang beberapa waktu lalu menjadi sorotan publik. Di tengah semangat pembangunan ekonomi lokal, bantuan ini dinarasikan sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR). Namun sebagai mahasiswa sekaligus bagian dari masyarakat sipil yang kritis terhadap dinamika pembangunan daerah, saya memandang penting untuk meninjau ulang arah dan substansi program ini.

CSR pada dasarnya bukan sekadar penyaluran dana atau aktivitas filantropi, melainkan komitmen jangka panjang perusahaan untuk berkontribusi terhadap pembangunan sosial, lingkungan, dan ekonomi secara berkelanjutan. Oleh karena itu, penggunaan dana CSR harus jelas, terencana, transparan, dan berdampak langsung pada masyarakat luas.

Minimnya Transparansi dan Orientasi Sosial

Hingga saat ini, tidak tersedia informasi yang cukup memadai kepada publik terkait mekanisme seleksi koperasi penerima, bentuk kegiatan yang akan dilakukan, serta parameter keberhasilan program. Tanpa kejelasan ini, sulit bagi masyarakat untuk menilai apakah program CSR tersebut memang sesuai dengan prinsip-prinsip akuntabilitas dan partisipatif.

Lebih jauh, apabila dana CSR dikelola oleh koperasi dengan orientasi utama pada aktivitas komersial, sementara keuntungan yang dihasilkan tidak dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk program sosial yang terukur, maka hal tersebut tidak dapat dikategorikan sebagai CSR yang sahih secara substansi. CSR bukanlah dana modal usaha biasa, melainkan instrumen pemberdayaan publik yang berbasis nilai dan kebermanfaatan sosial.

Jejak Kontroversi dan Proyek PIK 2

Perlu diingat bahwa PT. Agung Sedayu Group merupakan pengembang yang terlibat dalam proyek besar Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 di kawasan pesisir Kabupaten Tangerang. Proyek ini dalam beberapa tahun terakhir telah menimbulkan berbagai perdebatan di tengah masyarakat dan kalangan pemerhati lingkungan mulai dari isu reklamasi, kerentanan ekosistem pesisir, hingga dampak sosial terhadap masyarakat sekitar.

Situasi menjadi lebih kompleks ketika pada pertengahan tahun ini, pemerintah pusat mencabut status Proyek Strategis Nasional (PSN) dari kawasan Tropical Coastland di PIK 2. Pencabutan ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi ASG dalam melanjutkan proyek tersebut.

Baca Juga :  Koperasi Merah Putih Berbasis Gotong Royong, Digadang Perkuat Ekonomi Rakyat Tangerang

Dalam konteks ini, penyaluran dana CSR dalam skala besar kepada koperasi desa yang notabene berada di lingkup wilayah proyek memunculkan pertanyaan publik: apakah ini merupakan bagian dari strategi ASG untuk membangun citra sosial baru demi menjaga kesinambungan proyek yang tengah berjalan? Tentu ini masih bersifat spekulatif, namun merupakan isu yang wajar untuk dipertanyakan secara terbuka.

CSR Bukan Alat Politisasi

Sebagai mahasiswa yang aktif dalam gerakan sosial, saya percaya bahwa CSR adalah bentuk kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat, bukan alat membangun pengaruh sosial-politik di tingkat lokal maupun nasional. Jika CSR digunakan sebagai pendekatan untuk “menyenangkan” aktor-aktor tertentu demi kelancaran proyek, maka itu justru mencederai esensi CSR itu sendiri.

Kami dari Solidaritas Mahasiswa Demokrasi Tangerang menyatakan bahwa:

1. CSR harus dikelola secara terbuka, partisipatif, dan mengutamakan kepentingan masyarakat banyak, bukan hanya kelompok terbatas.
2. Pemerintah daerah dan pihak terkait perlu melakukan pengawasan yang lebih ketat terhadap penyaluran dan pelaporan dana CSR.
3. Koperasi penerima CSR sebaiknya melibatkan masyarakat secara luas dan menyediakan pelaporan yang dapat diakses publik, untuk menjaga kepercayaan dan integritas program.

Penutup: CSR Bukan Alat Barter

CSR bukan alat barter politik. Bukan juga bentuk suap terselubung untuk menutupi dosa-dosa korporasi yang merusak lingkungan dan mencederai hak masyarakat.

Sudah saatnya kita kritis terhadap praktik “filantropi semu” yang sejatinya hanyalah cara lain untuk membungkam suara publik, sekaligus membeli pengaruh dalam pemerintahan. Jangan biarkan CSR berubah makna menjadi “Cara Sedayu Rayu” alat diplomasi sosial korporasi yang menyimpang dari semangat keadilan sosial.

Kami percaya bahwa pembangunan yang berkeadilan hanya mungkin tercapai jika seluruh elemen masyarakat termasuk mahasiswa, media, dan pemerintah terus mengawal arah kebijakan dan praktik korporasi dengan sikap kritis namun konstruktif.


Artikel Lain: Musrenbang Kecamatan Se-Kabupaten Tangerang Dinilai Perlu Prioritaskan Pengelolaan Sampah Terpadu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gaza Pasca-Perang dan Ilusi Perdamaian
Ruang Ekspresi Indonesia: Merayakan Suara, Menciptakan Gagasan, dan Kebebasan Berpendapat
Ambisi Politik Presiden dan Politikus Otak Patungan
Titik Temu Demitologi dan Teologi dalam Menganalisa Bencana Alam
Pilkada, Prabowo, dan Seni Mengendalikan Demokrasi
Pilkada Oleh DPRD: Kudeta Senyap Atas Kedaulatan Rakyat
PSI, Jokowisme, dan Ilusi Kandang Gajah
Pilkada Langsung: Amanah Aswaja, Konstitusi, dan Reformasi
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Januari 2026 - 19:11 WIB

Gaza Pasca-Perang dan Ilusi Perdamaian

Rabu, 28 Januari 2026 - 06:04 WIB

Ruang Ekspresi Indonesia: Merayakan Suara, Menciptakan Gagasan, dan Kebebasan Berpendapat

Rabu, 28 Januari 2026 - 04:28 WIB

Ambisi Politik Presiden dan Politikus Otak Patungan

Senin, 12 Januari 2026 - 17:15 WIB

Titik Temu Demitologi dan Teologi dalam Menganalisa Bencana Alam

Senin, 12 Januari 2026 - 16:36 WIB

Pilkada, Prabowo, dan Seni Mengendalikan Demokrasi

Berita Terbaru

Hasil Carabo Cup: Arsenal Menang Tipis 1-0 Atas Chelsea (Foto: The Guardian)

Sepak Bola

Meriam London Singkirkan The Blues Dari Carabao Cup

Rabu, 4 Feb 2026 - 08:46 WIB

The Gunners Pesta Gol di Kandang Leeds United (Foto: DetikSport)

Olahraga

The Gunners Pesta Gol Saat Tandang ke Markas Leeds United

Minggu, 1 Feb 2026 - 19:59 WIB