122 Prodi Ditutup, JPPI Pertanyakan Nasib Dosen dan Mahasiswa

- Penulis

Rabu, 3 Juni 2026 - 12:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JPPI Soroti 122 Program Studi Akan di Tutup (Foto: Ilustrasi)

JPPI Soroti 122 Program Studi Akan di Tutup (Foto: Ilustrasi)

JAKARTA, PUSATBERITA – Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), Ubaid Matraji, mempertanyakan dampak penutupan 122 program studi (prodi) oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) sepanjang tahun 2026, khususnya terhadap nasib dosen dan mahasiswa yang terdampak.

Menurut Ubaid, kebijakan tersebut berpotensi menimbulkan persoalan serius bagi para dosen. Ia mempertanyakan apakah para tenaga pengajar dari prodi yang ditutup akan dialihkan ke program studi lain yang tidak sesuai dengan bidang keahliannya atau justru menghadapi risiko pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Ke mana dosen-dosen dari prodi yang ditutup akan ditempatkan? Jika dipindahkan ke prodi yang tidak sesuai kompetensinya, kualitas pembelajaran berpotensi menurun. Lebih buruk lagi, jika kampus swasta mengalami kesulitan dan memilih melakukan PHK tanpa jaminan yang memadai bagi dosen,” ujar Ubaid, Selasa (2/6/2026).

Selain persoalan dosen, JPPI juga menyoroti nasib mahasiswa yang masih menempuh pendidikan di program studi yang dihentikan. Ubaid menilai kebijakan tersebut dapat memengaruhi rencana akademik dan karier mahasiswa yang sejak awal telah memilih jalur pendidikan tertentu.

Baca Juga :  Kasus Pencurian Tinggi, FPDN Dorong Hadirnya Program CCTV

Di sisi lain, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menjelaskan bahwa penutupan 122 prodi tersebut merupakan usulan dari masing-masing perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta.

Menurut Brian, sejumlah program studi ditutup karena minimnya jumlah mahasiswa atau karena kampus ingin melakukan transformasi ke program studi yang dinilai lebih relevan dengan kebutuhan industri. Ia mencontohkan perubahan program studi Matematika menjadi Aktuaria agar lulusan memiliki kompetensi yang lebih spesifik dan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

“Beberapa prodi ditutup karena jumlah mahasiswanya terus berkurang, sementara sebagian lainnya dialihkan menjadi program studi yang lebih diminati dan memiliki prospek industri yang lebih kuat,” kata Brian dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI, Selasa (2/6/2026)

JPPI menilai pemerintah perlu memastikan adanya skema transisi yang jelas bagi dosen dan mahasiswa agar kebijakan restrukturisasi program studi tidak menimbulkan dampak sosial maupun akademik yang merugikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Disnaker Tangerang Hadirkan Job Fair Inklusif untuk Disabilitas
Perubahan Cuaca, Dinkes Kota Tangerang Ajak Warga Jaga Imunitas
BPBD Kota Tangerang Imbau Warga Waspadai Perubahan Cuaca
Bung Lensa Sakbana Kritik Dugaan Pemblokiran Wartawan oleh Sekretariat DPRD Kabupaten Tangerang
Perawat Klinik Gigi Ditusuk Pasien di Tangerang
Polsek Neglasari Gagalkan Peredaran 970 Butir Tramadol, Dua Pria Diamankan
BEM UMT Berqurban: Menanamkan Nilai Kepedulian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Pemuda 23 Tahun Nekat Lompat ke Sungai Cisadane Tangerang
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:11 WIB

Disnaker Tangerang Hadirkan Job Fair Inklusif untuk Disabilitas

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:03 WIB

Perubahan Cuaca, Dinkes Kota Tangerang Ajak Warga Jaga Imunitas

Rabu, 3 Juni 2026 - 12:56 WIB

BPBD Kota Tangerang Imbau Warga Waspadai Perubahan Cuaca

Rabu, 3 Juni 2026 - 12:44 WIB

122 Prodi Ditutup, JPPI Pertanyakan Nasib Dosen dan Mahasiswa

Selasa, 2 Juni 2026 - 18:35 WIB

Bung Lensa Sakbana Kritik Dugaan Pemblokiran Wartawan oleh Sekretariat DPRD Kabupaten Tangerang

Berita Terbaru