Titik Nol Kabupaten Tangerang Diapresiasi, Alwashliyah: Penting sebagai Simbol Identitas Budaya

- Penulis

Kamis, 18 Desember 2025 - 12:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tugu Titik Nol Kabupaten Tangerang yang terletak di Kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang (Dok. About Tng)


TANGERANG, PUSATBERITA – Keberadaan Titik Nol Kabupaten Tangerang dinilai memiliki makna yang lebih luas dibandingkan sekadar penanda geografis. Titik nol dipahami sebagai simbol awal penataan ruang sekaligus representasi identitas sejarah dan kebudayaan daerah. Apresiasi terhadap titik nol ini dinilai penting untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat mengenai jati diri Kabupaten Tangerang yang tumbuh dari proses sejarah panjang dan dinamis.

Kabupaten Tangerang merupakan wilayah dengan karakter kebudayaan yang terbentuk dari beragam pengaruh sejarah, mulai dari tradisi agraris, budaya pesisir, hingga jejak peradaban Kesultanan Banten. Dinamika tersebut membentuk identitas masyarakat yang khas. Dalam konteks ini, Titik Nol Kabupaten Tangerang dapat dimaknai sebagai simbol ruang yang merekam perjalanan sosial dan budaya masyarakat dari masa ke masa.

Ketua Gerakan Pemuda Al Washliyah Kabupaten Tangerang, Yanto, menilai bahwa Titik Nol memiliki nilai simbolik yang kuat dalam membangun kesadaran sejarah lokal. Menurutnya, titik nol bukan hanya persoalan teknis wilayah, melainkan bagian dari narasi kebudayaan yang perlu dipahami dan dirawat bersama.

“Titik nol adalah simbol awal. Di sanalah sejarah, identitas, dan arah pembangunan seharusnya berpijak,” ujar Yanto kepada wartawan, kamis 18 Desember 2025.

Yanto menekankan bahwa Titik Nol Kabupaten Tangerang dapat menjadi sarana edukasi budaya bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Ia menilai bahwa banyak masyarakat yang belum memahami makna simbolik ruang dalam pembentukan identitas daerah.

“Jika titik nol dimaknai dengan pendekatan kebudayaan, masyarakat akan lebih memahami asal-usul daerahnya dan tidak tercerabut dari sejarah lokal,” katanya.

Dalam pandangannya, simbol ruang seperti titik nol memiliki peran penting dalam membangun memori kolektif. Memori tersebut menjadi dasar dalam memperkuat rasa memiliki terhadap daerah. Tanpa upaya yang serius, titik nol berpotensi kehilangan makna dan hanya menjadi penanda administratif tanpa nilai sosial dan kultural.

Baca Juga :  Dinas Tenaga Kerja Selenggarakan Bimtek, Perkuat Hubungan Industrial

Lebih lanjut, Yanto menilai bahwa Titik Nol Kabupaten Tangerang juga relevan di tengah laju pembangunan dan urbanisasi yang pesat. Ia mengingatkan agar pembangunan fisik tidak mengabaikan nilai-nilai budaya yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat.

“Pembangunan harus berangkat dari kesadaran budaya. Simbol seperti Titik Nol bisa menjadi pengingat bahwa daerah ini memiliki sejarah dan jati diri,” ujarnya.

Menurutnya, penataan dan pemaknaan Titik Nol Kabupaten Tangerang dapat diarahkan menjadi ruang publik yang edukatif dan inklusif. Ruang tersebut tidak hanya berfungsi sebagai penanda wilayah, tetapi juga sebagai medium pembelajaran sejarah dan kebudayaan lokal yang dapat diakses oleh masyarakat luas.

Selain itu, Titik Nol juga dinilai berpotensi mendukung pengembangan aktivitas budaya dan pariwisata berbasis kearifan lokal. Namun, Yanto menegaskan bahwa pengembangan tersebut harus dilakukan secara beretika dan berkelanjutan.

“Nilai budaya tidak boleh direduksi hanya menjadi komoditas. Yang terpenting adalah menjaga makna dan nilai sejarahnya,” tegasnya.

Tantangan utama dalam menghidupkan makna Titik Nol Kabupaten Tangerang, lanjut Yanto, adalah rendahnya kesadaran publik terhadap simbol-simbol kebudayaan. Oleh karena itu, diperlukan upaya bersama melalui diskusi publik, kegiatan kepemudaan, serta ruang-ruang edukasi agar masyarakat semakin memahami pentingnya simbol ruang dalam kehidupan sosial.

Ia juga mendorong peran komunitas, organisasi kepemudaan, dan kalangan akademisi untuk terlibat aktif dalam merawat narasi kebudayaan di Kabupaten Tangerang. Keterlibatan masyarakat dinilai penting agar makna Titik Nol tidak dibangun secara sepihak, melainkan tumbuh dari kesadaran kolektif.

Dengan demikian, Titik Nol Kabupaten Tangerang bukan sekadar wacana simbolik, melainkan bagian dari upaya membangun identitas budaya daerah secara berkelanjutan. Melalui pendekatan kebudayaan yang partisipatif, Titik Nol diharapkan dapat menjadi simbol integratif yang menghubungkan sejarah, masyarakat, dan masa depan Kabupaten Tangerang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Politik Uang Warnai Pemilihan Ketua RT di Babakturi, Kelurahan Taman Sari
Pemerintah Kota Tangerang Resmi Launcing Logo & Rangkaian HUT Ke-33 Kota Tangerang
Ratusan Warga Pasir Cina Cianjur Tolak Alat Berat Proyek Geothermal
Notaris Letty Yusniar Dilaporkan MPD Jabar Diduga Pemalsuan Akta 
Aktivis Banten Sebut Pemekaran Tangerang Raya Setara Jakarta
Hujan Angin Tumbangkan Pohon di Kawasan Pendidikan Cikokol 
450 KK Terdampak Banjir di Sambirata, Solusi Jangka Panjang Pemkot Cilegon Masih Sebatas Wacana
Banjir Rendam Sambirata Cibeber, Warga Keluhkan Minimnya Respons Pemerintah
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 21:02 WIB

Dugaan Politik Uang Warnai Pemilihan Ketua RT di Babakturi, Kelurahan Taman Sari

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:42 WIB

Pemerintah Kota Tangerang Resmi Launcing Logo & Rangkaian HUT Ke-33 Kota Tangerang

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:00 WIB

Ratusan Warga Pasir Cina Cianjur Tolak Alat Berat Proyek Geothermal

Selasa, 13 Januari 2026 - 15:32 WIB

Notaris Letty Yusniar Dilaporkan MPD Jabar Diduga Pemalsuan Akta 

Selasa, 13 Januari 2026 - 14:56 WIB

Aktivis Banten Sebut Pemekaran Tangerang Raya Setara Jakarta

Berita Terbaru

Derby Panas di Carabao Cup, Chelsea Siap Hadapi The Gunners (Foto: detiksport.com)

Football

Derbi London Tersaji di Leg Pertama Semifinal Carabao Cup

Rabu, 14 Jan 2026 - 22:35 WIB