TANGERANG SELATAN, PUSATBERITA –Sejumlah komunitas seni dan sastra yang tumbuh di ekosistem Tangerang Selatan akan menggelar pertunjukan drama puisi bertajuk “Tunggu Tanggal Mainnya” pada Jumat, 31 Juli 2026 dan Sabtu, 1 Agustus 2026, pukul 19.30 WIB, di Gedung Amphitheater, Taman Kota 2 BSD.
Pertunjukan ini digelar untuk mengenang 100 hari kepulangan Uki Bayu Sedjati (Umianto Basuki), sastrawan, wartawan, sutradara teater, dan budayawan yang wafat pada 22 April 2026.
Acara ini diinisiasi bersama oleh Emperan Pamulang, Dapoer Sastra Tjisauk, Paseduluran Lidah Daun, Roeang Kata, dan Sadulur Sadayana, bersama sejumlah komunitas pendukung lain termasuk Teater Lonceng dan Koloni Semut.
Alih Wahana dari Puisi ke Panggung
“Tunggu Tanggal Mainnya” mengangkat naskah gubahan Syahruljud Maulana, yang juga bertindak sebagai sutradara, mengolah kumpulan puisi Uki Bayu Sedjati menjadi peristiwa teatrikal utuh tanpa mengubah semangat aslinya.
Tiga tokoh utama, Si Waras Diri, Si Mata Sosial, dan Si Hati Hamba, membawakan tiga sumbu besar yang berulang dalam karya-karya Uki Bayu Sedjati: pergulatan identitas dan kesadaran diri, kritik atas ketimpangan sosial, serta pertanyaan spiritual tentang manusia dan Tuhan.
Ketiganya diiringi Paduan Corong, kelompok koor bertopeng koran yang merepresentasikan suara-suara yang kerap dibungkam.
Pertunjukan dibawakan oleh Paseduluran Lidah Daun dengan iringan musik langsung dari Sadulur Sadayana dan Emperan Pamulang, memadukan dramaturgi tubuh, properti simbolis, dan tata cahaya untuk menghadirkan dimensi sosial sekaligus personal dari puisi-puisi Uki Bayu Sedjati di atas panggung.
Menjelang pementasan, kritikus Teguh Tri Fauzi menulis ulasan di media sastra Halimun Salaka yang menyoroti bagaimana naskah ini mengajak penonton bukan sekadar menyaksikan kisah orang lain, melainkan berhadapan dengan cermin diri mereka sendiri — sebuah pembacaan yang menegaskan bahwa pertunjukan ini dirancang sebagai pengalaman reflektif, bukan sekadar seremoni mengenang.
Merawat Ingatan, Bukan Sekadar Nostalgia
Andy Lesmana, Produser Eksekutif pertunjukan, menjelaskan bahwa sosok Uki Bayu Sedjati dikenal luas justru karena kesahajaannya di tengah komunitas-komunitas kecil, bukan karena gelar-gelar besar yang ia sandang di dunia sastra dan jurnalistik nasional.
“Ia tidak pernah membutuhkan kita untuk tahu siapa dirinya, agar kita bisa merasakan dampak kehadirannya,” ujar Andy Lesmana.
Semasa hidup, Uki Bayu Sedjati dikenal sebagai salah satu pendiri Teater Bulungan pada 1971, mantan redaksi Majalah Amanah, alumnus FISIP UI 1975, serta sosok yang mendampingi Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) dalam berbagai forum kebudayaan lintas generasi.
Karya-karyanya turut dijadikan rujukan akademik, namun di kalangan komunitas muda Tangerang Selatan ia lebih dikenal sebagai figur yang hadir tanpa jarak.

Informasi Acara:
- Nama Acara: “Tunggu Tanggal Mainnya” — Drama Puisi Uki Bayu Sedjati
- Tema: Mengenang 100 Hari Kepulangan Uki Bayu Sedjati (Umianto Basuki), 4 Maret 1948 – 22 April 2026.
- Waktu: Jumat, 31 Juli 2026 & Sabtu, 1 Agustus 2026, pukul 19.30 WIB (registrasi 18.30 WIB)
- Tempat: Gedung Amphitheater, Taman Kota 2 BSD, Tangerang Selatan
- Format: Kesaksian, Instalasi Arsip & Dokumentasi, Performance Art, Doa Bersama.
- Naskah & Sutradara: Syahruljud Maulana.
- Kelompok Pertunjukan: Paseduluran Lidah Daun.
- Pemain: Reni Fhanesa, Fikri Ilham Syah, Handhyka Permana, Alfi Syahrin, Avernia Augusta, Muhammad Akbar.
- Musik: Sadulur Sadayana, Emperan Pamulang.
Tentang Komunitas Inisiator
Pertunjukan ini digagas oleh komunitas-komunitas seni dan sastra yang memiliki ikatan personal dan kultural dengan Uki Bayu Sedjati: Emperan Pamulang (komunitas musik yang mengaransemen puisi para penyair Indonesia), Paseduluran Lidah Daun (kelompok kesenian asal Pamulang berdiri sejak 2015), Dapoer Sastra Tjisauk, Roeang Kata, dan Sadulur Sadayana.











